- Jalan Rusak Tanggamus Capai 521 Km, PUPR Ungkap Kebutuhan Anggaran Rp1,56 Triliun
- Polsek Pulau Panggung Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran di Batu Tegi
- Kasat Reskrim Polres Tanggamus Jelaskan Penanganan Kasus Konten Kreator RH
- Bunda Literasi Lampung Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya melalui Pameran Kayu Ara
- Pemprov Perkuat Pemberdayaan Masyarakat untuk Percepat Kemajuan Desa
- Ajiudin: Selain Sekdes Pulau Jaya, Menjadi Banser juga Bentuk Pengabdian untuk Masyarakat dan Agama
- Koperasi Pesisir Diperkuat, Nelayan Lamtim Didorong Miliki Posisi Tawar Lebih Baik
- Usaha Susu Kambing Etawa di Lampung Barat Tembus Luar Daerah
- Dorong Ekonomi Pesisir Barat, Bupati Dedi Irawan Hadiri Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta
- Jaga Kelestarian Hutan TNBBS, Sekda Pesisir Barat Perkuat Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum
Bunda Literasi Lampung Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya melalui Pameran Kayu Ara

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Bunda Literasi Provinsi
Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza atau Batin Wulan, mengajak masyarakat,
khususnya generasi muda, untuk semakin mengenal sejarah, mencintai, dan
melestarikan budaya Lampung melalui kegiatan literasi, seni, dan kreativitas.
Ajakan tersebut disampaikan Batin Wulan saat
menghadiri rangkaian kegiatan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi
Lampung, Jumat (23/10/2026), yang diisi dengan pembukaan Pameran Kayu Ara:
Arsitektur, Teknologi, dan Budaya Lampung karya Anshori Djausal, serta
pembagian hadiah Lomba Pidato Bahasa Lampung dan Lomba Menulis Cerpen.
Pameran Kayu Ara sebelumnya telah sukses
digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dan kini hadir di
Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung.
Baca Lainnya :
- Pemprov Perkuat Pemberdayaan Masyarakat untuk Percepat Kemajuan Desa0
- APBD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan0
- Pemprov Buka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Daerah0
- APBD Lampung 2027 Dibahas, Anggaran Didorong Lebih Berdampak bagi Masyarakat0
- Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Ekonomi Daerah dari Desa0
Batin Wulan mengapresiasi karya dan dedikasi
Anshori Djausal sebagai tokoh budaya, dan ilmu pengetahuan yang diharapkan
terus memberikan inspirasi serta kontribusi bagi kemajuan Provinsi Lampung.
Menurutnya, pameran tersebut tidak hanya
menampilkan karya, tetapi juga menghadirkan cerita dan nilai sejarah yang dapat
membantu masyarakat memahami perjalanan serta kekayaan budaya daerah.
"Bagaimana generasi muda mau bangga dan
melestarikan budaya jika mereka tidak mengenal sejarahnya? Melalui pameran
seperti ini, kita berharap anak-anak dan generasi muda semakin tertarik
mempelajari sejarah serta bangga dengan Provinsi Lampung dan budayanya,"
ujar Batin Wulan.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan
kesempatan mengunjungi pameran yang berlangsung pada 20 Oktober hingga 2
November 2026 tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Batin Wulan
menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan pemenang Lomba Pidato Bahasa
Lampung tingkat SMP/MTs serta Lomba Menulis Cerpen tingkat SMA/SMK/MA.
Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan
bahwa generasi muda memiliki semangat untuk mengenal dan melestarikan bahasa
daerah.
Ia mengaku bangga melihat keberanian para
peserta menyampaikan pidato dengan lancar, bahkan tanpa menggunakan teks.
Pesan-pesan yang disampaikan peserta mengenai pentingnya menjaga adat dan
budaya juga dinilai memiliki makna mendalam.
"Ini luar biasa. Anak-anak kita masih di
tingkat SMP sudah berani tampil dan menyampaikan pesan tentang pelestarian
budaya. Selamat kepada para pemenang. Namun, bukan hanya kemenangan yang utama,
keberanian untuk tampil dan berkarya juga merupakan hal yang sangat
membanggakan," katanya.
Batin Wulan menegaskan bahwa pelestarian bahasa
Lampung merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang tinggal di
Provinsi Lampung, bukan hanya masyarakat bersuku Lampung. Karena itu,
penggunaan bahasa daerah perlu terus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mencontohkan upaya pelestarian bahasa dan
budaya melalui penggunaan bahasa Lampung pada hari Kamis, pakaian batik
Lampung, serta pengenalan lagu-lagu daerah.
Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari
ikhtiar bersama untuk menjaga identitas dan kekayaan budaya Lampung.
"Selain tapis, kita juga memiliki batik
Lampung yang menjadi bagian dari kekayaan wastra daerah. Mudah-mudahan ini
dapat mendorong para perajin dan pelaku UMKM batik Lampung serta wastra untuk
terus berinovasi," ujarnya.
Batin Wulan menambahkan, kegiatan lomba pidato
dan menulis cerpen merupakan wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan
imajinasi, mengasah kemampuan menulis, serta menyampaikan pesan-pesan positif
melalui karya sastra.
Ia berharap sekolah dapat terus mendorong
kegiatan yang menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan seni budaya Lampung,
seperti pidato, drama, menyanyikan lagu daerah, serta kegiatan kreatif lainnya.
Dalam kesempatan itu, ia menilai perpustakaan
tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi,
pengembangan kreativitas, dan pengenalan seni budaya bagi anak-anak serta
masyarakat.
"Kita percaya membangun daerah dimulai
dari sumber daya manusianya. Dengan membaca, anak-anak akan memiliki wawasan
dan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Karena itu, kita perlu terus membangun
kecintaan terhadap literasi, membaca, dan menulis," ujarnya.
Batin Wulan berharap Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Provinsi Lampung bersama 15 kabupaten/kota lainnya terus menghadirkan
inovasi dan kegiatan yang menarik agar semakin diminati masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar kemajuan teknologi,
termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dimanfaatkan
untuk memperluas akses pengetahuan dan mendukung kemajuan kebudayaan tanpa
menghilangkan identitas daerah.
Untuk itu, Batin Wulan mengajak kalangan
pendidikan, komunitas literasi, penggiat seni, dan masyarakat untuk terus
bekerja sama membangun ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan.
"Mari kita ciptakan lingkungan yang
mendorong anak-anak dan generasi muda gemar berkreasi dan berkarya, sehingga
mereka bangga menjadi anak Indonesia dan menjadi bagian dari masyarakat Lampung
" tuturnya.
Selain lomba, rangkaian kegiatan juga diisi
dengan aktivitas bersama anak-anak TK. Batin Wulan bertemu dan menyapa
anak-anak, mengikuti kegiatan melukis menggunakan media balon, serta
menerbangkan layang-layang bersama.
Kegiatan ini
diselenggarakan bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Dewan
Kesenian Lampung (DKL), Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi), Universitas
Lampung, Institut Teknologi Sumatera, dan Universitas Bandar Lampung.
[MFH/Pemprov Lampung]











