- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Evaluasi Pemenuhan Iuran JKN
- Inafis Satreskrim Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat
- 14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan
- Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 2026
Inafis Satreskrim Polres Tanggamus Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat

TANGGAMUS, MFH,-- Tim Inafis Satreskrim Polres
Tanggamus melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP)
kebakaran gedung Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Nusantara Alam
Abadi Lampung di Pekon Purwosari, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten
Tanggamus, Kamis (27/8/2026).
Olah TKP dilakukan mulai pukul 11.20 WIB
setelah api dipastikan padam. Petugas melakukan observasi, pemeriksaan lokasi,
wawancara terhadap sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti untuk
kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Akibat peristiwa kebakara, bangunan dapur SPPG
beserta sejumlah peralatan dan perlengkapan di dalamnya mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi sementara, total kerugian material akibat kebakaran
tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Tidak ada korban jiwa maupun
korban luka dalam kejadian tersebut.
Baca Lainnya :
- 14 Camat Tanggamus Resmi Serah Terima Jabatan0
- Polsek Limau Cek Dua Lokasi Karhutla di Wilayah Hukumnya, Titik Api Telah Padam0
- Bapenda Tanggamus Perkuat Pengawasan Pajak, Kontribusi PT Tirta Investama Capai Rp396 Juta0
- Libatkan TNI/Polri dan Satpol PP, Pemkab Tanggamus Tegas Lakukan Penertiban Lokasi Dagang Tak Berizi0
- Polsek Sumberejo Identifikasi Warga Tersengat Listrik0
Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Khairul
Yasin Ariga, S.Kom., M.H., mengatakan, dari hasil identifikasi sementara
ditemukan satu ruangan yang mengalami kerusakan paling signifikan, yakni ruang
rice steamer. Kerusakan pada ruangan tersebut diperkirakan mencapai 90 persen
dan diduga merupakan titik awal kebakaran.
“Dari
hasil olah TKP dan keterangan para saksi, letupan diduga terjadi karena adanya
gas yang terjebak di ruangan tertutup. Sementara kebakaran diduga akibat
kebocoran pada jalur selang gas yang menghubungkan rice steamer dengan tabung
gas,” kata AKP Khairul Yasin Ariga mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad
Sujatmiko, S.I.K., M.H.
Kasat menjelaskan, dalam proses penyelidikan,
pihaknya meminta keterangan empat orang saksi yang berada atau mengetahui
aktivitas di SPPG sebelum kejadian.
Mereka yakni Yayan Ardianto (29), P3K (SPPI)
SPPG; Lia Udin (33), wiraswasta/Aslap SPPG; M. Lutfi Rizki Adhari (23), Head
Cook SPPG; serta Arniah (40), koki dapur SPPG. Keempatnya merupakan warga Pekon
Purwosari dan Pekon Merbau, Kecamatan Kelumbayan Barat.
“Berdasarkan keterangan saksi Arniah dan M.
Lutfi Rizki Adhari, sebelum kebakaran terdengar suara berdesis dan sempat
tercium bau gas. Keduanya juga menerangkan adanya suara letupan sebelum api
terlihat keluar dari bagian bawah mesin rice steamer,” jelasnya.
Kasat mengungkapkan, di lokasi pihaknya juga
menemukan 12 tabung LPG Bright Gas ukuran 12 kilogram dalam kondisi kosong, dua
APAR yang telah digunakan dan terbakar, serta sisa terbakar pada saluran pipa
gas dan saluran rice steamer.
“Sementara meteran listrik dan sakelar di
bagian dalam bangunan ditemukan masih dalam kondisi utuh,” ungkapnya.
Masih berdasarkan keterangan saksi, kebakaran
terjadi sekitar pukul 02.00 WIB saat sejumlah pekerja SPPG sedang mempersiapkan
proses memasak untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) keesokan
harinya. Api sempat dipadamkan menggunakan APAR, namun tidak berhasil sehingga
pekerja menyelamatkan diri.
“Masyarakat sekitar kemudian turut membantu
pemadaman hingga api berhasil padam sekitar pukul 05.00 WIB. Tidak ada korban
jiwa dalam peristiwa tersebut,” tegasnya.
Ditamhahkan Kasat, dalam
proses identifikasi, petugas mengamankan dua plastik sampel arang dari dua
titik berbeda. “Hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti tersebut
selanjutnya menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab
kebakaran,” tandasnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)