- Peringati Hari Santri, Bupati Umrohkan 2 Pimpinan Ponpes dan Berangkatkan 5 Santri Wisata Kebangsaan
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Hari Santri 2026
- Umi Laila Buka Peringati Hari Pangan se-Dunia 2026
- Investasi Tanggamus TW III Tembus Rp115,97 Miliar, PMDN Berkontribusi 69,2 Persen
- Desa Sungai Langka Dicanangkan Sebagai Desa Tapis
- Sambut Hari Santri 2026, Pemkab Gelar Istighotsah di Komplek Makam KH. Ghalib
- Bupati Ela: 227 Ponpes Berperan Penting Membentuk Generasi Berilmu dan Berakhlak
- Gerakan Pangan Murah di Liwa, Pemkab Sediakan Beras dan Minyak Goreng Harga Terjangkau
- Buka Sosialisasi Hukum 2026, Pemkab Tekankan Kepatuhan Aturan dan Pelaporan WNA
- Hari Santri 2026, Wakil Bupati Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Santri
Bupati Pesisir Barat Lantik Tim Pembina Posyandu
Dorong Percepatan Penurunan Stunting

PESISIR BARAT, MFH,-- Bupati Pesisir Barat,
Dedi Irawan, melantik Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesisir Barat sekaligus
menghadiri Rapat Koordinasi Kabupaten Tim Pembina Posyandu. Kegiatan tersebut
berlangsung di Lobi Utama Teluk Stabas, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati
Pesisir Barat Irawan Topani, S.H., M.Kn.; Sekretaris Dinas Pemberdayaan
Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung, Muhammad Aziz Satria
Jaya, S.E., M.Si., yang mewakili kepala dinas; Pejabat Swadaya Masyarakat Ahli
Madya Provinsi Lampung, Septiana Zainal, S.KM., M.M.; para kepala organisasi perangkat
daerah (OPD); Ketua Umum TP-PKK Kabupaten Pesisir Barat Dian Hardiyanti Dedi;
Wakil Ketua I TP-PKK Dea Derika Topani; Ketua Dharma Wanita Persatuan Eliza
Wati Tedi Zadmiko; para camat se-Kabupaten Pesisir Barat; serta tamu undangan
lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pembina Posyandu
Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan bahwa Posyandu selama ini menjadi bagian
penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam memberikan pelayanan kepada
ibu dan anak, memantau tumbuh kembang anak, memberikan edukasi kesehatan, serta
mendorong pemberdayaan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Bupati Dedi Irawan Resmi Pimpin KONI Pesisir Barat 2026–20300
- Pemkab Pesisir Barat Targetkan Prestasi Provinsi dan Nasional di Musorkab KONI 20260
- Perkuat Sinergi, Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pisah Sambut Kapolda Lampung0
- Jelang MTQ Tingkat Lampung, Bupati Dedi Irawan Pacu Semangat Kafilah Pesisir Barat0
- Pelantikan Pengurus Risma Krui Selatan Warnai Pengajian BKMT di Balai Kencana0
Seiring perkembangan kebijakan dan kebutuhan
masyarakat, peran Posyandu kini semakin luas. Berdasarkan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, Posyandu didorong
untuk mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu
pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan
ketertiban umum, serta sosial.
Melalui transformasi tersebut, Posyandu tidak
lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi
wadah untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan masyarakat dan menghubungkannya
dengan pelayanan pemerintah sesuai bidang serta kewenangan masing-masing.
Kebutuhan masyarakat, seperti anak yang
berisiko putus sekolah, keluarga yang membutuhkan perlindungan sosial, rumah
warga yang tidak layak huni, hingga masyarakat yang memerlukan akses terhadap
pelayanan dasar, harus dapat diidentifikasi, dicatat, dikoordinasikan, dan
diteruskan kepada perangkat daerah terkait.
Dalam hal ini, Posyandu tidak mengambil alih
tugas perangkat daerah, melainkan memperkuat perannya sebagai jembatan antara
kebutuhan masyarakat dan pelayanan yang disediakan pemerintah.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesisir
Barat juga menegaskan bahwa keberhasilan transformasi Posyandu sangat
ditentukan oleh kuatnya koordinasi lintas sektor. Perangkat daerah, pemerintah
kecamatan, pemerintah pekon, dan kader Posyandu harus saling bersinergi dengan
dukungan serta pembinaan yang memadai.
Setiap perangkat daerah terkait diharapkan
dapat berkontribusi sesuai tugas dan fungsinya, baik melalui pembinaan,
penyediaan data, peningkatan kapasitas kader, dukungan pelayanan, maupun tindak
lanjut terhadap permasalahan yang ditemukan di lapangan.
Dengan demikian, Posyandu dapat menjadi bagian
dari gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi
masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Pesisir Barat Dedi
Irawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung
penyelenggaraan Posyandu sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis
dalam mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Melalui transformasi
berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, peran Posyandu
diperluas untuk mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni
kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban
umum, serta sosial.
Bupati menegaskan bahwa transformasi tersebut
bertujuan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, bukan mengambil
alih tugas perangkat daerah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat
antara pemerintah kabupaten, kecamatan, pekon, kader Posyandu, dan seluruh
pihak terkait agar kebutuhan masyarakat dapat diketahui serta ditindaklanjuti
sesuai kewenangan masing-masing.
Bupati juga meminta Tim Pembina Posyandu yang
baru dilantik segera melakukan pemetaan kondisi Posyandu, meningkatkan kualitas
pendataan, aktif melakukan pemantauan di lapangan, serta menghadirkan berbagai
inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Setiap program yang dijalankan harus memiliki
tujuan yang jelas, pembagian tugas yang terukur, serta mekanisme tindak lanjut
agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya
perhatian serius terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten
Pesisir Barat. Upaya tersebut perlu dilakukan melalui pemantauan tumbuh kembang
anak, pendampingan ibu hamil, edukasi gizi, serta penguatan peran keluarga.
Seluruh langkah tersebut harus didukung dengan
data yang akurat dan koordinasi yang baik bersama tenaga kesehatan serta
perangkat daerah terkait agar program penanganan stunting dapat berjalan secara
efektif dan tepat sasaran.
Kepada seluruh pengurus yang dilantik, Bupati
berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan
semangat pengabdian. Ia juga meminta agar pembinaan terhadap kader Posyandu
terus diperkuat karena mereka merupakan ujung tombak pelayanan yang berhadapan
langsung dengan masyarakat.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Bupati
berharap dapat terbangun kesamaan langkah dan tersusun rencana kerja yang
jelas, terukur, serta berkelanjutan.
Ia mengingatkan agar setiap permasalahan yang
ditemukan di tengah masyarakat tidak berhenti pada tahap pencatatan, tetapi
harus dikoordinasikan dan ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.
Bupati mengajak seluruh
pihak menjadikan Posyandu sebagai wadah pelayanan dan pemberdayaan masyarakat
yang semakin aktif, berkualitas, dan bermanfaat demi mewujudkan masyarakat
Kabupaten Pesisir Barat yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera. [MFH/
Diskominfotiksan]











