- Polsek Limau Evakuasi dan Identifikasi Korban Tenggelam di Pantai Beringin Saka
- Polsek Wonosobo Tangkap 3 Penadah Motor Curian
- Polsek Cukuh Balak, Tagana dan Warga Padamkan Kebakaran 1 HA Lahan di Putih Doh
- Kapolres AKBP AH Hudi Arif Terima Kunjungan Kemenhaj Tanggamus
- Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Hilirisasi Kakao dan Kemandirian Petani Pesawaran
- Pemkab Lamtim dan IPB Perkuat Sinergi Tridarma Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Daerah
- Wali Kota Metro Hadiri Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan
- Gubermur Lantik Satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Dua Pejabat Fungsional
- Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Kakao dari Desa
- Kunjungan Kerja Danrem 043/Gatam di Kodim 0421/Lampung Selatan
Gubermur Lantik Satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Dua Pejabat Fungsional
Sekdaprov Marindo Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo
Kurniawan melantik dan mengambil sumpah janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
dan Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan
tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Jumat
(9/10/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Imam Ghozali
dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
Provinsi Lampung.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung dan DPRD Perkuat Sinergi Awasi Distribusi BBM Bersubsidi0
- Pemprov Lampung Dorong CSR Jadi Investasi Sosial dan Kekuatan Bersama Pembangunan0
- Wagub Jihan Lepas 46 Mahasiswa Beasiswa PW Pergunu Lampung ke Universitas KH Abdul Chalim0
- Gubernur Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi Masyarakat dan Ketahanan Pangan0
- Pemprov Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa0
Sementara itu, pejabat fungsional yang dilantik
yakni Wulan Suci Mokobombang sebagai Psikolog Klinis Ahli Pertama pada Rumah
Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung dan Jefri Sofian Leksana sebagai Dokter Ahli
Pertama pada Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Marindo
menyampaikan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam
dinamika birokrasi dan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan. Pengabdian
kepada masyarakat harus senantiasa menjadi prioritas utama bagi setiap aparatur
pemerintah.
“Pengabdian kita kepada masyarakat Lampung
adalah tugas utama. Di tengah dinamika permasalahan masyarakat yang kompleks,
diperlukan pejabat yang mampu merumuskan kebijakan-kebijakan solutif dan peka
terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sekdaprov Marindo menekankan pentingnya peran
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia dalam
memberikan masukan serta telaahan strategis kepada pimpinan, terutama dalam
menghadapi peluang dan tantangan bonus demografi.
Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia
produktif harus dikelola secara optimal agar menjadi kekuatan dalam mendorong
pembangunan daerah. Untuk itu, diperlukan perumusan kebijakan yang strategis,
objektif, dan konstruktif, khususnya terkait peningkatan kualitas pendidikan,
kesehatan, produktivitas tenaga kerja, perlindungan sosial, serta penguatan
karakter generasi muda.
“Ke depan, kita akan menghadapi bonus demografi
yang merupakan peluang sekaligus tantangan besar bagi pembangunan daerah.
Besarnya jumlah SDM usia produktif harus mampu kita kelola menjadi kekuatan
pembangunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekdaprov Marindo mengingatkan
pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh
perangkat daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat. Kolaborasi antara
pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjawab
tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Kita harus bersama-sama mempersiapkan generasi
yang unggul, produktif, dan berdaya saing dalam mewujudkan masyarakat Lampung
yang lebih maju,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekdaprov Marindo
juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia
mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh
tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan.
“Jabatan, pangkat, dan
kekuasaan adalah amanah yang memiliki batas waktu. Yang akan menjadi legacy
adalah nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai karya, keteladanan, dan manfaat yang
dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya. [MFH/Pemprov Lampung]











