- Gubernur Lampung Ajak APINDO Perkuat Kolaborasi Bangun Ekonomi Lampung yang Inklusif
- Meriah dan Penuh Kebersamaan, Nobar Piala Dunia di PKOR Way Halim Disambut Antusias Warga
- Konser Pra-Kompetisi GNLC Meriah, Purnama Wulan Sari Beri Dukungan Penuh untuk JICF
- Polsek Pulau Panggung Ungkap Pencurian Puluhan TKP di Ulu Belu
- Lampung Catat Prestasi Nasional, Dipilih sebagai Tuan Rumah Penas Petani Nelayan 2029
- Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak
- Lampung Resmi jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029
- Wabup Soroti Kerusakan WC dan Saluran Pembuangan di RSUD Batin Mangunang
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Raih Education Award 2026
Bupati Tanggamus Raih National Governance Awards 2026
Ini Kata Bima Arya Soal Penilaiannya

JAKARTA, MFH,-- Bupati Tanggamus, Mohammad
Saleh Asnawi, menghadiri ajang National Governance Awards 2026 yang digelar di
Jakarta, Jumat, 24 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia turut menerima
penghargaan sebagai salah satu kepala daerah dengan kinerja dinilai unggul.
Ajang ini menjadi panggung nasional bagi para
kepala daerah yang dinilai mampu menghadirkan kebijakan inovatif dan responsif
terhadap kebutuhan masyarakat. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga turut
hadir dalam kegiatan tersebut.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya,
menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari upaya mendorong capaian
target nasional melalui kinerja daerah.
Baca Lainnya :
- Polres Tanggamus Gelar Patroli Gabungan di Perairan Teluk Semaka0
- Tanggamus Genjot Capaian UCJ 2026, Ribuan Pekerja Rentan sudah Terlindungi0
- BPOM Siap Bangun Kantor di Tanggamus Wabup: Kami Siapkan Lahan Lebih dari yang Diminta0
- TMMD Ke-128 Dimulai, Program Kodim 0424/Tanggamus Dorong Akses dan Harapan Warga0
- Vakum Sejak 2020, Tanggamus Hidupkan Lagi Adiwiyata0
“Negara kita punya target besar seperti
pertumbuhan ekonomi, zero poverty, serta program yang langsung menyentuh rakyat
seperti pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan. Nah, capaian
nasional itu sangat ditentukan oleh kinerja di daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi nasional
hingga target 8 persen sangat dipengaruhi oleh kontribusi daerah. Begitu juga
dengan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka yang merupakan hasil agregat
dari capaian masing-masing wilayah.
“Ajang penghargaan ini adalah bentuk ikhtiar
untuk memberikan reward kepada kepala daerah yang memiliki performa luar biasa
dan berkontribusi nyata terhadap target nasional,” tambahnya.
Terkait proses penilaian, Bima Arya mengakui
tidak mudah menentukan pemenang. Menurutnya, para finalis memiliki kualitas dan
prestasi yang sama-sama kuat.
“Sejujurnya tidak mudah. Semua nominasi punya
prestasi yang baik dan kami juga mengenal mereka. Bahkan sempat terjadi
perdebatan dalam penentuan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dewan juri akhirnya sepakat
untuk berfokus pada data dan capaian konkret di daerah sebagai dasar utama
penilaian.
“Yang kami lihat adalah angka-angka capaian.
Pertama pertumbuhan ekonomi, kedua pengendalian inflasi, ketiga pengentasan
kemiskinan, dan keempat adalah kepemimpinan dalam menciptakan terobosan,”
jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa inovasi
menjadi poin penting dalam penilaian, khususnya program yang bersifat
breakthrough, out of the box, serta memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Apakah ada program yang benar-benar berbeda,
orisinal, dan luar biasa. Itu semua kami lihat dari data yang ada. Data itulah
yang membantu dewan juri menentukan pemenang,” tutupnya.
Penghargaan ini diharapkan
menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja,
sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional. [MFH/Din/rils]











3.jpg)