- Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia
- Musrenbang RKPD Lampura: Gubernur Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Akselerasi Pembangunan
- Arus Balik Mulai Menguat, ASDP Prediksi Lonjakan Besar 28–29 Maret 2026
- Pemkab Pringsewu Tutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026
- Arus Balik Lebaran 2026 H+3: Penumpang dan Kendaraan Penyeberangan Sumatera–Jawa Naik Signifikan
- Wabup Mad Hasnurin Nilai Budaya Sekura Cakak Buah Kobarkan Kebersamaan Masyarakat
- Bupati Lampung Barat Sambangi Rumah Almarhum Fikran Aulia Korban Tenggelam di Pesibar
- Bupati Ela Siti Nuryamah Pimpin Apel Pasca Lebaran dan Halalbihalal
- Sekda Lampung Timur Sidak Hari Pertama Kerja Pasca Idulfitri
- Hadapi Ketidakpastian Global, Pemprov Lampung Susun Skema Kebijakan dan Prioritas APBD 2026
Ribuan Pelajar Lamsel Perlihatkan Kebangkitan Identitas Budaya
Tari Tuping jadi Ruang Pendidikan Karakter

KALIANDA, MFH,-- Di balik gemerlap
1.500 penari yang memenuhi Lapangan Korpri pada Minggu (16/11/2025), tersimpan
pesan yang jauh lebih dalam daripada sekadar raihan Rekor MURI. Pagelaran Tari
Tuping 12 Wajah ternyata menjadi ruang pendidikan budaya terbesar yang pernah
melibatkan pelajar di Lampung Selatan.
Program ini bukan hanya mengajarkan
koreografi, tetapi menanamkan karakter disiplin, kebersamaan, dan penghargaan
terhadap warisan leluhur. Para guru seni budaya menyebut pagelaran ini sebagai
“kelas raksasa” yang berlangsung di ruang terbuka, dengan ribuan siswa bergerak
mengikuti ritme sejarah yang mereka pelajari selama berbulan-bulan.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi
Pratama menegaskan bahwa melibatkan pelajar dalam skala besar bukan keputusan
artistik semata, tetapi strategi pembinaan jangka panjang agar identitas daerah
tidak tergerus zaman.
Baca Lainnya :
- KMP Dalom 1 Resmi Beroperasi, Lampung Perkuat Konektivitas Sumatra–Jawa0
- HUT ke-69 Lamsel Dimeriahkan Aksi Jetski Lintas Selat Sunda Ketua TP PKK Zita Anjani0
- Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung di Palas Diduga Asal Jadi 0
- Menjaga Bara Cinta Tanah Air, Bela Negara Ster Mabes TNI Bangkitkan Patriotisme Generasi Muda0
- Pemdes Mekar Mulya Sampaikan Rasa Terima Kasih Kepada Bupati dan Anggota DPRD Lamsel0
“Anak-anak kita hari ini bukan
hanya menari, mereka sedang merawat jati diri. Budaya harus hidup melalui
generasi muda, bukan hanya disimpan di museum,” ujar Egi.
Dukungan pemerintah pusat dan
tokoh-tokoh nasional yang hadir—mulai dari Menko Pangan Zulkifli Hasan hingga
sederet anggota DPR RI—dianggap sebagai sinyal positif bahwa pelestarian budaya
kini semakin dilihat sebagai bagian dari investasi sosial.
Zulkifli Hasan menilai pagelaran
ini sebagai model ideal bagi daerah lain dalam membina kecintaan generasi muda
terhadap sejarahnya. “Kalau anak-anak berani tampil dengan kebanggaan seperti
ini, masa depan budaya daerah kita aman,” katanya.
Tari Tuping 12 Wajah, yang berakar
pada kisah dua belas pendekar bertopeng, menjadi simbol nilai keberanian dan
kesetiaan. Dalam format kolosal ini, nilai-nilai tersebut seperti dihidupkan
kembali melalui langkah serempak ribuan pelajar yang menunjukkan bahwa budaya
bukan hanya tontonan—tetapi perekat sosial yang menguatkan identitas Lampung
Selatan.
Dengan keberhasilan ini,
perayaan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan bukan hanya menorehkan rekor,
tetapi juga menandai sebuah fase baru: kebangkitan budaya yang tumbuh dari energi
generasi muda, bukan dari seremoni semata. [MFH Gil]











3.jpg)