Bimtek Ekonomi Kreatif Tanggamus Ditutup
Marhasan Samba Dorong Kolaborasi dan Keberlanjutan

By redaksi 19 Sep 2026, 17:59:00 WIB Saburai
Bimtek Ekonomi Kreatif Tanggamus Ditutup


TANGGAMUS, MFH,-- Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Tanggamus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekonomi Kreatif subsektor seni musik dan seni pertunjukan selama dua hari, 18–19 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Wisata Pantai Muara Indah, Kotaagung, Tanggamus, tersebut menjadi ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan subsektor seni musik dan seni pertunjukan.

Baca Lainnya :

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba, saat menutup kegiatan, menekankan pentingnya keterbukaan dan kolaborasi antara pemerintah dengan para pelaku ekonomi kreatif.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterkaitan, komunikasi, serta kerja sama agar ekosistem ekonomi kreatif di Tanggamus dapat terus tumbuh.

“Kita terbuka. Kita selaku manusia sosial tidak akan bisa berdiri sendiri. Artinya, keterkaitan, ketergantungan, komunikasi, kolaborasi, itu sangat dibutuhkan,” kata Marhasan.

Ia mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk bersama-sama membangun ekosistem yang dapat memberikan ruang bagi karya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelakunya.

“Kami membuka diri. Ayo, kita saling bergandengan, kita saling berkembang. Kita tukar pikiran untuk kebaikan, keutuhan, dan pengembangan ekraf kita,” ujarnya.

Marhasan mengatakan, salah satu hal penting yang perlu diperkuat dalam pengembangan ekonomi kreatif adalah keberadaan pasar. Menurutnya, karya dan kreativitas para pelaku ekraf perlu memiliki ruang pemasaran agar dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kalau saya sebenarnya kepengin ada pasar ekraf kita,” ungkapnya.

Selain pasar, ia juga menilai permodalan dan keberlanjutan usaha menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian. Sebab, membangun sebuah kegiatan atau ekosistem ekonomi kreatif tidak berhenti pada tahap menciptakan, tetapi bagaimana mempertahankannya agar tetap berjalan.

“Ketika kita membentuk itu yang paling sulit adalah merawatnya. Mohon maaf, kalau kita ini mungkin paling pintar membuat, tetapi paling sulit untuk merawat,” kata Marhasan.

Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk tidak berhenti pada kegiatan atau program yang sedang berlangsung. Menurutnya, seluruh pihak perlu bergerak bersama agar apa yang sudah dibangun dapat terus hidup dan berkembang.

“Kita coba sama-sama, Bapak-Ibu sekalian. Kami juga dengan segala kemampuan kami yang sangat terbatas, tetapi Insyaallah kita akan coba. Sama-sama kita bergerak, sama-sama kita berjuang,” ujarnya.

Marhasan menekankan bahwa keberlanjutan menjadi hal penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Ia berharap ekosistem yang sedang dibangun saat ini tidak berhenti hanya karena terjadi pergantian orang maupun kepemimpinan di lingkungan pemerintahan.

“Semoga apa yang kita inginkan, walaupun tidak 100 persen, tetap hidup dan terus berjalan. Karena keberlanjutan itu perlu. Kita tidak stuck di sini saja,” katanya.

Ia bahkan mencontohkan kemungkinan adanya pergantian maupun masa pensiun di lingkungan pemerintahan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat program dan ekosistem ekonomi kreatif ikut berhenti.

Menurutnya, keberlanjutan tersebut harus menjadi kesadaran bersama dan menjadi dasar dalam membangun ekonomi kreatif Tanggamus ke depan. Pemerintah dan pelaku ekraf diharapkan dapat terus menjaga, merawat, sekaligus mengembangkan apa yang telah dibangun bersama.

“Keberlanjutan itu yang perlu sama-sama kita pahami. Itu menjadi dasar kita ke depan,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Marhasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mengikuti rangkaian Bimtek selama dua hari.

Ia mengapresiasi waktu, tenaga, serta komitmen para peserta yang tetap menunjukkan keinginan untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif di Kabupaten Tanggamus.

“Terima kasih atas semuanya, atas pengorbanan dan waktunya. Setelah kegiatan ini kita masih berkeinginan untuk memajukan ekraf Tanggamus,” katanya.

Bimtek Ekonomi Kreatif subsektor seni musik dan seni pertunjukan tersebut kemudian secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus. [MFH/Din/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment