- Bimtek Ekonomi Kreatif Tanggamus Ditutup
- Menapaki 60 Tahun Trans-AD II Desa Hanura: Warisan Perjuangan yang Terus Hidup
- Raperda Perubahan APBD 2026 Disetujui, Bupati Dorong Percepatan Program dan Pelayanan Publik
- Sekda Buka Seminar Nasional Universitas Muhammadiyah Metro
- Bazar Jumat Djajan Metro Bahagia Dorong UMKM Sekaligus Tumbuhkan Literasi Anak Sejak Dini
- Bupati Hamartoni Hadiri Dzikir Akbar dan Pelantikan PC Fatayat, IPPNU, dan Pagar Nusa
- Bupati Dedi Irawan Dorong Program APBD 2026 Tak Berhenti di Atas Kertas
- Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan Bahas Evakuasi Medis Cepat untuk Warga
- DPRD Tanggamus Setujui APBD Perubahan 2026
- Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Lampung
Bimtek Ekonomi Kreatif Tanggamus Ditutup
Marhasan Samba Dorong Kolaborasi dan Keberlanjutan


TANGGAMUS, MFH,-- Dinas Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Tanggamus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek)
Ekonomi Kreatif subsektor seni musik dan seni pertunjukan selama dua hari,
18–19 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Wisata Pantai
Muara Indah, Kotaagung, Tanggamus, tersebut menjadi ruang bagi para pelaku
ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat kolaborasi
dalam mengembangkan subsektor seni musik dan seni pertunjukan.
Baca Lainnya :
- DPRD Tanggamus Setujui APBD Perubahan 20260
- Ruas Talang Padang-Sumanda Mulai Dibeton0
- Bupati Tanggamus Terima Audiensi BSI0
- Bupati Tanggamus Letakkan Batu Pertama Pembangunan Musholla Al Afif Inspektorat Daerah0
- APBD Perubahan Tanggamus 2026 Naikkan Belanja Jadi Rp1,74 Triliun0
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba, saat menutup kegiatan, menekankan
pentingnya keterbukaan dan kolaborasi antara pemerintah dengan para pelaku
ekonomi kreatif.
Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak
dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterkaitan, komunikasi,
serta kerja sama agar ekosistem ekonomi kreatif di Tanggamus dapat terus
tumbuh.
“Kita terbuka. Kita selaku manusia sosial tidak
akan bisa berdiri sendiri. Artinya, keterkaitan, ketergantungan, komunikasi,
kolaborasi, itu sangat dibutuhkan,” kata Marhasan.
Ia mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk
bersama-sama membangun ekosistem yang dapat memberikan ruang bagi karya
sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelakunya.
“Kami membuka diri. Ayo, kita saling
bergandengan, kita saling berkembang. Kita tukar pikiran untuk kebaikan,
keutuhan, dan pengembangan ekraf kita,” ujarnya.
Marhasan mengatakan, salah satu hal penting
yang perlu diperkuat dalam pengembangan ekonomi kreatif adalah keberadaan
pasar. Menurutnya, karya dan kreativitas para pelaku ekraf perlu memiliki ruang
pemasaran agar dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kalau saya sebenarnya kepengin ada pasar ekraf
kita,” ungkapnya.
Selain pasar, ia juga menilai permodalan dan
keberlanjutan usaha menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian.
Sebab, membangun sebuah kegiatan atau ekosistem ekonomi kreatif tidak berhenti
pada tahap menciptakan, tetapi bagaimana mempertahankannya agar tetap berjalan.
“Ketika kita membentuk itu yang paling sulit
adalah merawatnya. Mohon maaf, kalau kita ini mungkin paling pintar membuat,
tetapi paling sulit untuk merawat,” kata Marhasan.
Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku ekonomi
kreatif untuk tidak berhenti pada kegiatan atau program yang sedang
berlangsung. Menurutnya, seluruh pihak perlu bergerak bersama agar apa yang
sudah dibangun dapat terus hidup dan berkembang.
“Kita coba sama-sama, Bapak-Ibu sekalian. Kami
juga dengan segala kemampuan kami yang sangat terbatas, tetapi Insyaallah kita
akan coba. Sama-sama kita bergerak, sama-sama kita berjuang,” ujarnya.
Marhasan menekankan bahwa keberlanjutan menjadi
hal penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Ia berharap ekosistem yang
sedang dibangun saat ini tidak berhenti hanya karena terjadi pergantian orang
maupun kepemimpinan di lingkungan pemerintahan.
“Semoga apa yang kita inginkan, walaupun tidak
100 persen, tetap hidup dan terus berjalan. Karena keberlanjutan itu perlu.
Kita tidak stuck di sini saja,” katanya.
Ia bahkan mencontohkan kemungkinan adanya
pergantian maupun masa pensiun di lingkungan pemerintahan. Namun, menurutnya,
kondisi tersebut tidak boleh membuat program dan ekosistem ekonomi kreatif ikut
berhenti.
Menurutnya, keberlanjutan tersebut harus menjadi
kesadaran bersama dan menjadi dasar dalam membangun ekonomi kreatif Tanggamus
ke depan. Pemerintah dan pelaku ekraf diharapkan dapat terus menjaga, merawat,
sekaligus mengembangkan apa yang telah dibangun bersama.
“Keberlanjutan itu yang perlu sama-sama kita
pahami. Itu menjadi dasar kita ke depan,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Marhasan menyampaikan
apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mengikuti rangkaian
Bimtek selama dua hari.
Ia mengapresiasi waktu, tenaga, serta komitmen
para peserta yang tetap menunjukkan keinginan untuk bersama-sama memajukan
ekonomi kreatif di Kabupaten Tanggamus.
“Terima kasih atas semuanya, atas pengorbanan
dan waktunya. Setelah kegiatan ini kita masih berkeinginan untuk memajukan
ekraf Tanggamus,” katanya.
Bimtek Ekonomi Kreatif subsektor seni musik dan
seni pertunjukan tersebut kemudian secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus. [MFH/Din/rils]










3.jpg)