- Ajiudin: Selain Sekdes Pulau Jaya, Menjadi Banser juga Bentuk Pengabdian untuk Masyarakat dan Agama
- Koperasi Pesisir Diperkuat, Nelayan Lamtim Didorong Miliki Posisi Tawar Lebih Baik
- Usaha Susu Kambing Etawa di Lampung Barat Tembus Luar Daerah
- Dorong Ekonomi Pesisir Barat, Bupati Dedi Irawan Hadiri Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta
- Jaga Kelestarian Hutan TNBBS, Sekda Pesisir Barat Perkuat Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum
- Meriahkan Hari Santri 2026, PP MWCNU Jati Agung Barat Gelar Pawai
- APBD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan
- Kapolres Sambut Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Lampung, Periksa Empat Bidang
- Polsek Kota Agung dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi Mayat Perempuan di Pasar Madang
- Pemprov Buka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Usaha Susu Kambing Etawa di Lampung Barat Tembus Luar Daerah
Bupati Parosil: Harganya Merakyat, Khasiatnya Dahsyat

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat,
Parosil Mabsus, mengunjungi peternakan kambing perah jenis Etawa Kaligesing
milik Pak Hendri Gatot Sukoco di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit,
Kamis (22/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Parosil
menyerahkan langsung sertifikat halal untuk produk susu kambing yang dikelola
Hendri sekaligus melihat kandang kambing etawa Kaligesing dan berbincang
mengenai pengolahan susu yang ditekuninya.
“Ini produk susunya Pak Hendri ini sudah
dinyatakan halal, sertifikasinya jelas. Hallalan thoyyiban, harganya merakyat,
khasiatnya dahsyat,” ucap Parosil saat meninjau kandang.
Baca Lainnya :
- Peringati Hari Santri, Bupati Umrohkan 2 Pimpinan Ponpes dan Berangkatkan 5 Santri Wisata Kebangsaan0
- Gerakan Pangan Murah di Liwa, Pemkab Sediakan Beras dan Minyak Goreng Harga Terjangkau0
- Bupati Parosil Apresiasi Tren Penurunan Kemiskinan di Lampung Barat0
- Bupati Parosil Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan0
- Bupati Parosil Kunjungi Rumah Warga Ludes Terbakar di Sumber Jaya0
Hendri diketahui mulai beternak kambing sejak
2024 dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya yang awalnya hanya untuk
penggemukan.
Kini, di tahun 2026, jumlah kambingnya telah
berkembang menjadi 27 ekor. Dari jumlah itu, 12 ekor betina sudah produktif
menghasilkan susu yang diolah sendiri secara manual.
“Saat ini sudah menghasilkan 9 liter susu per
harinya,” kata Hendri kepada Bupati.
Untuk harga, susu murni dijual Rp 40.000 per
liter, sementara susu rebus Rp 60.000 per liter. Sementara dalam kemasan botol
250 ml dibanderol Rp 15.000.
Parosil mengaku optimistis usaha Hendrik bisa
menjadi contoh bagi peternak lain di Lampung Barat.
“Ya, jadi hari ini Pak Bupati berkesempatan
untuk mengunjungi salah satu peternak kambing yang ada di Kabupaten Lampung
Barat. Ternyata Mas Hendri ini sudah berhasil untuk melakukan pengembangan
daripada jenis kambing etawa Kaligesing,” ujar Parosil.
“Ini di belakang saya ini, ini pejantannya ini.
Dan yang betinanya ada berapa ekor itu, Pak? Ada 12 yang produktif, 12 ekor
yang sudah produksi susu. Jadi kalau kita lihat dengan kondisi hari ini
kemajuan dari Pak Hendrik ini, saya optimis ke depan, petani-petani ternak
kambing yang lain yang ada di Kabupaten Lampung Barat akan semakin giat,”
lanjut Parosil sembari berbincang dengan Hendri.
Menurut Parosil, peminat susu kambing yang
diolah Hendrik cukup tinggi, bahkan permintaannya datang dari luar Lampung
Barat.
“Karena tadi sudah diceritakan dengan Pak
Hendri, alhamdulillah loh, produksi susu beliau sekarang ini peminatnya cukup
tinggi. Pesanannya bukan hanya Lampung Barat. Karena sekarang ini kan sudah
mulai online, ada dari Pringsewu, ada dari Bandar Lampung, termasuk Pesisir
Barat. Padahal kebutuhan untuk Lampung Barat aja belum cukup,” kata Parosil.
Parosil menilai, keberhasilan Hendri
membuktikan lahan sempit pun bisa produktif jika dikelola serius.
Ia berharap, Hendri bisa menjadi tempat edukasi
bagi peternak lain.
“Saya berharap dengan Pak Hendri nanti kalaupun
ada kelompok-kelompok tani atau peternak yang berkunjung ke sini, bisalah nanti
memberikan transformasi edukasi, pengetahuan bagaimana sih pengembangan
kambing. Ini lokasinya sempit loh, pekarangan, ya. Tapi Alhamdulillah bisa
menghasilkan dan dimanfaatkan dengan luar biasa,” ujarnya.
Meski demikian, Bupati mencatat adanya keluhan
terkait proses pengolahan yang masih manual dan tradisional.
Sehingga Parosil meminta pihaknya dalam hal ini
Dinas Peternakan untuk melakukan pendampingan ke depan.
“Jadi ini PR jugalah, PR
buat Pak Yudha Kepala Dinas Peternakan ke depan, apa yang memang bisa harus
dibantu dan diberikan perhatian oleh pemerintah. Karena tadi ada keluhan dari
Pak Hendri, cara pengolahannya ini masih sangat manual, masih sangat
tradisional. Alatnya belum begitu canggih,” pungkas Parosil. [MFH/Diskominfo]











