- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan
- Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik GAK
- Wulan Mirza Buka Lampung Fun Swimming Festival 2026
- Gubernur Mirza Dorong Anak Muda Lampung Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Konsumen
- GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker
- Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Guyur Pematang Sawa
- Polsek Talang Padang Identifikasi Korban Tersengat Listrik di Kolam Ikan Gisting
- Bupati Dedi Irawan dan Kapolres Pesisir Barat Perkuat Sinergi
- Pemprov Lampung Launching Website Peduli TB dan Bentuk Kopi TB 2026
- Polsek Talang Padang Identifikasi Temuan Mayat Pria 66 Tahun di Gisting Bawah
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung
Anak Krakatau, termasuk potensi dampaknya terhadap pelayanan transportasi dan
mobilitas masyarakat di lintasan Merak–Bakauheni.
Hingga Sabtu (5/9/2026), pelayanan
penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni masih berjalan normal. Cabang Merak
dan Cabang Bakauheni tetap melayani pengguna jasa dengan memperhatikan kondisi
cuaca, perairan, serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung,
Bambang Soembogo, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi
terkait untuk memastikan pelayanan transportasi tetap berjalan dengan
mengutamakan keselamatan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik GAK0
- Wulan Mirza Buka Lampung Fun Swimming Festival 20260
- Gubernur Mirza Dorong Anak Muda Lampung Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Konsumen0
- Gubernur Mirza Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Hilirisasi Potensi Desa0
- Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional0
“Pelayanan Merak–Bakauheni masih berjalan. Kami
terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Aspek
keselamatan menjadi prioritas dalam setiap langkah operasional,” ujar Bambang.
Menurutnya, perkembangan kondisi di wilayah
Selat Sunda akan terus dipantau. Apabila terdapat perubahan situasi yang
berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran, langkah penanganan akan dilakukan
berdasarkan informasi teknis dan arahan dari otoritas yang berwenang.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry
(Persero) juga memastikan operasional layanan penyeberangan Merak–Bakauheni
hingga saat ini masih berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
ASDP terus memantau aktivitas Gunung Anak
Krakatau yang saat ini berada pada Level III (Siaga). Pemantauan dilakukan
secara intensif bersama instansi terkait sebagai bagian dari upaya menjaga
keselamatan pengguna jasa dan petugas di lapangan.
Selain sektor penyeberangan, aktivitas abu
vulkanik juga berdampak terhadap sejumlah penerbangan yang melayani Bandara
Radin Inten II (TKG). Berdasarkan laporan operasional pada Sabtu (5/9/2026),
terdapat penerbangan yang mengalami return to base maupun pembatalan akibat
kondisi abu vulkanik di sekitar aerodrome.
Untuk penerbangan pada Minggu (6/9/2026),
otoritas bandara menyiapkan langkah mitigasi melalui pemantauan kondisi abu
vulkanik sebelum menentukan status operasional penerbangan.
Rencananya, paper test dilakukan mulai pukul
05.00 hingga 07.00 waktu setempat. Apabila hasil pemantauan menunjukkan kondisi
negatif abu vulkanik, maka status operasional aerodrome akan disesuaikan
melalui penerbitan kebijakan NOTAM (Notice to Airmen atau Notice to Air
Missions), yaitu pemberitahuan resmi yang berisi informasi penting mengenai
kondisi, perubahan, atau potensi bahaya pada fasilitas, layanan, dan prosedur
penerbangan yang bersifat penting serta berjangka waktu pendek.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk memberikan
kepastian kepada maskapai sekaligus mengantisipasi potensi penumpukan penumpang
apabila kondisi abu vulkanik masih memengaruhi keselamatan penerbangan.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap
tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti perkembangan informasi
dari sumber resmi. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan juga diharapkan
memperhatikan informasi terbaru dari operator transportasi dan arahan petugas
di lapangan.
“Yang terpenting masyarakat tidak perlu panik.
Tetap waspada, ikuti informasi resmi dan arahan petugas. Setiap perkembangan
akan terus kami koordinasikan dan evaluasi,” kata Bambang.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh
instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk
memastikan pelayanan transportasi tetap berlangsung secara aman, tertib, dan
sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]










3.jpg)