- Wali Kota Metro Lepas Kafilah MTQ Nasional XXXI Targetkan Prestasi
- HMI Cabang Metro Audiensi dengan Wali Kota
- Bupati Parosil Siap Bawa Kopi Robusta Lampung Barat ke Panggung Nasional
- Pekon Sukarame Ditargetkan Mandiri dan Produktif Pasca Dicanangkan Desa Tapis
- Pemkab Kawal Perpanjangan Runway dan Pembangunan Dermaga Pelabuhan di DPR RI
- Pemprov Lampung Ajukan Dua Raperda, Tarif RS dan Penguatan Inovasi
- Keselamatan Anak Didik jadi Prioritas, PJJ di Provinsi Lampung Berlanjut hingga 10 September
- DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
- Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal
- Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi GAK
Keselamatan Anak Didik jadi Prioritas, PJJ di Provinsi Lampung Berlanjut hingga 10 September

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung memutuskan untuk menerapkan kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau
daring bagi seluruh satuan pendidikan pada 9–10 September 2026. Keputusan
tersebut diambil menyusul peningkatan durasi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK)
pada Selasa sore serta arah pergerakan angin yang membawa potensi sebaran abu
vulkanik ke wilayah daratan Lampung.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil
Gubernur Jihan Nurlela didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan dan jajaran saat
menggelar konferensi pers di Ruang Command Center BPBD Provinsi Lampung, Selasa
malam (8/9/2026).
Wagub Jihan memaparkan, berdasarkan
data pemantauan hingga pukul 18.00 WIB, status Gunung Anak Krakatau tetap
berada pada Level III (Siaga). Meski sejak pagi tercatat empat kali erupsi
dengan durasi di bawah 20 detik, aktivitas vulkanik susulan kembali melonjak
pada pukul 17.56 WIB dengan durasi mencapai 31 detik dan amplitudo seismogram
54 mm.
Baca Lainnya :
- DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD0
- Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal0
- Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN0
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan0
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru0
"Namun ini yang menjadi
stressing point kami adalah adanya erupsi susulan yang kemudian durasinya lebih
panjang, kemudian arah anginnya menuju wilayah Provinsi Lampung," ungkap
Wagub Jihan.
Menyikapi perkembangan tersebut,
Pemerintah Provinsi Lampung membatalkan rencana penyesuaian pembelajaran tatap
muka terbatas yang sempat diwacanakan siang harinya, guna melindungi
keselamatan anak didik dari ancaman paparan abu vulkanik.
"Kami memutuskan untuk
menyesuaikan kembali kebijakan tersebut di mana kegiatan belajar mengajar pada
Rabu dan juga Kamis, yaitu 9 dan 10 September 2026, tetap dilaksanakan secara
daring atau pembelajaran jarak jauh," jelasnya.
Selain sektor pendidikan,
Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat mengoptimalkan langkah penanganan
darurat. Koordinasi intensif dilakukan bersama BNPB, BMKG, dan PVMBG, termasuk
penyiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang saat ini tengah dievaluasi
bergantung pada pertumbuhan awan potensial di atas wilayah Lampung. Distribusi
masker, penyiraman jalur transportasi darat untuk mereduksi debu, serta uji
laboratorium sampel abu vulkanik juga terus berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub
turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa hilangnya satu unit
speedboat yang membawa 5 orang jurnalis dan 3 awak kapal (ABK) di perairan
perbatasan Selat Sunda saat bertugas meliput aktivitas vulkanik.
"Kami turut mendoakan dan
berharap seluruh jurnalis dan juga awak kapal ditemukan secara selamat dengan
keadaan sehat dan selamat, dan kami juga menyampaikan penghiburan kepada
keluarga yang saat ini senantiasa menantikan kabar dari orang-orang yang mereka
cintai tentunya. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita bersama
bahwa aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau memiliki risiko yang harus
benar-benar diperhitungkan. Keselamatan harus menjadi prioritas kita bersama,
termasuk bagi rekan-rekan media sekalian menjalankan tugas jurnalistik di
lapangan," tegas Wagub.
Masyarakat kembali diingatkan untuk
mematuhi radius bahaya 3 kilometer dari kawah aktif GAK serta tidak mudah
terpengaruh hoaks. Warga juga diimbau selalu menggunakan masker, menutup
ventilasi rumah saat paparan abu turun, serta menyiapkan tas siaga bencana.
Menindaklanjuti taujihat Majelis
Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Provinsi Lampung juga mengajak seluruh elemen
masyarakat menggelar doa bersama dan Salat Istisqa memohon hujan pada Kamis, 10
September 2026, pukul 09.00 WIB bertempat di Lapangan Korpri, Komplek Kantor
Gubernur Lampung.
"Tetap tenang
masyarakat sekalian, tetap waspada, saling menjaga, dan pastikan informasi yang
kita terima berasal dari sumber resmi," pungkas Wagub. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)