- Wali Kota Metro Lepas Kafilah MTQ Nasional XXXI Targetkan Prestasi
- HMI Cabang Metro Audiensi dengan Wali Kota
- Bupati Parosil Siap Bawa Kopi Robusta Lampung Barat ke Panggung Nasional
- Pekon Sukarame Ditargetkan Mandiri dan Produktif Pasca Dicanangkan Desa Tapis
- Pemkab Kawal Perpanjangan Runway dan Pembangunan Dermaga Pelabuhan di DPR RI
- Pemprov Lampung Ajukan Dua Raperda, Tarif RS dan Penguatan Inovasi
- Keselamatan Anak Didik jadi Prioritas, PJJ di Provinsi Lampung Berlanjut hingga 10 September
- DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
- Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal
- Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi GAK
Bupati Parosil Siap Bawa Kopi Robusta Lampung Barat ke Panggung Nasional

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Kopi robusta Lampung
Barat berpeluang menjadi salah satu buah tangan dalam perhelatan Hari Pers
Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan
digelar di Provinsi Lampung.
Rencana itu disampaikan Bupati Lampung Barat,
Parosil Mabsus, saat menerima audiensi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia
(PWI) Provinsi Lampung di Rumah Dinas Bupati Lampung Barat, Pekon Kubu Perahu,
Kecamatan Balik Bukit, Selasa (08/09/2026) malam.
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi
sekaligus dialog untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antara PWI
dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menjelang pelaksanaan dua agenda besar
insan pers tersebut.
Baca Lainnya :
- Pekon Sukarame Ditargetkan Mandiri dan Produktif Pasca Dicanangkan Desa Tapis0
- 290 Siswa Batu Brak Dapat Seragam Gratis di Tengah Produktivitas Kopi Menurun0
- Program Tiga Setel Seragam Gratis Berhasil Pangkas Beban Orang Tua0
- Bupati Perintahkan OPD Bergerak Cepat Antisipasi Abu Krakatau dan Karhutla0
- Bupati Harap KONI Expo Bukan Pameran, Tapi Pencetak Juara dan Penggerak Ekonomi 0
Dalam pertemuan itu, Parosil menyatakan
kesiapan Pemkab Lampung Barat memberikan kontribusi dalam rangkaian HPN dan
Porwanas, khususnya melalui produk unggulan daerah berupa kopi robusta.
“Pakcik siap memberikan kontribusi, khususnya
yang berkaitan dengan Lampung Barat. Salah satunya kopi robusta,” kata Parosil.
Ia mengatakan, bentuk cinderamata yang akan
diberikan masih akan dibahas lebih lanjut, termasuk teknis dan desain yang
sesuai untuk diperkenalkan dalam agenda nasional tersebut.
“Teknis atau seperti apa bentuk dan desainnya
nanti kita akan diskusikan dulu,” ujarnya.
Bagi Parosil, HPN dan Porwanas bukan sekadar
agenda organisasi dan olahraga wartawan. Dua kegiatan besar tersebut dinilai
menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan
perekonomian.
“Dua agenda besar dijadikan satu, yakni HPN dan
Porwanas. Ini merupakan hal yang luar biasa. Ini akan menggerakkan roda
perekonomian yang luar biasa dengan adanya kegiatan HPN dan Porwanas ini,” kata
dia.
Karena itu, Parosil berharap Lampung Barat
mendapat kesempatan untuk memperkenalkan kopi robusta sebagai salah satu
identitas daerah kepada para tamu dari berbagai daerah di Indonesia.
“Berikan kami kesempatan untuk mempromosikan
kopi robusta dalam kegiatan HPN dan Porwanas,” ujarnya.
Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah
mengatakan, audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi
dengan pemerintah daerah menjelang pelaksanaan HPN dan Porwanas.
Menurut dia, kunjungan itu juga menjadi
kesempatan bagi PWI menyampaikan sejumlah agenda sekaligus meminta dukungan,
saran, dan kritik dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.
“Ini agenda silaturahim. Karena sudah dua tahun
PWI Provinsi Lampung belum berkunjung ke Lampung Barat. Selain itu, ada
beberapa agenda yang disampaikan ke Bupati, butuh dukungan, saran, kritik,”
kata Wirahadikusumah.
PWI Lampung, lanjut dia, telah ditetapkan
sebagai bagian dari penyelenggaraan HPN dan Porwanas di Provinsi Lampung. Dua
agenda besar tersebut rencananya digelar bersamaan pada April 2027.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai dengan
pembukaan pada 5 April 2027 dan puncak peringatan HPN pada 12 April 2027.
Sekitar 5.000 wartawan diperkirakan akan hadir
dalam rangkaian kegiatan tersebut. Bagi PWI Lampung, kesempatan menjadi tuan
rumah menjadi tantangan sekaligus kebanggaan karena Lampung belum pernah menjadi
tuan rumah HPN.
“Kami ingin sukses sebagai tuan rumah. Karena
tamunya wartawan, kami ingin menyambut dengan baik,” ujar Wirahadikusumah.
Sejumlah persiapan mulai dilakukan. PWI Lampung
telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk terkait transportasi
penyeberangan. Gubernur Lampung juga disebut telah beberapa kali mengecek
kesiapan pelaksanaan kegiatan.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah
pembukaan Porwanas di Stadion Pahoman, Bandar Lampung. Sementara api Porwanas
direncanakan diambil dari wilayah Suoh, Lampung Barat, untuk kemudian dibawa
berkeliling ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.
Rencana tersebut dikaitkan dengan sejarah
penyelenggaraan Porwanas di Lampung pada 1993.
“Kalau memang dulu ada histori api Porwanas
diambil dari Suoh, nanti bisa jadi referensi. Kalau memang layak sesuai dengan
kriteria, kenapa tidak. Nanti ada tim yang akan melihat apakah masih ada api di
Suoh,” kata Wirahadikusumah.
Tawaran kopi robusta dari Lampung Barat
mendapat sambutan positif dari PWI Lampung.
Wirahadikusumah mengatakan, setiap daerah
memiliki peluang untuk menonjolkan ciri khas masing-masing dalam momentum HPN
dan Porwanas, mulai dari hasil bumi, produk unggulan hingga kebudayaan.
“Kami menyambut baik rencana Bupati Lampung
Barat untuk memberikan cinderamata kopi dalam kegiatan HPN dan Porwanas. Memang
banyak daerah yang ingin mengambil momen ini dengan menonjolkan ciri khas daerah
masing-masing,” katanya.
Menurut dia, kehadiran ribuan wartawan dari
berbagai daerah dapat menjadi ruang promosi yang luas bagi potensi daerah di
Lampung.
Sementara itu, Parosil menilai keberhasilan
pelaksanaan HPN dan Porwanas membutuhkan sumber daya manusia yang kuat dan
soliditas seluruh pihak.
“Pertemuan ini sangat baik. Saya yakin
pelaksanaan agenda ke depan akan sukses. Agenda ini membutuhkan SDM yang kuat
dan soliditas yang baik,” kata Parosil.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PWI
Lampung yang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan agenda tersebut.
“Saya mendoakan mudah-mudahan apa yang menjadi
kepercayaan dari PWI pusat bisa dilaksanakan dengan baik dan sukses,” ujarnya.
Parosil juga menyatakan akan berupaya hadir
dalam kegiatan kick off HPN yang dijadwalkan pada 29 November 2026. Kick off
tersebut akan dirangkai dengan kegiatan PWI Running.
Di sisi lain, PWI Lampung memastikan persiapan
pelaksanaan HPN dan Porwanas terus dilakukan melalui berbagai bidang.
Wirahadikusumah menegaskan, PWI tidak dapat
menjalankan seluruh agenda tersebut sendiri. Dukungan dari berbagai pihak,
termasuk pemerintah daerah, tetap dibutuhkan.
Namun, ia memastikan penyelenggaraan kegiatan
tersebut diupayakan tidak membebani anggaran pemerintah daerah.
“Janji kami kepada gubernur, kami tidak akan
membebani APBD,” kata Wirahadikusumah.
Dalam audiensi tersebut, Wirahadikusumah
didampingi Sekretaris PWI Lampung Andi Panjaitan, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama
Segan Simanjuntak, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah Lukmansah, serta
sejumlah pengurus lainnya.
Sementara Parosil didampingi Asisten II Bidang
Perekonomian dan Pembangunan Pirwan, SE, Kepala Bappeda Lampung Barat Erik
Enriko, Kepala BPKAD Lampung Barat Sumadi, serta sejumlah pejabat lainnya.
Bagi Lampung Barat, momentum HPN dan Porwanas
dapat menjadi lebih dari sekadar perhelatan nasional. Di tengah ribuan wartawan
yang akan berkumpul di Lampung, ada kesempatan membawa nama kopi robusta Lambar
lebih jauh, dari perkebunan lokal menuju panggung nasional. [MFH/Diskominfo
Lampung Barat]











3.jpg)