- APBD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan
- Kapolres Sambut Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Lampung, Periksa Empat Bidang
- Polsek Kota Agung dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi Mayat Perempuan di Pasar Madang
- Pemprov Buka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Daerah
- Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemprov Perkuat Dukungan bagi Santri dan Pesantren
- Peringati Hari Santri, Bupati Umrohkan 2 Pimpinan Ponpes dan Berangkatkan 5 Santri Wisata Kebangsaan
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Hari Santri 2026
- Umi Laila Buka Peringati Hari Pangan se-Dunia 2026
- Investasi Tanggamus TW III Tembus Rp115,97 Miliar, PMDN Berkontribusi 69,2 Persen
- Desa Sungai Langka Dicanangkan Sebagai Desa Tapis
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemprov Perkuat Dukungan bagi Santri dan Pesantren

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menjadi Pembina Upacara pada Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat
Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatul
Mubtadiin, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Kamis (22/10/2026).
Dalam upacara tersebut, Gubernur
membacakan amanat tertulis Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH.
Nasaruddin Umar, M.A., di hadapan ribuan santri se-Provinsi Lampung.
Mengusung tema nasional
"Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", Menteri Agama
menegaskan bahwa peringatan ini merupakan momentum historis untuk meneladani
Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 seraya mentransformasikan semangat juang
tersebut ke dalam tantangan era modern.
Baca Lainnya :
- SDN 1 Bumidaya Palas Gelar Upacara Memperingati Hari Santri Nasional 20260
- Gubernur Mirza Dorong Pembudidaya Ikan Lampung Makin Sejahtera0
- KMP Batu Mandi Terbakar, Seluruh Penumpang Berhasil Diselamatkan0
- 850 Peserta, 360 Jeep, Satu Misi: Angkat Pariwisata Lampung Selatan0
- Wagub Jihan Pantau Perkembangan Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca 0
"Jika dahulu para santri
menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini
santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan
tentu saja akhlak mulia," ujar Menteri Agama.
Menyongsong Indonesia Emas 2045,
pondok pesantren dituntut melahirkan sumber daya manusia unggul yang adaptif
namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan. Para santri diminta
tidak merasa rendah diri dalam bersaing di kancah global.
"Santri tidak boleh merasa
kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari
ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus
belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan
Indonesia," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut,
Pemerintah Provinsi Lampung turut menyambut positif komitmen Pemerintah Pusat
di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi telah membentuk
Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama RI. Pembentukan
unit eselon I ini dinilai strategis dalam mengoptimalkan tiga pilar utama
pesantren, yakni fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi
masyarakat.
Menutup amanatnya, Menteri Agama
mengingatkan bahwa Hari Santri hakikatnya mencerminkan nilai kebangsaan yang
inklusif atas dasar semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian
dari iman).
"Hari Santri bukan hanya milik
santri dan pesantren. Hari Santri juga bukan hanya milik umat Islam. Hari
Santri adalah milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan,
menjunjung persatuan, dan mencintai tanah airnya," pungkasnya.
Di kesempatan yang sama,
Gubernur Mirza secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan, meliputi
Penyaluran ribuan mushaf Al-Quran, penyerahan izin operasional pendirian pondok
pesantren untuk Ponpes Mangkunegara (Bandar Lampung) dan Ponpes Madrasatul
Qur'an As-Mamuzy (Metro), beasiswa santri disalurkan melalui Baznas Provinsi
Lampung guna mendukung program "Satu Desa, Satu Tahfiz Al-Qur'an",
serta bantuan bibit alpukat kepada Ponpes Ibanatul Karomah dan Ponpes Sabilul
Musthofa. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










