- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
Sekdaprov Marindo Dampingi Menko Pangan dan Perdagangan dalam Acara Rembuk Tani Lamsel

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mendampingi Menteri Koordinator (Menko)
Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso, dalam acara
Rembuk Tani, di Lapangan Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan,
Sabtu (2/5/2026).
Dalam acara bertajuk “Wujudkan Swasembada
Pangan Nasional Berkelanjutan” tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan
komitmen Pemerintah untuk mencapai swasembada pangan nasional sekaligus
meningkatkan kesejahteraan petani melalui perbaikan tata kelola pupuk dan harga
gabah.
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Pemerintah
dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menaruh keberpihakan yang tulus
kepada petani. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah
memastikan distribusi pupuk tepat waktu dengan peningkatan volume alokasi
nasional dari 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton.
Baca Lainnya :
- Konferensi IGTKI Palas: Suyanti Raih Suara Terbanyak, Resmi jadi Ketua Baru0
- Kejari Lamsel Tetapkan Mantan Kepala Desa Bangunan Tersangka Korupsi DD0
- Isu Pungli, Kalapas Lampung Selatan Bantah Publik Desak Penyelidikan Independen 0
- Sekolah Rakyat Kota Baru Disiapkan jadi Pusat Pendidikan Terpadu Lampung0
- Korupsi Dana Desa, Mantan Kepala Desa Bangunan Ditahan Kejari Lampung Selatan0
Menurutnya, kemudahan akses pupuk berdampak
langsung terhadap peningkatan produktivitas. Petani kini dapat memperoleh pupuk
sebelum masa tanam, tingkat serapan pupuk meningkat hampir 50 persen, serta
produksi beras naik sekitar 8 persen dari 30 juta ton menjadi 32,4 juta ton.
“Pada tahun 2025, kita berhasil mencapai
surplus produksi sekitar 4,2 juta ton. Artinya, kita sudah tidak lagi
bergantung pada impor beras. Ini adalah langkah awal menuju swasembada pangan
yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga membenahi kebijakan
harga gabah. Jika sebelumnya harga ditetapkan Rp6.000 per kilogram dengan
berbagai persyaratan kadar air yang kerap merugikan petani, kini pemerintah
menetapkan harga Rp6.500 per kilogram tanpa potongan kualitas.
“Pemerintah memastikan pupuk tersedia tepat
waktu. Selain itu, kami juga menetapkan kebijakan harga gabah di tingkat petani
sebesar Rp6.500 per kilogram tanpa potongan kadar air yang memberatkan. Petani
tidak boleh dirugikan karena merekalah ujung tombak pangan nasional,” ujar
Zulkifli Hasan.
Dalam upaya memutus ketergantungan petani
terhadap tengkulak, Zulkifli Hasan memastikan program Koperasi Desa Merah Putih
menjadi pusat ekosistem ekonomi desa yang akan mengelola distribusi pupuk,
pembelian gabah petani dengan harga standar, hingga penyaluran bantuan sosial
seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
“Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi pusat
pertumbuhan ekonomi. Jika harga gabah di pasar anjlok, koperasi akan membeli
hasil panen petani. Selain itu, kami sediakan fasilitas pinjaman dengan bunga
rendah sebesar 6 persen melalui BRILink, serta dukungan alat mesin pertanian
seperti truk, hand tractor, dan bentor,” jelasnya.
Kehadiran Sekdaprov Marindo juga menjadi
komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung terwujudnya swasembada
pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian dan peningkatan
kesejahteraan petani.
Pemprov Lampung siap bersinergi dengan
pemerintah pusat dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis,
terutama terkait ketersediaan pupuk, stabilitas harga gabah, serta penguatan
kelembagaan petani di tingkat desa.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan
daerah, Pemprov Lampung optimistis target swasembada pangan dapat tercapai
secara berkelanjutan, sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama
pertumbuhan ekonomi daerah.
Acara Rembuk Tani tersebut diikuti Bupati
Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI
Kristomei Sianturi, Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, serta petani dari
berbagai wilayah di Lampung Selatan. [MFH/Adpim]











3.jpg)