- Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi GAK
- Bupati Pringsewu Sampaikan Perubahan APBD 2O26
- Wabup Pringsewu Buka Pesta Siaga dan Lomba Tingkat Kwarran Ambarawa
- 694 Warga Pekon Pamenang Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah
- Pemkab Lamtim Sosialisasikan Dampak dan Penanganan Abu Vulkanik GAK
- Wabup Azwar Hadi Matangkan Persiapan Pencanangan Desa Tapis di Nibung
- Pemkot Metro Ikuti Rakor Penanganan Karhutla dengan Perusahaanan Pemegang HGU dan PBPH
- 290 Siswa Batu Brak Dapat Seragam Gratis di Tengah Produktivitas Kopi Menurun
- Program Tiga Setel Seragam Gratis Berhasil Pangkas Beban Orang Tua
- Damkar Tanggamus Bergerak, Semprot Sekolah dan Fasilitas Terdampak Abu Vulkanik
Pemkab Lamtim Sosialisasikan Dampak dan Penanganan Abu Vulkanik GAK

SUKADANA, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Lampung
Timur menggelar sosialisasi dampak dan penanganan abu vulkanik Anak Gunung
Krakatau sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan serta memberikan pemahaman
kepada masyarakat terkait potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan
aktivitas sehari-hari.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa
Sukadana Pasar, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Senin (7/9/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Lampung Timur Mohammad Ridwan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Lampung Timur dr. Ekawaty Apryandar, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik
Endah Renaningtiasih, jajaran BPBD, serta masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPBD
Kabupaten Lampung Timur Mohammad Ridwan mengajak seluruh peserta sosialisasi
untuk menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, masyarakat
yang telah mendapatkan pemahaman mengenai penanganan abu vulkanik diharapkan
dapat meneruskan informasi yang benar kepada perangkat desa, tokoh masyarakat,
keluarga, dan warga lainnya.
Baca Lainnya :
- Wabup Azwar Hadi Matangkan Persiapan Pencanangan Desa Tapis di Nibung0
- Bupati Resmikan Demplot Mangrove 2 Hektare di Muara Gading Mas0
- Komisi IV DPR RI Kunjungi TN Way Kambas, Dorong Penguatan Konservasi dan Pencegahan Karhutla0
- Bupati Lampung Timur Lantik Lima Kepala Desa PAW0
- Setelah 27 Tahun, Aset Tanah Pemkab Lamtim Berhasil Diselamatkan dan Mulai Disertifikasi0
“Kami berharap bapak dan ibu yang hadir pada
kesempatan ini turut menjadi agen perubahan untuk memberikan pemahaman kepada
sesama perangkat desa, para tokoh masyarakat, dan seluruh warga masyarakat,”
ujar Mohammad Ridwan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap
tenang namun selalu siaga dalam menghadapi situasi kebencanaan. Menurutnya,
masyarakat perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan, termasuk jalur
evakuasi, namun tidak perlu panik akibat informasi yang belum jelas
kebenarannya.
“Patokannya adalah kita harus tenang, tetapi
tetap siaga dan siap. Bagaimana kalau terjadi sesuatu, kita sudah tahu jalur
evakuasinya ke mana,” jelasnya.
Mohammad Ridwan menekankan pentingnya menyaring
informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta masyarakat tidak
terburu-buru membagikan informasi terkait erupsi, gempa, maupun potensi tsunami
apabila sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan pernah terbuai dengan
informasi-informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan. Kalau ada informasi
yang beredar di media sosial tetapi belum jelas sumbernya, jangan buru-buru
di-share dan jangan ikut panik,” tegasnya.
Menurutnya, informasi kebencanaan harus mengacu
pada sumber resmi, antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG), BPBD Provinsi Lampung, BPBD Kabupaten Lampung Timur, serta Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan
kanal informasi resmi pemerintah, termasuk media sosial BPBD Kabupaten Lampung
Timur, BPBD Provinsi Lampung, BNPB, dan BMKG, Kominfo Lampung TImur, guna
memperoleh informasi yang akurat dan terkini.
“Kalau kita ikut membagikan konten atau
informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, otomatis kita ikut membuat
kegaduhan, ketidaknyamanan, dan kekhawatiran di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Lampung Timur dr. Ekawaty Apryandar menjelaskan bahwa abu vulkanik
perlu diwaspadai karena mengandung partikel yang sangat halus. Salah satu
kandungan abu vulkanik adalah silika yang dapat berdampak terhadap kesehatan
apabila terhirup dalam jumlah tertentu.
Ia mengatakan, paparan abu vulkanik dapat
mengganggu saluran pernapasan, terutama apabila partikel debu masuk hingga
bagian saluran pernapasan yang lebih dalam.
“Namanya debu, apabila terhirup dapat
menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Karena partikelnya sangat kecil, abu
tersebut dapat masuk hingga bagian saluran pernapasan yang lebih dalam,” jelas
dr. Ekawaty.
Untuk itu, masyarakat diimbau mengurangi
aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak, khususnya
anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia yang dinilai lebih rentan terhadap dampak
paparan abu vulkanik.
Selain saluran pernapasan, abu vulkanik juga
dapat mengganggu kesehatan mata. Karena itu, masyarakat dianjurkan menggunakan
masker sebagai perlindungan utama dan, apabila memungkinkan, menggunakan
kacamata untuk mengurangi kontak langsung abu dengan mata.
Dr. Ekawaty juga menyampaikan sejumlah langkah
perlindungan bagi kegiatan masyarakat. Untuk kegiatan belajar mengajar, selama
kondisi masih dalam pemantauan, sekolah dapat mengoptimalkan pembelajaran dari
rumah atau pembelajaran daring sesuai kebijakan dan kondisi di lapangan.
Sementara untuk kegiatan Posyandu yang
melibatkan balita, pelayanan diupayakan berlangsung di dalam gedung dan tidak
dilakukan di ruang terbuka. Hal tersebut penting mengingat balita belum dapat
menggunakan masker secara optimal.
“Kalau memang kegiatan Posyandu sudah
terjadwal, diupayakan pelayanannya dilakukan di dalam gedung, bukan di luar
gedung, dengan tetap menerapkan protokol perlindungan diri terhadap abu
vulkanik,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh puskesmas di Kabupaten
Lampung Timur telah dikoordinasikan dan siap memberikan pelayanan apabila
masyarakat mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan abu
vulkanik.
“Semua puskesmas sudah terkoordinasi dan siap
menghadapi kondisi ini. Apabila masyarakat mengalami sesuatu atau keluhan
kesehatan, silakan segera berkoordinasi dengan puskesmas terdekat,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan
dengan pembagian masker secara gratis kepada masyarakat di kawasan Pasar
Sukadana. Pembagian masker tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur dalam meningkatkan perlindungan masyarakat sekaligus
mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah potensi
paparan abu vulkanik.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengajak
seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, menggunakan
alat pelindung diri, serta hanya mempercayai informasi yang berasal dari sumber
resmi pemerintah.
Dengan sinergi antara pemerintah, perangkat
desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kesiapsiagaan menghadapi
potensi bencana dapat terus diperkuat dan masyarakat Kabupaten Lampung Timur
tetap aman serta terlindungi. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)