- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
Stabilitas Harga Terjaga, Lampung Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah Nasional


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Provinsi Lampung menjadi
provinsi dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) terendah di Indonesia
sebesar 0,53% pada periode April 2026.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi
(Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti oleh Staf Ahli Gubernur bidang
Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang), Liza Derni, secara daring di Ruang
Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (5/5/2026).
Baca Lainnya :
- Sekdaprov Lampung Canangkan Zona Integritas, Dorong Birokrasi Bersih dan Melayani0
- Pemprov Lampung Pastikan Infrastruktur dan SDM Siap Dukung Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih0
- Enam Pejabat Dilantik, Pemprov Lampung Dorong Birokrasi Adaptif dan Berdampak0
- Sinkronisasi Data Pendidikan, Kunci Peningkatan IPM Lampung lewat RMDku0
- Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Inklusif di Lampung0
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir
meminta kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk lebih
proaktif dalam memantau harga komoditas di lapangan.
Tomsi menyoroti sejumlah provinsi,
kabupaten, dan kota yang angka inflasinya masih berada di atas rata-rata
nasional (2,42%) serta melampaui batas ideal sebesar 2,5%.
"Saya minta untuk seluruh
teman-teman kepala daerah dan jajarannya khususnya TPID, jangan hanya mengikuti
rapat tetapi betul-betul turun. Turun ke pasar, cek dan melaksanakan
upaya-upaya," tegas Tomsi Tohir.
Berdasarkan data yang dipaparkan,
beberapa komoditas pangan masih menunjukkan tren kenaikan di sejumlah wilayah.
Minyak goreng mengalami kenaikan di 240 kabupaten/kota, disusul bawang merah di
227 daerah, gula pasir di 193 daerah, dan cabai merah di 148 daerah. Selain
itu, komoditas beras juga menjadi perhatian karena masih mengalami kenaikan di
116 daerah.
Tomsi mengingatkan para pejabat
daerah agar tidak mengabaikan kenaikan harga meskipun dalam nominal yang kecil.
Menurutnya, akumulasi kenaikan harga harian akan sangat membebani masyarakat.
"Walaupun naiknya Rp100,
Rp200, Rp500, itu tetap naik. Saya tidak ingin para peserta rapat dengan
kenaikan harga-harga yang seperti itu merasa 'ah naiknya seperti itu'. Ya kalau
setiap hari naiknya 100-100-100 kan akan terasa. Naik Rp100 pun tidak boleh
terjadi harusnya, terutama berkaitan dengan komoditas yang diatur oleh
pemerintah," ucapnya.
Di sisi lain, Sekjen Kemendagri
menyampaikan apresiasi kepada daerah yang berhasil menekan angka inflasi hingga
berada di posisi terendah.
Sementara itu, Deputi Bidang
Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara
nasional kondisi inflasi Indonesia pada April 2026 berada pada angka yang
terkendali, yakni 0,13% secara bulanan (month-to-month) dan 2,42% secara
tahunan.
"Secara tahunan (y-on-y),
April 2026 dibandingkan dengan April 2025, inflasi sebesar 2,42%. Secara tahun
kalender atau biasa year-to-date, perbandingan April 2026 terhadap Desember
2025 adalah 1,06%," ujar Ateng Hartono.
Ateng menekankan bahwa meski terdapat
tekanan pada sektor transportasi akibat kenaikan harga avtur, beberapa daerah
menunjukkan performa yang baik dalam menekan laju harga kebutuhan pokok.
"Kalau kita cermati
provinsi-provinsinya berdasarkan year-on-year-nya, ini yang terendah adalah Provinsi
Lampung, mengalami inflasi di April secara year-on-year-nya 0,53%,"
ungkapnya.
Rendahnya angka inflasi di Lampung
menunjukkan efektivitas sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Tim
Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga rantai pasok dan stabilitas
harga pangan.
Secara nasional, BPS mencatat
beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan telur ayam
ras memberikan andil deflasi yang cukup besar pada bulan April, sehingga mampu
meredam gejolak inflasi nasional. Di sisi lain, pemerintah daerah diminta tetap
waspada terhadap kelompok pengeluaran transportasi dan penyediaan makanan
minuman yang masih menunjukkan tren kenaikan.
"Meskipun kita mengalami
inflasi month-to-month yang relatif rendah, tetapi perlu untuk diwaspadai tadi
ada beberapa komoditas yang masih year-on-year-nya itu cukup tinggi
sekali," pungkas Ateng. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)