- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
Ribuan Desa Terima Bantuan, Pemprov Lampung Dorong Pertumbuhan Ekonomi dari Desa

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal menegaskan pembangunan ekonomi ke depan harus bertumpu pada
desa sebagai pusat pertumbuhan baru di Provinsi Lampung. Ia menilai perbaikan
kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi desa menjadi kunci utama mendorong
kemajuan daerah secara berkelanjutan.
“Ekonomi kita tumbuh, dan pertumbuhan itu ada
di desa. Karena itu, seluruh kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat desa
dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Gubernur.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Rahmat
Mirzani Djausal saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD)
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Provinsi
Lampung periode 2026–2031 di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Selasa
(5/5/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dorong Nilai Tambah, Ribuan Ton Tapioka Diekspor ke Tiongkok0
- BPS Lampung: Pengangguran Turun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat pada Februari 20260
- Stabilitas Harga Terjaga, Lampung Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah Nasional0
- Sekdaprov Lampung Canangkan Zona Integritas, Dorong Birokrasi Bersih dan Melayani0
- Pemprov Lampung Pastikan Infrastruktur dan SDM Siap Dukung Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih0
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga secara
simbolis menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta per desa kepada 2.446 desa di
seluruh Provinsi Lampung sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah provinsi
terhadap pembangunan desa.
Rahmat Mirzani menjelaskan, selama ini struktur
ekonomi Lampung masih belum berpihak pada desa. Sebanyak 70 persen penduduk
Lampung tinggal di desa, namun perputaran ekonomi justru lebih besar terjadi di
wilayah perkotaan.
Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan dampak
dari sistem ekonomi lama yang cenderung mendorong pertumbuhan dari atas ke
bawah (trickle down effect), sehingga petani sebagai pelaku utama di desa hanya
mendapatkan bagian kecil dari rantai nilai ekonomi.
Akibatnya, komoditas utama seperti padi, jagung,
dan singkong kerap mengalami fluktuasi harga yang merugikan petani. Bahkan
dalam beberapa periode, harga hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi.
Gubernur menyebut kondisi ini berdampak luas,
mulai dari rendahnya pendapatan petani, terbatasnya akses pendidikan, hingga
rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang berada di peringkat 26
secara nasional.
Namun, ia optimistis kondisi tersebut mulai
berubah seiring kebijakan nasional yang kini lebih berpihak kepada desa,
termasuk melalui peningkatan harga komoditas pertanian.
Menurut Gubernur, dampak positif sudah mulai
terlihat, antara lain meningkatnya pembayaran pajak kendaraan bermotor dan
pajak bumi dan bangunan di wilayah pedesaan, serta naiknya pembelian kendaraan
hingga hampir 20 persen dalam tiga bulan terakhir.
Selain itu, jumlah pendaftar perguruan tinggi
dari kalangan masyarakat desa juga meningkat sekitar 20 persen, menunjukkan
adanya perbaikan daya beli dan kesadaran pendidikan.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur,
akan memperkuat kebijakan hilirisasi produk pertanian agar nilai tambah tidak
lagi keluar dari desa.
Salah satu program unggulan yang dijalankan
adalah pemberian pupuk organik cair (POC) ke seluruh desa melalui program
Desaku maju. Setiap unit POC mampu melayani hingga 400 hektare lahan dan
diberikan secara gratis kepada petani.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan
distribusi 500 unit dryer atau alat pengering hasil pertanian hingga tahun
2028. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual
komoditas seperti padi dan jagung.
Dengan adanya fasilitas pengering, desa
diharapkan mampu mengembangkan industri turunan seperti pakan ternak berbasis
jagung dan singkong, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran
kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan dalam mengelola potensi lokal dan
memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia meminta APDESI Merah Putih menjadi
organisasi yang mampu menjadi role model dalam inovasi dan pelayanan publik di
tingkat desa.
Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih Anwar Sadat
dalam sambutannya menyatakan bahwa organisasi tersebut akan menjadi mitra
strategis pemerintah dalam mengawal program pembangunan desa dan memastikan
kebijakan berjalan selaras hingga tingkat bawah.
Menurutnya, desa memiliki peran strategis
karena menjadi basis utama potensi sumber daya alam dan populasi, sehingga
pembangunan nasional harus dimulai dari desa.
Sementara itu, Ketua DPD APDESI Merah Putih
Provinsi Lampung Lekat Dullah Adiputra menegaskan komitmen pihaknya untuk
mendukung penuh program pemerintah provinsi serta menjaga sinergi antara
pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Ia juga memastikan APDESI akan melakukan
konsolidasi hingga tingkat kabupaten guna memastikan seluruh kebijakan berjalan
satu komando dan tepat sasaran.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah
Provinsi Lampung berharap desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan
menjadi subjek utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan penguatan sektor pertanian, peningkatan
nilai tambah, serta dukungan infrastruktur dan kelembagaan desa, kesejahteraan
masyarakat diharapkan meningkat secara signifikan. [MFH/Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)