- Pemkab Dukung Upaya Pencegahan Narkotika Melalui Sinergi Lintas Sektor
- Wakil Bupati Pringsewu Minta Orang Tua Apresiasi Setiap Usaha Anak
- Bupati Parosil Apresiasi Tren Penurunan Kemiskinan di Lampung Barat
- Bupati Parosil Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan
- Percepat Deteksi TBC, Pemkab Optimalkan Skrining Berbasis Masyarakat
- Bupati Pesisir Barat Lantik Tim Pembina Posyandu
- Elemen Masyarakat Soroti AUTJ hingga Fungsi Pengawasan Dewan
- DLH Provinsi Lampung Kawal Ketat Proyek PSEL Lampung Raya
- Pemprov Dorong Seni jadi Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa
- KMP Batu Mandi Terbakar, Seluruh Penumpang Berhasil Diselamatkan
Pemprov Dorong Seni jadi Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung mendorong penguatan pelestarian seni dan budaya daerah melalui pendidikan
serta pengembangan ruang ekspresi bagi generasi muda.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Gelar Karya
Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dibuka
oleh Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan,
Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, di Balai Keratun, Komplek Kantor
Gubernur Lampung, Rabu (21/10/2026).
Dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan
Yanyan Ruchyansah, disampaikan bahwa Lampung memiliki kekayaan seni dan budaya
yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan daerah. Kekayaan tersebut mencakup
seni tari, musik tradisional, sastra lisan, kerajinan, serta beragam ekspresi
budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Perkuat Strategi Stabilkan Harga Pangan dan Dukung Hunian Layak0
- Ketua TP PKK Lampung Ajak Generasi Muda Kenalkan Budaya Daerah di Ajang Nasional0
- Atas Instruksi Gubernur, Wagub Jihan Pimpin Kolaborasi Padamkan Api TPA Bandarjaya0
- Lampung Tegaskan Komitmen Berantas Narkotika0
- Gubernur Lampung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat, Mitigasi Diperkuat hingga Desa0
Menurutnya, kekayaan budaya tersebut perlu
dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui
keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan.
"Anak-anak kita harus mengenal akar
budayanya sekaligus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kita ingin seni tradisional Lampung tetap hidup dan dicintai generasi muda,
sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas melalui
seni modern, teknologi digital, dan industri kreatif," ujar Gubernur.
Ia menegaskan, seni dan budaya tidak hanya
berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, tetapi juga
berpotensi membuka peluang ekonomi bagi generasi muda melalui pengembangan
industri kreatif.
Program GSMS dinilai menjadi langkah strategis
untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia seni dan budaya. Melalui
program ini, peserta didik memperoleh kesempatan belajar langsung dari seniman,
memahami proses kreatif, serta berlatih menciptakan dan menampilkan karya seni.
Pembelajaran tersebut diharapkan dapat
menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, ketekunan, keberanian mencoba, serta
kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan diri. Dengan demikian, pendidikan
tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk
generasi yang memiliki kepekaan rasa, karakter kuat, dan kesadaran untuk
menjaga identitas budayanya.
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program
GSMS membutuhkan kolaborasi antara sekolah, seniman, pemerintah daerah, orang
tua, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembelajaran seni dan budaya dapat
berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi peserta
didik.
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan
Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, melalui tayangan video
menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, para seniman, guru,
dan peserta didik yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program GSMS.
Ia menyampaikan bahwa program tersebut
merupakan wujud komitmen untuk menyelaraskan pendidikan dengan pemajuan
kebudayaan. Kehadiran seniman di sekolah memungkinkan peserta didik mengenal
dan merasakan secara langsung kekayaan budaya daerah, mulai dari seni tari dan
musik hingga permainan tradisional.
Menurutnya, Pekan Kebudayaan Daerah yang
menyertai gelar karya tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk
menampilkan, merayakan, dan mewariskan kekayaan budaya Lampung kepada generasi
penerus.
Giring berpesan agar para peserta didik terus
berkarya dan tidak ragu menunjukkan potensi seni yang dimiliki. Ia juga
mengapresiasi para seniman dan guru pendamping yang telah menjadi penghubung
antara tradisi budaya dan generasi muda.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa
GSMS merupakan inisiatif strategis Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan seni dan budaya, mempertemukan
dunia pendidikan dengan dunia kesenian, serta menumbuhkan apresiasi seni sejak
dini.
Pelaksanaan pembelajaran GSMS di Provinsi
Lampung berlangsung selama tiga bulan, mulai Juli hingga September 2026. Dalam
periode tersebut, para seniman terlibat langsung dalam proses pembelajaran di
sekolah, mendampingi peserta didik untuk mengenal, mempelajari, dan
mengembangkan berbagai bentuk ekspresi seni.
Thomas menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas kepercayaan dan dukungan
yang diberikan kepada Provinsi Lampung dalam pelaksanaan program tersebut. Ia
berharap GSMS dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga
semangat mencintai budaya semakin tumbuh di kalangan generasi muda.
Lebih lanjut, ia menekankan perlunya kolaborasi
dan strategi bersama untuk memperkuat pemajuan kebudayaan di Lampung, terutama
dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah dan menyediakan ruang ekspresi seni
yang dapat berkembang secara mandiri di tengah masyarakat.
Menurutnya, penggunaan bahasa Lampung di ruang
publik perlu menjadi perhatian bersama. Perubahan komposisi masyarakat yang
semakin heterogen menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlangsungan
percakapan bahasa daerah, khususnya di lingkungan perkotaan.
Karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran
dan komunikasi yang lebih efektif agar bahasa Lampung tetap dikenal, digunakan,
dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selain pelestarian bahasa, pengembangan ruang
pertunjukan seni dan budaya yang representatif juga menjadi perhatian. Ruang
ekspresi yang dikelola secara rutin dan terjadwal dinilai dapat memberikan
kesempatan kepada komunitas seni untuk mengembangkan kreativitas sekaligus
memperkenalkan kebudayaan Lampung kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Potensi budaya Lampung, termasuk kekayaan adat
Saibatin dan Pepadun, perlu terus digali dan dikembangkan sebagai identitas
daerah yang dapat diperkenalkan melalui pertunjukan seni, kegiatan kebudayaan,
dan pengalaman wisata berbasis budaya.
Thomas berharap gagasan tersebut dapat
ditindaklanjuti melalui pembahasan dan perencanaan bersama sehingga upaya
pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial, tetapi juga
tumbuh dari inisiatif komunitas dan partisipasi masyarakat.
Gelar Karya GSMS Provinsi Lampung Tahun 2026
menjadi puncak rangkaian pembelajaran seni yang telah berlangsung di sekolah
selama tiga bulan. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik menampilkan hasil
proses pembelajaran dan kreativitas mereka sebagai bentuk apresiasi terhadap
seni dan budaya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi
Lampung berharap lahir generasi muda yang kreatif, berkarakter, serta bangga
terhadap identitas budayanya. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan,
seniman, komunitas, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat ekosistem seni
dan budaya sekaligus memastikan kekayaan budaya Lampung tetap hidup dan diwariskan
kepada generasi mendatang. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










