- Ajiudin: Selain Sekdes Pulau Jaya, Menjadi Banser juga Bentuk Pengabdian untuk Masyarakat dan Agama
- Koperasi Pesisir Diperkuat, Nelayan Lamtim Didorong Miliki Posisi Tawar Lebih Baik
- Usaha Susu Kambing Etawa di Lampung Barat Tembus Luar Daerah
- Dorong Ekonomi Pesisir Barat, Bupati Dedi Irawan Hadiri Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta
- Jaga Kelestarian Hutan TNBBS, Sekda Pesisir Barat Perkuat Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum
- Meriahkan Hari Santri 2026, PP MWCNU Jati Agung Barat Gelar Pawai
- APBD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan
- Kapolres Sambut Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Lampung, Periksa Empat Bidang
- Polsek Kota Agung dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi Mayat Perempuan di Pasar Madang
- Pemprov Buka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Hari Santri 2026

PRINGSEWU, MFH,-- Upacara peringatan Hari
Santri tahun 2026 tingkat Kabupaten Pringsewu dilaksanakan di Lapangan
Dirgahayu, Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu,
Provinsi Lampung, pada Kamis, 22 Oktober 2026, dengan pembina upacara Bupati
Pringsewu Riyanto Pamungkas. Upacara turut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi
Laila, beserta jajaran pemerintah daerah, DPRD dan forkopimda serta instansi
vertikal lainnya, Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama dan ormas Islam
lainnya, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren serta para santri, dimana pada
kesempatan tersebut juga turut diserahkan santunan kepada sejumlah anak yatim.
Membacakan amanat tertulis Menteri Agama
KH.Nasaruddin Umar, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan Hari Santri
yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang
perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan
Indonesia. Sejarah mencatat, Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratus Syech
KH.Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan
umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan.
“Semangat itu turut menggerakkan perlawanan
rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945 yang kini kita
peringati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita
bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting
dari perjalanan bangsa. Karena itu, mengenang jasa para pendahulu tidak cukup
hanya dengan upacara dan seremonial, tetapi Kita harus melanjutkan perjuangan
mereka melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,”
katanya.
Baca Lainnya :
- Umi Laila Buka Peringati Hari Pangan se-Dunia 20260
- Sambut Hari Santri 2026, Pemkab Gelar Istighotsah di Komplek Makam KH. Ghalib0
- Wakil Bupati Pringsewu Minta Orang Tua Apresiasi Setiap Usaha Anak0
- Pemkab dan DPRD Pringsewu Sahkan 4 Peraturan Daerah0
- Rangkaian Peringatan Hari Santri 2026 Kabupaten Pringsewu Resmi Dimulai0
Dikatakan, peringatan Hari Santri Tahun 2026
mengusung tema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’. Tema ini
mengandung pesan penting bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam
menentukan masa depan bangsa. Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan
perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan
negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak
mulia. Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri
bagi seorang santri tidak boleh padam.
“Pada tahun 2045, Indonesia akan genap berusia
100 tahun, atau kita menyebutnya Indonesia Emas, sebuah visi untuk mewujudkan
Indonesia yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan
bangsa-bangsa lain di dunia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kita
membutuhkan SDM yang unggul, menguasai Iptek, berakhlak mulia, serta mampu
menghadirkan inovasi. Di sinilah santri harus mengambil peran penting, sebab
bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga
jujur, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa Hari Santri bukan
hanya milik santri dan pesantren, bukan hanya milik umat Islam, tetapi juga
milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung
persatuan, dan mencintai tanah air. Sebab, mencintai tanah air adalah bagian
dari iman. Karenanya, ia mengajak menjadikan peringatan Hari Santri sebagai
momentum memperkuat gotong royong dan melanjutkan perjuangan para ulama serta pahlawan
dengan cara terbaik, sekaligus mendoakan mereka yang telah gugur demi
kemerdekaan dan keutuhan bangsa, semoga Allah SWT menerima amal ibadah serta
melimpahkan rahmat kepada mereka, sekaligus membimbing kita untuk meneruskan
cita-cita luhur perjuangan mereka.
“Akhirnya, saya mengucapkan
selamat Hari Santri Tahun 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar
pesantren di Indonesia. Teruslah menjaga tradisi, mengembangkan inovasi,
memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri untuk negeri, serta jadilah
santri yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas. Semoga setiap langkah dan
perjuangan kita senantiasa mendapat ridha serta keberkahan Allah SWT. Selamat
Hari Santri 2026, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas !,” ucapnya.
[MFH/rils]











