- Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal
- Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi GAK
- Bupati Pringsewu Sampaikan Perubahan APBD 2O26
- Wabup Pringsewu Buka Pesta Siaga dan Lomba Tingkat Kwarran Ambarawa
- 694 Warga Pekon Pamenang Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah
- Pemkab Lamtim Sosialisasikan Dampak dan Penanganan Abu Vulkanik GAK
- Wabup Azwar Hadi Matangkan Persiapan Pencanangan Desa Tapis di Nibung
- Pemkot Metro Ikuti Rakor Penanganan Karhutla dengan Perusahaanan Pemegang HGU dan PBPH
- 290 Siswa Batu Brak Dapat Seragam Gratis di Tengah Produktivitas Kopi Menurun
- Program Tiga Setel Seragam Gratis Berhasil Pangkas Beban Orang Tua
Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi GAK


PESAWARAN, MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung
memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana akibat erupsi
Anak Gunung Krakatau dengan memantau langsung kesiapan Desa Tangguh Bencana
(Destana) di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran.
Monitoring dilakukan Wakil Gubernur Lampung
Jihan Nurlela di Puskesmas Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Selasa (8/9/2026).
Baca Lainnya :
- Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani0
- Pesawaran Bersholawat Tandai Satu Tahun Capaian Pembangunan0
- Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Taman Sari, Bupati Instruksikan Penanganan Lintas Sektor0
- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu 0
- Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Perkuat Fondasi Pembangunan Pesawaran0
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Lampung turut
menyerahkan bantuan berupa 500 masker 3 ply, 500 masker KN95, 1.000 masker
kain, 200 pakaian hazmat, serta satu unit konsentrator oksigen kepada
masyarakat melalui Destana Desa Cilimus dan Desa Sukajaya Lempasing.
Bantuan tersebut diharapkan mendukung kesiapan
fasilitas dan masyarakat dalam menghadapi dampak kesehatan akibat aktivitas
vulkanik Anak Gunung Krakatau.
Wagub Jihan mengatakan bahwa pembentukan
Destana oleh BPBD Provinsi Lampung sebelumnya telah disertai pelatihan dan
pembekalan.
Karena itu, kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau
menjadi momentum untuk memastikan kesiapan tersebut benar-benar dapat
diterapkan ketika terjadi bencana.
“Dalam situasi seperti ini saya ingin mengecek
kesiapan. Dalam membentuk Desa Tanggap Bencana ada pelatihan-pelatihan dan
pembekalan yang diharapkan menjadi bekal ketika merespons suatu kebencanaan,”
ujarnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan
dengan keberadaan struktur pengurus Destana, tetapi juga kemampuan masyarakat
merespons secara cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Dalam monitoring tersebut, Wagub Jihan meminta
pengurus Destana menjelaskan skenario penanganan apabila terjadi erupsi yang
lebih besar, gempa bumi, hingga potensi tsunami.
Di Desa Cilimus sendiri, pengurus Destana
menyiapkan lokasi evakuasi di wilayah yang lebih tinggi, termasuk tenda dan
dapur umum.
Desa tersebut juga mengandalkan sistem
peringatan dini berupa sirene yang dapat terdengar hingga wilayah sekitar.
Sementara itu, Destana Sukajaya Lempasing telah
menyiapkan delapan titik evakuasi.
Desa yang memiliki wilayah lebih rendah
tersebut menggunakan sistem penyebaran informasi berjenjang, mulai dari
perangkat desa, kepala dusun, RT, hingga masyarakat.
Informasi peringatan juga disampaikan melalui
masjid dan musala menggunakan interkom.
Wagub Jihan menekankan bahwa titik-titik
evakuasi seharusnya sudah diketahui masyarakat sebelum bencana terjadi.
Dengan demikian, ketika peringatan dikeluarkan,
warga dapat segera menuju lokasi evakuasi sambil membawa perlengkapan yang
telah disiapkan dan salah satu yang ditekankan adalah Tas Siaga Bencana (TSB).
Wagub Jihan meminta setiap keluarga menyiapkan
TSB untuk masing-masing anggota keluarga.
Tas tersebut harus ditempatkan di lokasi yang
mudah dijangkau sehingga dapat segera dibawa ketika evakuasi diperlukan.
“Prinsipnya satu orang satu Tas Siaga Bencana
dan ditaruh di tempat yang terjangkau, jangan ditaruh di gudang atau tempat
yang tidak bisa dijangkau,” ujarnya.
TSB dapat berisi kebutuhan dasar seperti air
minum, pakaian, obat-obatan, makanan ringan, surat berharga, uang, serta
perlengkapan tambahan seperti senter dan radio komunikasi.
Wagub Jihan juga mengingatkan masyarakat agar
tetap tenang dan waspada menyikapi aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.
Masyarakat diminta menggunakan masker dan, jika
memungkinkan, kacamata saat beraktivitas di luar rumah dan makanan serta
minuman juga perlu ditutup untuk mencegah paparan abu vulkanik.
“Partikel dari abu vulkanik itu bukan seperti
debu biasa,” tegasnya.
Ia mengatakan bahwa pemerintah juga menerima
laporan adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di
sejumlah wilayah.
Karena itu, masyarakat diminta lebih
memperhatikan kondisi kesehatan selama paparan abu vulkanik masih terjadi.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran
Sopyan Agani mengatakan bahwa Pemkab Pesawaran telah melakukan koordinasi
dengan Dinas Kesehatan sejak menerima laporan aktivitas erupsi pada Sabtu sore.
Dinas Kesehatan kemudian membuka posko dan
mendistribusikan masker kepada masyarakat.
Hingga saat ini, pembagian masker telah
dilakukan di 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran dengan jumlah sekitar 80.000
masker.
BPBD Kabupaten Pesawaran juga mendistribusikan
bantuan masker, terutama ke empat kecamatan yang berada di wilayah pesisir.
Selain bantuan, Pemkab Pesawaran memanfaatkan
grup komunikasi Desa Tangguh untuk menyebarkan informasi kebencanaan secara
real-time.
Informasi perkembangan erupsi Anak Gunung
Krakatau diteruskan secara berkala, termasuk setiap enam jam.
Sopyan meminta kepala desa dan camat, khususnya
di wilayah pesisir, memastikan seluruh kepala desa kembali aktif dalam grup
komunikasi tersebut agar tidak kehilangan informasi penting terkait
perkembangan situasi.
Di sisi lain, Sopyan menyebut seluruh desa di
Kabupaten Pesawaran secara legal telah dibentuk sebagai Desa Tangguh. Namun,
sebagian desa masih membutuhkan penguatan kapasitas melalui pelatihan dan
pembekalan.
“Pembentukan sudah kita
lakukan. Ke depan, mudah-mudahan untuk penguatan Desa Tangguh bisa kita
laksanakan,” pungkasnya.[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)