- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
BPS Lampung: Pengangguran Turun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat pada Februari 2026

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Badan Pusat Statistik
Provinsi Lampung merilis kondisi ketenagakerjaan Provinsi Lampung periode
Februari 2026 dalam agenda Rilis Berita Resmi Statistik yang digelar di Aula
Raden Imba Kusuma, Selasa (5/5/2026).
Kepala BPS Lampung, Ahmad Riswan Nasution,
menyampaikan bahwa kondisi ketenagakerjaan Lampung menunjukkan tren yang
semakin membaik, ditandai dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja dan
menurunnya tingkat pengangguran.
“Secara umum, terjadi penambahan jumlah
penduduk bekerja serta penurunan pengangguran dibandingkan Februari tahun
sebelumnya,” ujar Ahmad Riswan Nasution.
Baca Lainnya :
- Stabilitas Harga Terjaga, Lampung Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah Nasional0
- Sekdaprov Lampung Canangkan Zona Integritas, Dorong Birokrasi Bersih dan Melayani0
- Pemprov Lampung Pastikan Infrastruktur dan SDM Siap Dukung Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih0
- Enam Pejabat Dilantik, Pemprov Lampung Dorong Birokrasi Adaptif dan Berdampak0
- Sinkronisasi Data Pendidikan, Kunci Peningkatan IPM Lampung lewat RMDku0
Sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026,
jumlah penduduk bekerja di Lampung tercatat meningkat sekitar 34,53 ribu orang.
Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja sebesar 0,59 persen,
meskipun peningkatan pada kelompok bukan angkatan kerja tercatat lebih tinggi,
yakni 3,10 persen.
Dari sisi komposisi, jumlah penduduk bekerja
meningkat 0,71 persen, sementara jumlah pengangguran mengalami penurunan
sebesar 2,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BPS juga mencatat, tingkat pengangguran terbuka
(TPT) Lampung pada Februari 2026 berada di angka 3,95 persen, atau setara
sekitar 202,32 ribu orang. Angka ini menurun dibandingkan Februari 2025,
menjadi sinyal positif bagi pasar kerja di daerah.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat
pengangguran perempuan mengalami penurunan dari 5,07 persen menjadi 4,79
persen, menunjukkan semakin meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia
kerja.
Namun, dinamika berbeda terlihat pada wilayah
tempat tinggal. Tingkat pengangguran di perdesaan menurun dari 3,44 persen
menjadi 2,87 persen, sementara di perkotaan justru mengalami kenaikan dari 5,21
persen menjadi 5,60 persen. Kondisi ini menjadi perhatian untuk dianalisis
lebih lanjut oleh para pemangku kebijakan.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian
masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 44,03 persen,
disusul sektor perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan.
Berdasarkan status pekerjaan, jumlah pekerja
dengan status karyawan/pegawai mengalami peningkatan signifikan. Selain itu,
jumlah penduduk yang berusaha sendiri juga meningkat, sementara pekerja
keluarga tidak dibayar mengalami penurunan.
Kabar baik lainnya, proporsi pekerja formal
terus meningkat. Pada Februari 2026, jumlah pekerja formal naik dari sekitar
1,43 juta orang menjadi 1,52 juta orang, sementara pekerja informal mengalami
penurunan. Hal ini mencerminkan perbaikan kualitas lapangan kerja di Lampung.
Dari sisi pendidikan, sekitar 8,90 persen
penduduk bekerja merupakan lulusan pendidikan tinggi. Namun, lulusan SD ke
bawah masih mendominasi dengan porsi 36,46 persen, yang menjadi tantangan
tersendiri dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, jika dilihat dari jam kerja,
proporsi pekerja penuh (≥35 jam per minggu) mengalami peningkatan signifikan.
Sebaliknya, kategori setengah pengangguran menurun, sedangkan pekerja paruh
waktu mengalami sedikit peningkatan.
“Perbaikan struktur ketenagakerjaan ini
diharapkan terus berlanjut melalui sinergi berbagai pihak, baik pemerintah
maupun dunia usaha, dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan
berkualitas,” pungkasnya.
Rilis ini sekaligus menegaskan bahwa kondisi
ketenagakerjaan Lampung pada awal 2026 menunjukkan arah yang semakin positif,
seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap terjaga. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)