Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya

By redaksi 15 Mei 2026, 11:29:54 WIB Ekonomi
Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Para petani cabai di Kabupaten Lampung Selatan tengah menghadapi situasi yang sulit dan penuh tekanan. Di satu sisi, biaya produksi pertanian membengkak tajam akibat kenaikan harga sarana produksi, namun di sisi lain harga jual hasil panen di tingkat petani justru sering kali merosot drastis, terutama saat musim panen raya tiba.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh Suryanata, seorang petani cabai yang berdomisili di Dusun Sumbersari, Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga input pertanian membuat ongkos budidaya menjadi sangat mahal.

Menurut Suryanata, kenaikan harga terjadi di hampir semua kebutuhan pokok. Plastik mulsa yang dulunya dibeli seharga Rp600.000 per gulung, kini harganya melonjak hingga mencapai Rp1.000.000 per gulung. Begitu juga dengan pupuk, yang semula di kisaran Rp700.000 per sak, kini naik menjadi Rp900.000 per sak. Tidak ketinggalan harga obat-obatan pertanian yang naik dari Rp200.000 menjadi Rp250.000 per botol.

Baca Lainnya :

Kondisi ini memaksa banyak petani mengambil langkah terpaksa, yaitu mengurangi takaran atau frekuensi penggunaan pupuk serta obat-obatan. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kualitas maupun kuantitas hasil panen yang diperoleh nantinya.

Masalah semakin pelik ketika masa panen tiba. Melimpahnya pasokan di pasar membuat harga cabai di tingkat petani sering kali anjlok. Akibatnya, margin keuntungan petani menjadi sangat tipis, bahkan banyak yang kesulitan sekadar untuk menutup modal produksi hingga berisiko mengalami kerugian besar.

“Saat harga input naik terus, tapi saat panen harga malah jatuh, kami yang jadi korban. Kadang hasil jual tidak cukup untuk bayar modal beli pupuk dan obat,” ungkap Suryanata, Kamis, (14/5/2026).

Menyikapi hal ini, para petani sangat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat turun tangan. Mereka meminta agar harga sarana produksi dapat distabilkan dan diawasi, serta adanya jaminan atau intervensi harga cabai di tingkat petani agar tetap menguntungkan dan layak bagi para pelaku usaha tani saat masa panen berlangsung. [MFH/Sriw]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment