- Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional
- Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal
- Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani
- Bupati Resmikan Demplot Mangrove 2 Hektare di Muara Gading Mas
- Komisi IV DPR RI Kunjungi TN Way Kambas, Dorong Penguatan Konservasi dan Pencegahan Karhutla
- KPK RI Perkuat Pengawasan Pencegahan Korupsi di Kota Metro
- BPK Evaluasi Tata Kelola RSUD Ahmad Yani Metro
- Pemkab Lampung Tengah Tegaskan Kesiapan Dukung Pemeriksaan BPK RI
- Ketua Umum IKWT Lampung Tengah Pimpin Rakor
- Plt. Ketua TP PKK Hadiri Gerak Pangan TPID, Dukung Pengendalian Inflasi di Lampung Tengah
Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional
Tapis hingga Sulam Usus Jadi Andalan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Kriya khas Lampung
kembali bersiap mencuri perhatian di panggung nasional. Dewan Kerajinan
Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung akan membawa sejumlah produk
unggulan hasil karya perajin daerah dalam rangkaian event nasional di Jakarta
sepanjang September hingga Oktober 2026.
Salah satu agenda utama yang akan diikuti yakni
Kriya Nusa 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 26–30 September 2026. Dalam
ajang tersebut, Dekranasda Provinsi Lampung akan menampilkan beragam kekayaan
kriya daerah, mulai dari koleksi kain tapis dari berbagai produsen, Batik
Lampung, produk fashion, hingga demo pembuatan tapis.
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama
Wulan Sari Mirza, menegaskan keikutsertaan Lampung dalam berbagai event
nasional tersebut bukan sekadar untuk memamerkan produk, tetapi menjadi
momentum memperkenalkan karakter dan identitas kriya Lampung kepada masyarakat
yang lebih luas, Jum'at (04/09/2026).
Baca Lainnya :
- Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal0
- Sekdaprov Marindo Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas0
- Kepala Kemenag Ajak Masyarakat Manfaatkan Gerai Kementerian Agama di MPP Bandar Lampung0
- Kemenag Bandar Lampung Tuntaskan Pembinaan 780 Guru PAI Penerima Sertifikasi0
- Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa0
Menurutnya, produk yang ditampilkan harus mampu
merepresentasikan kekhasan Lampung sekaligus memiliki kualitas yang mampu
bersaing di pasar nasional.
“Kerajinan yang dibawa hatus mampu menampilkan kriya khas Lampung dari
kerajinan tangan yang mempunyai kekhasan dan memiliki karakter,” tegasnya.
Ia menyebut, berbagai produk berciri khas
Lampung akan menjadi bagian penting dalam materi promosi daerah. Selain tapis
dan Batik Lampung, sulam usus serta berbagai kerajinan bernuansa Lampung juga
akan mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada pengunjung.
Keikutsertaan tersebut diharapkan tidak hanya
meningkatkan eksposur produk kerajinan Lampung, tetapi juga membuka peluang
lebih besar bagi para perajin dan pelaku usaha untuk memperluas pasar hingga
tingkat nasional.
Menariknya, partisipasi Lampung dalam Kriya
Nusa 2026 tidak hanya membawa nama Provinsi Lampung. Sejumlah kabupaten/kota
juga akan turut ambil bagian untuk memperkuat representasi kriya daerah.
Kabupaten Pesisir Barat, Kota Bandar Lampung,
Lampung Selatan, dan Lampung Utara direncanakan turut berpartisipasi dengan
membawa produk-produk kriya unggulan masing-masing.
Purnama Wulan Sari yang biasa disapa Batin
Wulan menekankan bahwa produk yang dibawa ke ajang nasional harus melalui
proses kurasi. Hal tersebut penting agar karya yang tampil benar-benar memiliki
standar kualitas sekaligus mampu membangun citra positif kriya Lampung.
“Produk yang akan ditampilkan harus berkualitas
dan yang sudah terkurasi,” tegasnya.
Setelah Kriya Nusa 2026, agenda promosi kriya
Lampung akan berlanjut. Ketua Dekranasda Provinsi Lampung juga mendapat undangan
kehormatan pada peringatan Hari Batik Nasional yang direncanakan akan
berlangsung pada 2 Oktober 2026 di Jakarta.
Selanjutnya, pada tanggal 7–11 Oktober 2026,
Dekranasda Provinsi Lampung juga akan kembali mengambil bagian dalam Inacraft,
salah satu ajang kerajinan dan produk kreatif berskala nasional.
Rangkaian keikutsertaan dalam berbagai event
tersebut menjadi peluang strategis bagi Lampung untuk semakin mengangkat tapis,
batik, sulam usus, fashion, dan berbagai kerajinan khas daerah agar tidak hanya
dikenal sebagai produk budaya, tetapi juga berkembang sebagai produk ekonomi
kreatif yang bernilai tambah.
Dekranasda Provinsi Lampung terus mendorong
agar karya para perajin memiliki kualitas, desain, serta karakter yang kuat.
Dengan demikian, identitas budaya Lampung tetap melekat, sementara produknya
mampu mengikuti perkembangan selera pasar dan menjangkau konsumen yang lebih
luas.
Panggung nasional menjadi kesempatan bagi
Lampung untuk menunjukkan bahwa kekayaan tradisi dan kreativitas para perajin
daerah dapat berjalan beriringan dengan tuntutan industri kreatif modern.
Tapis boleh berakar dari tradisi, tetapi
kiprahnya kini disiapkan untuk menembus pasar nasional. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)