- Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia
- Musrenbang RKPD Lampura: Gubernur Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Akselerasi Pembangunan
- Arus Balik Mulai Menguat, ASDP Prediksi Lonjakan Besar 28–29 Maret 2026
- Pemkab Pringsewu Tutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026
- Arus Balik Lebaran 2026 H+3: Penumpang dan Kendaraan Penyeberangan Sumatera–Jawa Naik Signifikan
- Wabup Mad Hasnurin Nilai Budaya Sekura Cakak Buah Kobarkan Kebersamaan Masyarakat
- Bupati Lampung Barat Sambangi Rumah Almarhum Fikran Aulia Korban Tenggelam di Pesibar
- Bupati Ela Siti Nuryamah Pimpin Apel Pasca Lebaran dan Halalbihalal
- Sekda Lampung Timur Sidak Hari Pertama Kerja Pasca Idulfitri
- Hadapi Ketidakpastian Global, Pemprov Lampung Susun Skema Kebijakan dan Prioritas APBD 2026
Musrenbang RKPD Lampura: Gubernur Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Akselerasi Pembangunan

LAMPUNG UTARA, MFH,-- Gubernur
Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM),
hilirisasi komoditas unggulan, dan pembangunan infrastruktur sebagai pilar
utama percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Utara.
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza
pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka
penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Utara Tahun
2027 di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Lampung Utara, Kamis (26/3/2026).
Gubernur Mirza menyampaikan ketiga
sektor tersebut dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pererat Silaturahmi, DPC SPRI Lampung Utara Gelar Buka Puasa Bersama Pengurus dan Santri0
- Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Lampura, Tegaskan Evaluasi Terukur dan Percepatan Program0
- Safari Ramadhan Bupati Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial Pemerintah0
- Gerakan Pangan Murah Diserbu Masyarakat0
- Bertemu dengan Petugas Haji 2026, Bupati Ingatkan Petugas jaga pola makan dan kesehatan jamaah0
“Mari kita satukan komitmen untuk
mengoptimalkan potensi lokal sebagai mesin pertumbuhan utama pembangunan
daerah, melalui penguatan SDM, hilirisasi komoditas unggulan, dan dukungan
infrastruktur yang memadai. Saya yakin Lampung Utara akan semakin membuktikan
dirinya sebagai pusat pertumbuhan yang maju dan sejahtera,” ujar Gubernur
Mirza.
Menurut Mirza, peningkatan kualitas
SDM menjadi fondasi utama pembangunan. Kabupaten Lampung Utara sendiri memiliki
potensi besar di berbagai komoditas seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai,
kopi, karet, dan pisang yang perlu dikelola secara optimal.
“Kita membutuhkan SDM yang terampil
dan produktif agar mampu mengelola potensi tersebut dan meningkatkan nilai
tambah bagi petani dan perekonomian daerah,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pemerataan
akses pendidikan dan peningkatan layanan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara
juga diminta memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah serta
meningkatkan relevansi kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan
industri.
“Pendidikan dan kesehatan harus
menjadi prioritas, karena dari situlah lahir SDM unggul yang mampu bersaing dan
menjawab kebutuhan pembangunan,” tegasnya.
Berdasarkan data, Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung mencapai 73,98 atau kategori tinggi.
Sementara IPM Lampung Utara berada di angka 72,28 dengan pertumbuhan 1,2 persen.
“Capaian ini harus terus kita
dorong agar kualitas hidup masyarakat semakin meningkat dari waktu ke waktu,”
ujar Mirza.
Selain SDM, Mirza menyoroti
pentingnya penguatan struktur ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas
unggulan. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah serta memperkuat
daya saing produk lokal.
“Hilirisasi menjadi kunci agar
komoditas unggulan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi mampu
memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi para petani,” katanya.
Di sisi lain, percepatan
pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Infrastruktur yang baik
dinilai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, menurunkan biaya
logistik, serta membuka akses pasar yang lebih luas.
Pada 2025, tingkat kemantapan jalan
provinsi mencapai 79,79 persen, sementara jalan Kabupaten Lampung Utara sebesar
46,67 persen. Khusus ruas jalan provinsi sepanjang 156,328 kilometer di Lampung
Utara, tingkat kemantapannya mencapai 93,58 persen.
“Kondisi ini harus terus kita tingkatkan
agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan mendukung aktivitas ekonomi
masyarakat,” ujar Mirza.
Untuk tahun 2026, Pemerintah
Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran Rp1,98 miliar untuk penanganan jalan
desa, Rp40,52 miliar untuk perbaikan 5,39 kilometer jalan provinsi, serta Rp2,1
miliar untuk pembangunan satu jembatan di Lampung Utara.
“Kami berkomitmen terus memperkuat
pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah,”
katanya.
Dalam mendukung pembangunan desa,
Pemprov Lampung juga menghadirkan Program Desaku Maju untuk memberikan nilai
tambah dan memperkuat ekosistem ekonomi berbasis desa sekaligus peningkatan
kesejahteraan petani.
Pemerintah Provinsi telah
mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program tersebut pada Tahun
2026 ini, untuk seluruh kabupaten/kota. Di antaranya, penyediaan Pupuk Organik
Cair (POC), mesin dryer dan pelatihan vokasi.
“Program Desaku Maju kami hadirkan
untuk memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan
produktif,” ujarnya.
Mirza menyebut Desa Wonomarto di
Lampung Utara menjadi desa percontohan yang berhasil meningkatkan pendapatan
BUMDes dan produksi pertanian melalui program tersebut.
“Dengan bantuan POC ini, produksi
pertanian di Desa Wonomarto khususnya pada komoditas padi, jagung dan singkong
meningkat 30 persen dan dukungan dryer juga memberikan nilai tambah,” katanya.
Program ini juga terintegrasi
dengan program nasional yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami akan memfasilitasi kerja sama
antara BUMDes dan program MBG agar desa dapat menjadi pemasok bahan baku pangan
secara langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, desa-desa dengan
potensi pertanian, perikanan, dan hortikultura harus mulai mempersiapkan diri
untuk mengambil peluang tersebut.
“Kami ingin perputaran ekonomi dari
program nasional benar-benar dirasakan oleh petani dan pelaku UMKM di desa itu
sendiri,” katanya.
Dari sisi kesejahteraan, angka
kemiskinan Provinsi Lampung tercatat turun dari 10 persen pada Maret 2025
menjadi 9,66 persen pada September 2025. Sementara Lampung Utara pada 2025
mencatat angka kemiskinan 15,78 persen, turun 1,14 persen dibanding tahun
sebelumnya.
“Penurunan ini menjadi sinyal
positif, namun kita harus terus bekerja keras agar angka kemiskinan dapat
ditekan lebih signifikan,” ujar Mirza.
Capaian tersebut dinilai menjadi
modal penting untuk memasuki fase akselerasi pembangunan pada 2027 agar lebih
efektif dan terarah.
“Berbagai capaian ini menjadi modal
penting bagi kita untuk memasuki fase akselerasi pembangunan pada tahun 2027,
sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Mirza juga menekankan pentingnya
integritas dalam setiap tahapan perencanaan dan penganggaran pembangunan.
“Kolaborasi tanpa integritas tidak
akan menghasilkan kinerja dan kepercayaan publik yang tinggi. Oleh karena itu,
setiap tahapan perencanaan dan penganggaran harus dilaksanakan dengan
menjunjung tinggi prinsip good governance, yaitu transparan, akuntabel,
partisipatif, efektif, dan taat pada peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perencanaan
pembangunan harus realistis dan berbasis kemampuan fiskal daerah, serta fokus
pada program yang berdampak luas bagi masyarakat.
Sebagaimana arahan Presiden pada
Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan
Daerah Tahun 2026 kepada seluruh kepala daerah, diingatkan tentang pentingnya
perencanaan yang realistis dan berbasis kemampuan fiskal daerah.
“Maka kita perlu menetapkan
prioritas secara bijak, fokus pada program yang berdampak luas, serta menjaga
konsistensi antara perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaannya,” ujarnya.
Mirza mengajak seluruh pihak untuk
memastikan perencanaan pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mari kita buktikan bahwa
perencanaan yang kita susun hari ini adalah pijakan kokoh untuk menghadirkan
pembangunan yang nyata, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung Utara
dan Provinsi Lampung,” pungkasnya. [MFH/Adpim]











3.jpg)