- Pemprov Lampung dan ASDP Antisipasi Lonjakan Mudik 2026
- Respon Cepat Pemprov Lampung dan Kabupaten/Kota, Kerusakan PJU Jalinsum Mulai Diperbaiki
- Pemprov Lampung Perkuat Dukungan bagi Pasien Kanker
- Pemprov Lampung Terbitkan Edaran: Larangan Kendaraan Dinas untuk Mudik
- Posko Angkutan Lebaran: H-5, Pemudik Mulai Padati Penyeberangan
- Kapolda Lampung Cek Pos Mudik di Tol hingga Bakauheni, Pastikan Pengamanan Siaga
- Polsek Pulau Panggung Tangkap Seorang Pelaku Penganiayaan Pedagang Tahu Bulat
- Kapolres Tanggamus Tinjau Posyan dan Pospam Operasi Ketupat Krakatau 2026
- Mudik Lebih Aman dan Terjangkau, Pemprov Lampung Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis
- Perbaikan Jalan Dipercepat, Pemprov Lampung Pastikan Jalur Mudik Lebaran Lebih Aman
Pemprov Lampung dan ASDP Antisipasi Lonjakan Mudik 2026
Bakauheni Diprediksi Padat pada Jam Tertentu

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah
Provinsi Lampung bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama
Bakauheni memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik dan balik pada
Angkutan Lebaran Tahun 2026 (1447 Hijriah).
Berbagai langkah strategis disiapkan
guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama di Pelabuhan Bakauheni yang
diprediksi akan mengalami kepadatan signifikan pada jam-jam tertentu selama
periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Berdasarkan Rencana Operasional
(Renops), jumlah pergerakan selama periode Lebaran 2026 diperkirakan meningkat
dibandingkan tahun sebelumnya. Total kendaraan diproyeksikan mencapai 319.916
unit, dengan jumlah penumpang sebanyak 108.050 orang dan total perjalanan kapal
mencapai 2.481 trip.
Baca Lainnya :
- Respon Cepat Pemprov Lampung dan Kabupaten/Kota, Kerusakan PJU Jalinsum Mulai Diperbaiki0
- Pemprov Lampung Perkuat Dukungan bagi Pasien Kanker0
- Pemprov Lampung Terbitkan Edaran: Larangan Kendaraan Dinas untuk Mudik0
- Mudik Lebih Aman dan Terjangkau, Pemprov Lampung Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis0
- Perbaikan Jalan Dipercepat, Pemprov Lampung Pastikan Jalur Mudik Lebaran Lebih Aman0
Meski secara kapasitas sistem
dinilai masih mencukupi, dengan rasio volume terhadap kapasitas (V/C ratio)
sebesar 0,67, potensi kemacetan tetap tinggi apabila terjadi penumpukan
kendaraan dalam waktu bersamaan.
Hasil pemantauan Tim Kementerian
Hak Asasi Manusia yang dipimpin Penta Peturun berkoordinasi dengan Pemerintah
Provinsi Lampung, Polda Lampung, Kodam
XXI/Radin Inten serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni
menunjukkan satu kesimpulan penting, yakni kapasitas kapal dinilai cukup, namun
risiko kemacetan tetap tinggi apabila pemudik datang dalam waktu bersamaan.
“Macet besar sering terjadi bukan
karena kapal kurang, tetapi karena kendaraan datang bersamaan,” ujarnya.
Arus mudik tahun ini didominasi
kendaraan pribadi, dengan sekitar 172 ribu unit mobil dan lebih dari 100 ribu
sepeda motor. Pola perjalanan keluarga yang cenderung berangkat pada waktu yang
sama menjadi faktor utama lonjakan di titik-titik tertentu.
Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran
dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 31 Maret 2026, dengan puncak arus mudik
dan balik diperkirakan terjadi menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri pada
21–22 Maret 2026.
Berdasarkan analisis, terdapat
sejumlah periode rawan kepadatan. Pada H-4 hingga H-2, antrean diperkirakan
terjadi pada pukul 15.00 hingga 23.00 WIB dengan waktu tunggu 2 hingga 4 jam.
Sementara pada puncak mudik H-3, kepadatan diprediksi terjadi mulai pukul 17.00
hingga 02.00 WIB dengan antrean mencapai 3 hingga 5 jam.
Adapun pada arus balik H+3 hingga
H+6, kepadatan diperkirakan lebih tinggi dengan antrean mencapai 4 hingga 6 jam
atau lebih, terutama akibat kombinasi kendaraan pribadi dan logistik.
Untuk menghindari kepadatan,
masyarakat disarankan melakukan perjalanan pada dini hari hingga pagi hari,
yakni pukul 01.00 hingga 10.00 WIB, serta menghindari perjalanan pada sore
hingga malam hari.
Dalam mengantisipasi lonjakan
tersebut, ASDP bersama pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan, antara lain
pengalihan arus kendaraan ke pelabuhan alternatif. Sepeda motor dan sebagian
kendaraan barang dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan, sementara kendaraan logistik
besar diarahkan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara.
Selain itu, sebanyak 75 kapal
disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam, didukung optimalisasi pola bongkar
muat guna meningkatkan frekuensi perjalanan.
Pengendalian arus juga diperkuat
melalui penerapan sistem delaying dan buffer zone di sejumlah titik strategis,
seperti Rest Area KM 20B, KM 49B, KM 87B, serta Terminal Agribisnis Gayam. Pada
titik tersebut dilakukan penyaringan kendaraan berdasarkan kepemilikan tiket.
ASDP menegaskan bahwa tidak ada
penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket
maksimal satu hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Ferizy atau kanal
resmi lainnya.
Dari sisi sumber daya manusia,
sebanyak 786 personel disiagakan dan didukung oleh TNI, Polri, Dinas
Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.
Fasilitas penunjang seperti CCTV,
pos kesehatan 24 jam, serta layanan pelanggan juga ditingkatkan.
Sebagai langkah tambahan, pelabuhan
alternatif di kawasan Wika Beton turut disiapkan sebagai skenario kontinjensi
apabila terjadi kepadatan ekstrem.
Pemerintah juga menekankan
pentingnya pelayanan yang ramah bagi seluruh pengguna jasa, termasuk kelompok
rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket
lebih awal, datang sesuai jadwal, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
[MFH/**]










3.jpg)