- Pemprov Lampung Dorong Ekosistem Pembiayaan Daerah Yang Transparan dan Berkelanjutan
- Pemprov Lampung Tegaskan Langkah Konkret Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli
- Wabup Pringsewu Hadiri Tayuhan Kagama Lampung dan Penandatanganan MoU bersama UGM
- Wabup Pringsewu Lepas Jemaah Calon Haji Kloter 31 JKG
- Wabup Azwar Hadi Tekankan Penguatan Nasionalisme dan Deteksi Dini
- Ribuan Pelajar Kota Metro Unjuk Prestasi, Ajang Minat dan Bakat 2026 Resmi Dibuka
- UMKM Street Bangjo jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Kreatif Kota Metro
- Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Lampung Tengah Dukung Ketahanan Pangan Nasional
- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Jalin Kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada
- Sinergi Diskominfotiksan Bersama TP-PKK Hadirkan Video Lomba Informatif dan Inspiratif
Pemprov Lampung Tegaskan Langkah Konkret Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung yang diwakili Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Hukum dan
Politik, Yanyan Ruchyansyah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian
Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian
Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), Senin (18/05/2026). Kegiatan
berlangsung di Ruang Command Center Lantai II Dinas Komunikasi, Informatika,
dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung.
Rakor rutin mingguan ini dipimpin langsung oleh
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri), Tomsi Tohir,
dan diikuti oleh seluruh kepala daerah serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah
(TPID) se-Indonesia.
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri menegaskan
pentingnya langkah konkret dan terukur dari seluruh pemerintah daerah untuk
mengantisipasi gejolak harga, terutama pada komoditas pangan strategis. Ia
menekankan bahwa kehadiran kepala daerah dalam rapat tidak akan bermakna
apabila tidak diikuti dengan aksi nyata di lapangan.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Optimalkan Aset Daerah, Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih0
- Pimpin Apel Mingguan, Sulpakar Tekankan Budaya Disiplin ASN0
- Menembak Begal, Membiarkan Bandar0
- Pemprov Lampung Perkuat Investasi Energi Hijau dan Rehabilitasi Mangrove0
- Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Eliminasi TBC0
"Rapat koordinasi ini kita laksanakan
secara rutin dalam rangka mengendalikan harga-harga agar lebih terjangkau oleh
masyarakat. Pemerintah Pusat berharap daerah itu berupaya untuk mengendalikan
harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Harapannya, masyarakat
membeli dengan harga yang baik," ujar
Tomsi Tohir.
Tomsi kembali mengingatkan seluruh pemerintah
daerah untuk mengimplementasikan enam langkah konkret pengendalian inflasi,
mencakup pemantauan harga di pasar, pelaksanaan operasi pasar, penyaluran
bantuan pangan, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta pengawasan
distribusi komoditas strategis agar harga tetap terkendali di bawah Harga
Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
"Saya berharap teman-teman daerah untuk
betul-betul bisa melaksanakan tugasnya, turun langsung ke pasar. Rutin mengecek
perubahan harga kemudian melaksanakan upaya-upaya. Ini harus kita lakukan dan
kita harus fokus terhadap harga-harga barang-barang tertentu yang setiap daerah
berbeda-beda," ucap Tomsi.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang
Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono,
memaparkan kondisi inflasi nasional terkini. Secara nasional, inflasi bulanan
tercatat sebesar 0,13 persen, sementara inflasi tahunan berada di angka 2,42
persen dan inflasi tahun kalender sebesar 1,06 persen pada April 2026.
Rakor ini menghadirkan laporan dari berbagai
kementerian/lembaga terkait, antara lain Badan Pangan Nasional (Bapanas),
Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta Perum Bulog. Seluruh
instansi menyampaikan perkembangan ketersediaan stok dan langkah-langkah strategis
untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pangan menjelang periode krusial.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan
komitmennya untuk terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi bersama
pemerintah kabupaten/kota melalui TPID serta seluruh perangkat daerah terkait,
untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan pangan tetap
mencukupi di seluruh wilayah Provinsi Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]











3.jpg)