- Wagub Jihan Bahas Upaya Memperkuat Kolaborasi dan Koordinasi Implementasi KUHP dan KUHAP Baru
- Polsek Wonosobo Ringkus Pelaku Penggelapan Motor Vario 160, Penadah Masuk DPO
- Bupati Hadiri Safari Ramadhan 1447 H dan Serahkan Bantuan Masjid
- 4 Siswa SMKN 1 Liwa Meraih Prestasi Tingkat Internasional
- Bupati Resmikan Jembatan Way Sepagasan, Permudah Akses Penyaluran Hasil Pertanian Warga
- Safari Ramadhan, Wabup Serap Aspirasi dan Serahkan Bantuan untuk Masjid Al-Jamaah Belappau
- Safari Ramadhan di Way Tenong, Bupati Indahkan Usulan Masyarakat Perbaiki Jalan Putus
- Pemkot Metro Perkuat 24 Indikator KLA, Targetkan Naik ke Kategori Utama
- Pemkot Metro Ajukan Kerjasama dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Lampung dalam Pengendalian Kas
- Bupati Pimpin Sertijab Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan Batanghari
IDSD 2025: Metro Unggul di TIK dan Pasar Produk, Fokus Perkuat Infrastruktur dan Inovasi

METRO, MFH,-- Berdasarkan rilis
Data Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025, Kota Metro mencatatkan capaian
yang sangat membanggakan dengan skor 4,19 — tertinggi di Provinsi Lampung.
Capaian ini melampaui Kota Bandar Lampung (4,14) serta jauh di atas rata-rata
nasional (3,50). Dengan hasil ini, Metro resmi memosisikan diri sebagai
benchmark pembangunan daerah di Provinsi Lampung.
Kompetitif Kota Metro
terlihat sangat kuat pada beberapa pilar utama. Pilar Adopsi Teknologi
Informasi dan Komunikasi (5,00) menunjukkan bahwa Metro telah bertransformasi
menjadi Digital Hub dengan infrastruktur dan literasi digital
masyarakat pada level tertinggi.
Pilar Pasar Produk (5,00) juga
menegaskan efisiensi pasar serta aksesibilitas barang dan jasa yang sangat
baik, memperkuat posisi Metro sebagai kota jasa dan perdagangan. Selain itu,
Pilar Dinamika Bisnis (4,86) menunjukkan kultur kewirausahaan yang sehat dan
kemudahan berusaha yang hampir menyentuh skor sempurna.
Baca Lainnya :
- TP. PKK Provinsi Lampung Salurkan Bantuan di Sejumlah Kecamatan Kota Metro0
- Pemkot Metro Gelar Rapat Penyusunan LPPD 2026, OPD Diminta Segera Sesuaikan Indikator Baru0
- Safari Ramadan 1447 H, Pemkot Metro Pererat Silaturahmi dan Serahkan Bantuan AC0
- Pengukuhan Bunda Literasi, Tim Literasi dan IPI Kota Metro Perkuat Gerakan Literasi Daerah0
- Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat0
“Namun demikian, capaian ini tidak
membuat kita lengah. Terdapat beberapa catatan kritis yang menjadi perhatian
serius Pemerintah Kota Metro.
Pertama pada Pilar Infrastruktur
(3,36), skor Metro berada di bawah rata-rata Provinsi Lampung (3,51) dan di
bawah Kabupaten Lampung Selatan (3,71). Ini menjadi sinyal bahwa kualitas
infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih, dan fasilitas publik
perlu mendapat perhatian lebih serius, terutama dalam konteks pemeliharaan dan
peningkatan kualitas.
Kedua, Pilar Kapabilitas Inovasi
(3,67) menunjukkan bahwa meskipun dinamika bisnis tinggi, kemampuan
menghasilkan inovasi baru dan penguatan riset serta pengembangan (R&D)
masih perlu ditingkatkan. Metro sudah unggul dalam perdagangan, namun ke depan
harus bertransformasi menjadi kota yang juga kuat dalam menciptakan produk dan
teknologi baru.
Ketiga, pada Pilar Pasar Tenaga
Kerja (3,52), Metro masih berada di bawah Bandar Lampung (3,97). Hal ini
mengindikasikan adanya potensi ketidaksesuaian antara ketersediaan tenaga kerja
terampil dengan kebutuhan dunia usaha.
Kepala Bappeda Kota Metro
mengatakan, berdasarkan kondisi tersebut, arah kebijakan pembangunan Kota Metro
ke depan akan difokuskan pada tiga strategi utama, Urban Regeneration
(Revitalisasi Infrastruktur).
Pemerintah Kota akan
memprioritaskan audit menyeluruh terhadap infrastruktur perkotaan, dengan fokus
pada peningkatan kualitas, konektivitas, dan keberlanjutan. Pembangunan tidak
lagi sekadar ekspansi fisik, tetapi peningkatan mutu layanan dasar seperti
jalan kota, drainase, dan sistem air minum.
“Selanjutnya, transformasi dari
kota perdagangan menuju kota inovasi. Dengan kekuatan pada adopsi TIK dan
dinamika bisnis, Metro akan mendorong pembentukan ekosistem inovasi melalui
pengembangan science and techno park, co-working space, serta kolaborasi
aktif dengan perguruan tinggi. Targetnya, Metro tidak hanya menjadi pusat
distribusi, tetapi juga pusat produksi inovasi daerah,” papar Yeri.
Sedangkan untuk, Optimalisasi
Tenaga Kerja Terampil melalui Program Link and Match.
Dengan skor tinggi pada Pilar Keterampilan (4,43), Metro memiliki modal manusia
yang kuat. Pemerintah akan memperkuat sinergi antara SMK, perguruan tinggi, dan
pelaku usaha agar tercipta keselarasan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan
industri.
Dalam menanggapi hal ini, Wali Kota
Metro Bambang Iman Santoso mengatakan, capaian IDSD 2025 ini bukanlah garis
akhir, melainkan pijakan awal untuk lompatan pembangunan yang lebih terarah,
inklusif, dan berkelanjutan.
“Kota Metro akan terus berbenah,
memperkuat keunggulan, serta menutup celah kelemahan, demi mewujudkan Metro
sebagai kota modern, kompetitif, dan inovatif di tingkat nasional,” ungkap
Bambang. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)