Ribuan Pelajar Lamsel Perlihatkan Kebangkitan Identitas Budaya
Tari Tuping jadi Ruang Pendidikan Karakter

By redaksi 16 Nov 2025, 16:39:33 WIB Saburai
Ribuan Pelajar Lamsel Perlihatkan Kebangkitan Identitas Budaya

KALIANDA, MFH,-- Di balik gemerlap 1.500 penari yang memenuhi Lapangan Korpri pada Minggu (16/11/2025), tersimpan pesan yang jauh lebih dalam daripada sekadar raihan Rekor MURI. Pagelaran Tari Tuping 12 Wajah ternyata menjadi ruang pendidikan budaya terbesar yang pernah melibatkan pelajar di Lampung Selatan.

Program ini bukan hanya mengajarkan koreografi, tetapi menanamkan karakter disiplin, kebersamaan, dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Para guru seni budaya menyebut pagelaran ini sebagai “kelas raksasa” yang berlangsung di ruang terbuka, dengan ribuan siswa bergerak mengikuti ritme sejarah yang mereka pelajari selama berbulan-bulan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa melibatkan pelajar dalam skala besar bukan keputusan artistik semata, tetapi strategi pembinaan jangka panjang agar identitas daerah tidak tergerus zaman.

Baca Lainnya :

“Anak-anak kita hari ini bukan hanya menari, mereka sedang merawat jati diri. Budaya harus hidup melalui generasi muda, bukan hanya disimpan di museum,” ujar Egi.

Dukungan pemerintah pusat dan tokoh-tokoh nasional yang hadir—mulai dari Menko Pangan Zulkifli Hasan hingga sederet anggota DPR RI—dianggap sebagai sinyal positif bahwa pelestarian budaya kini semakin dilihat sebagai bagian dari investasi sosial.

Zulkifli Hasan menilai pagelaran ini sebagai model ideal bagi daerah lain dalam membina kecintaan generasi muda terhadap sejarahnya. “Kalau anak-anak berani tampil dengan kebanggaan seperti ini, masa depan budaya daerah kita aman,” katanya.

Tari Tuping 12 Wajah, yang berakar pada kisah dua belas pendekar bertopeng, menjadi simbol nilai keberanian dan kesetiaan. Dalam format kolosal ini, nilai-nilai tersebut seperti dihidupkan kembali melalui langkah serempak ribuan pelajar yang menunjukkan bahwa budaya bukan hanya tontonan—tetapi perekat sosial yang menguatkan identitas Lampung Selatan.

Dengan keberhasilan ini, perayaan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan bukan hanya menorehkan rekor, tetapi juga menandai sebuah fase baru: kebangkitan budaya yang tumbuh dari energi generasi muda, bukan dari seremoni semata. [MFH Gil]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment