- Diskominfo Tanggamus Luncurkan Podcast dan Siaran Live untuk Sapa Masyarakat
- Anak Harimau Sumatera Tampil Perdana, Gubernur Lampung Resmikan Nama
- Pemkab Tanggamus Pastikan Pendampingan Pendidikan dan Bantuan Sosial Terus Berjalan
- Aipda Marnangkok Manurung, Sosok Polisi Sahabat Warga Ulu Belu Tanggamus
- Polsek Wonosobo Dibackup Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus Ungkap Kasus Curas
- Polsek Talang Padang Gerebek Lokasi Dugaan Prostitusi dan Pesta Miras
- Grand Final Muli Mekhanai 2026, Gubernur Dorong Promosikan Lampung
- DWP Provinsi Lampung Siap Bergerak Lebih Solid dan Aktif Mendukung Pembangunan Daerah
- Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran
- Dinsos Tanggamus Sikapi Anak Putus Sekolah di Tanjung Jati
Anak Harimau Sumatera Tampil Perdana, Gubernur Lampung Resmikan Nama


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal memberikan nama anak harimau Sumatera yang lahir di Taman
Wisata dan Taman Satwa Lembah Hijau Bandar Lampung, Jum'at (22/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut Gubernur
menyaksikan penyerahan sertifikat
kelahiran dan pemunculan perdana ke publik dua anak Harimau Sumatera.
Baca Lainnya :
- Grand Final Muli Mekhanai 2026, Gubernur Dorong Promosikan Lampung0
- DWP Provinsi Lampung Siap Bergerak Lebih Solid dan Aktif Mendukung Pembangunan Daerah0
- Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran0
- Lampung Siaga Hadapi Serangan Siber, BSSN Dorong Pembentukan TTIS di Kabupaten/Kota0
- Peringati Harkitnas ke 118, Pemprov Lampung Gaungkan Semangat Kebangkitan Kolektif Bangsa0
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam
upaya pelestarian satwa liar yang dilindungi di Indonesia, khususnya di
Provinsi Lampung.
Kelahiran dua anak Harimau Sumatera disambut hangat
sebagai simbol harapan baru di tengah berbagai tantangan pelestarian hutan dan
satwa liar yang saat ini terus menghadapi ancaman.
Dari dua anak harimau yang lahir di Lembah
Hijau, Gubernur memberikan nama anak harimau Puspa dan Direktur Jenderal Konservasi
Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko memberikan nama
Muli Sikop
“Kelahiran mereka ini tentu menjadi bukti bahwa
harapan untuk menjaga hutan dan melestarikan hewan langka itu masih ada dan
nyata. Masih ada usaha-usaha yang sangat serius yang dilakukan, bukan hanya
oleh pemerintah, tetapi juga oleh lembaga-lembaga konservasi,” ujar Gubernur
Rahmat Mirzani Djausal.
Kelahiran dua ekor anak harimau ini menjadi
sangat istimewa sekaligus mengharukan karena latar belakang induknya. Sang
ayah, Kyai Batua, sebelumnya diselamatkan dari kawasan Suoh dalam kondisi cacat
akibat terkena jerat liar.
Sementara sang ibu, Sinta, dievakuasi dari
Bengkulu dalam kondisi serupa. Bahkan, kaki kanan depannya terpaksa diamputasi
demi menyelamatkan nyawanya.
“Kisah mereka menjadi tamparan bagi kita semua
bahwa jerat-jerat liar di hutan itu nyata dan sangat menyiksa satwa kita.
Semoga ini bisa menjadi pelajaran dan pemantik semangat bagi masyarakat untuk
menjaga hutan serta satwa yang ada di dalamnya,” lanjutnya.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam
dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, juga menyampaikan apresiasi kepada
jajaran manajemen Taman Satwa Lembah Hijau atas dedikasi dan keberhasilannya
dalam menjalankan program pembiakan (breeding) Harimau Sumatera.
Untuk menjaga kemurnian genetika dan
keberlanjutan populasi dalam jangka panjang, lembaga konservasi tersebut ke
depan merencanakan program pertukaran induk dengan lembaga konservasi lain guna
menghindari perkawinan sekerabat (inbreeding).
Keberhasilan ini membuktikan bahwa satwa yang
mengalami kecacatan dan tidak mungkin lagi dilepasliarkan ke habitat alaminya
tetap memiliki potensi reproduksi yang tinggi apabila dirawat dengan komitmen
dan metode konservasi yang tepat.
Saat ini, populasi Harimau Sumatera di alam
liar diperkirakan hanya tersisa sekitar 600 ekor dan masuk dalam kategori
Kritis (Critically Endangered).
Kondisi tersebut menempatkan Harimau Sumatera
di ambang kepunahan apabila tidak ada tindakan penyelamatan yang serius,
sebagaimana yang telah terjadi pada Harimau Jawa dan Harimau Bali yang kini
telah dinyatakan punah.
Mengingat Provinsi Lampung merupakan salah satu
benteng habitat penting bagi kelangsungan hidup Harimau Sumatera, sinergi yang
komprehensif dari Pemerintah Provinsi Lampung sangat diharapkan untuk terus
meningkatkan kesadaran masyarakat agar menghentikan praktik pemasangan jerat di
kawasan hutan.
Kampanye pelestarian harus terus digencarkan
guna menjaga Harimau Sumatera agar tetap lestari dan berkembang biak dengan
baik di habitat yang aman sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera dan seluruh
bangsa Indonesia.
Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmen
penuh untuk terus mendukung upaya konservasi seperti ini. Lampung dinilai
sangat beruntung karena dianugerahi alam yang indah, taman nasional yang luas,
serta keberadaan satwa-satwa langka yang menjadi titipan untuk dijaga bersama.
[MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)