- Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia
- Musrenbang RKPD Lampura: Gubernur Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Akselerasi Pembangunan
- Arus Balik Mulai Menguat, ASDP Prediksi Lonjakan Besar 28–29 Maret 2026
- Pemkab Pringsewu Tutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026
- Arus Balik Lebaran 2026 H+3: Penumpang dan Kendaraan Penyeberangan Sumatera–Jawa Naik Signifikan
- Wabup Mad Hasnurin Nilai Budaya Sekura Cakak Buah Kobarkan Kebersamaan Masyarakat
- Bupati Lampung Barat Sambangi Rumah Almarhum Fikran Aulia Korban Tenggelam di Pesibar
- Bupati Ela Siti Nuryamah Pimpin Apel Pasca Lebaran dan Halalbihalal
- Sekda Lampung Timur Sidak Hari Pertama Kerja Pasca Idulfitri
- Hadapi Ketidakpastian Global, Pemprov Lampung Susun Skema Kebijakan dan Prioritas APBD 2026
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bersama Dunia Usaha, Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Inklusif

BANDAR LAMPUNG, MFH – Pemerintah
Provinsi Lampung menggelar coffee morning bersama pimpinan dunia usaha di PT.
Nestlé Indonesia Panjang Factory, Rabu (28/1/2026), sebagai upaya memperkuat
sinergi dan dialog langsung untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang
inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang memasuki episode
ketiga ini dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur
Jihan Nurlela, pimpinan Bank Indonesia dan OJK Perwakilan Lampung, serta
jajaran kepala organisasi perangkat daerah terkait. Hadir pula para pimpinan
perusahaan strategis yang beroperasi di Lampung.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal
menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha yang dinilai berkontribusi nyata
dalam mendorong pembangunan ekonomi Lampung, baik melalui investasi, kemitraan,
maupun program tanggung jawab sosial perusahaan. Menurut dia, kolaborasi yang
terjalin selama 2025 menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan ke
depan.
Baca Lainnya :
- Polda Lampung Ungkap Pelaku Curanmor Beraksi di Delapan TKP0
- Lampung Resmi jadi Lokasi National Cassava Center0
- Pemprov Lampung Siap Kembangkan Kakao Agroforestri0
- Pemprov Lampung Peringati Bulan K3 Nasional 20260
- Kominfotik–PPPA Provinsi Lampung Sinergikan Penguatan PUSPAGA0
“Ini adalah bentuk penghargaan kami
kepada mitra-mitra usaha yang selama ini membantu pemerintah daerah menumbuhkan
ekonomi Lampung, baik melalui program pemerintah maupun inisiatif langsung di
masyarakat,” kata Mirza dalam paparannya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi
Lampung hingga 2029 mengusung visi “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” dengan
tiga fokus utama, yakni pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penguatan sumber
daya manusia unggul dan produktif, serta tata kelola pemerintahan yang efektif
dan berintegritas.
Gubernur mengakui bahwa selama ini
ekosistem ekonomi Lampung masih berjalan secara terpisah antara sektor
pertanian, industri, dan dunia usaha. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan
pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif dan belum memberikan nilai tambah
optimal bagi masyarakat.
“Ketika ekosistem ekonomi dirajut
dengan baik dan inklusif, dorongan pertumbuhan akan jauh lebih besar. Daerah
yang mampu melakukan itu terbukti lebih cepat maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam paparan data, Gubernur
menyebutkan bahwa pada 2024 nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung
mencapai Rp483 triliun. Sekitar 26 persen atau Rp130 triliun berasal dari
sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, sementara sektor industri baru
menyumbang sekitar 18 persen atau Rp90 triliun.
Namun, dari total nilai sektor
primer tersebut, baru sekitar 40 persen yang diolah melalui hilirisasi di dalam
daerah. Artinya, hampir Rp100 triliun potensi ekonomi masih keluar dari Lampung
dalam bentuk bahan mentah.
“Kami akan mendorong industri
tumbuh selaras dengan komoditas lokal. Lampung punya bahan baku besar, tetapi
nilai tambahnya belum maksimal,” kata Rahmat.
Ia juga mengungkapkan bahwa ekonomi
Lampung pada 2025 tumbuh di atas rata-rata nasional, didorong oleh sektor
pertanian, kehutanan, dan perikanan. Investasi tercatat meningkat dari target
Rp10 triliun menjadi Rp15 triliun atau naik 50 persen.
Meski demikian, Mirza menilai
capaian tersebut masih belum sebanding dengan potensi yang dimiliki Lampung.
Salah satu tantangan utama adalah tingginya capital outflow akibat minimnya
fasilitas pengolahan dan logistik di tingkat desa.
Untuk menjawab persoalan tersebut,
Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan program Desaku Maju, yang berfokus pada
penciptaan nilai tambah komoditas sejak dari desa. Program ini mencakup
penyediaan mesin pengering (dryer) untuk padi, jagung, singkong, kopi, dan
kakao.
“Kami ingin komoditas keluar dari
desa sudah dalam bentuk kering. Biaya logistik turun, nilai tambah kembali ke
petani, dan daya tawar mereka meningkat,” ujar Mirza.
Pemprov Lampung menargetkan
kebutuhan sekitar 500 unit dryer hingga beberapa tahun ke depan. Hingga 2026,
pemerintah daerah baru mampu menyediakan sekitar 100 unit, menyesuaikan dengan
keterbatasan anggaran.
Selain itu, pemerintah juga
mengembangkan program pupuk organik cair berbasis desa yang ditargetkan
menjangkau 2.500 desa dan mendukung lebih dari satu juta hektare lahan
pertanian. Program ini terbukti meningkatkan produktivitas tanaman pada uji coba
sebelumnya.
Dalam kesempatan yang sama, Manager
PT. Nestlé Indonesia Panjang Factory Jefri Manurun menyampaikan apresiasi atas
kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menegaskan komitmen Nestlé
untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Saat ini, Pabrik Panjang
memproduksi 19 SKU dari berbagai merek unggulan seperti Milo, Maggi, Nescafé,
dan Nestlé Professional. Sejumlah produk, termasuk Maggi dan Milo Cube,
diekspor ke luar negeri, menjadikan Pabrik Panjang sebagai salah satu anchor
ekspor Nestlé Indonesia.
“Tagline kami adalah ‘Dari Lampung
ke Seluruh Dunia’. Kami berkomitmen meningkatkan daya saing industri pangan
nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Jefri.
Nestlé juga menjalankan program
Nescafé Coffee Plan yang telah menjangkau 12.600 petani kopi di Lampung,
meliputi pendampingan budidaya, peningkatan kualitas panen, dan penguatan
rantai pasok kopi berkelanjutan.
Pada kegiatan tersebut, Pemerintah
Provinsi Lampung menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah perusahaan atas
kontribusi CSR dan SP3D, antara lain PT. Nestlé Indonesia, PT. Bumi Tapioka
Sejahtera, PT. KAI Divre IV Tanjung Karang, PT. Aman Jaya Perdana, PT. Wahana
Mitra Perdana Lampung, PT. PLN, PT. Bukit Asam, PSMI (Pabrik Gula), PT. Mutiara
Arta Hotelindo.
Selain itu, PT. Nestlé Indonesia
juga menyerahkan beasiswa kepada 12 siswa dari SMA Negeri 17 dan SMP Negeri 30
Bandar Lampung sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.
Kegiatan coffee morning ditutup
dengan dialog terbuka antara pemerintah dan pimpinan dunia usaha, peninjauan
fasilitas produksi Pabrik Panjang, serta pelepasan ekspor produk Maggi Magic
Sarap sebanyak 10.000 ton ke Filipina oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.
[MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)