- Ajiudin: Selain Sekdes Pulau Jaya, Menjadi Banser juga Bentuk Pengabdian untuk Masyarakat dan Agama
- Koperasi Pesisir Diperkuat, Nelayan Lamtim Didorong Miliki Posisi Tawar Lebih Baik
- Usaha Susu Kambing Etawa di Lampung Barat Tembus Luar Daerah
- Dorong Ekonomi Pesisir Barat, Bupati Dedi Irawan Hadiri Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta
- Jaga Kelestarian Hutan TNBBS, Sekda Pesisir Barat Perkuat Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum
- Meriahkan Hari Santri 2026, PP MWCNU Jati Agung Barat Gelar Pawai
- APBD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan
- Kapolres Sambut Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Lampung, Periksa Empat Bidang
- Polsek Kota Agung dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi Mayat Perempuan di Pasar Madang
- Pemprov Buka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Ajiudin: Selain Sekdes Pulau Jaya, Menjadi Banser juga Bentuk Pengabdian untuk Masyarakat dan Agama

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Semangat pengabdian
yang menyatukan pelayanan negara dan kesetiaan kepada agama patut diapresiasi
tinggi. Hal itu terlihat jelas pada sosok Ajiudin, Sekretaris Desa (Sekdes)
Pulau Jaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.
Dua peran besar diembannya sekaligus dengan
penuh tanggung jawab, sebagai aparatur desa yang melayani warga, serta aktif
sebagai anggota Barisan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU).
Setiap
hari, Ajiudin tampil rapi mengenakan pakaian resmi aparatur desa, hadir lebih
dulu di kantor desa untuk menyelesaikan tugas administrasi dan mendengar
kebutuhan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Meriahkan Hari Santri 2026, PP MWCNU Jati Agung Barat Gelar Pawai0
- Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemprov Perkuat Dukungan bagi Santri dan Pesantren0
- SDN 1 Bumidaya Palas Gelar Upacara Memperingati Hari Santri Nasional 20260
- Gubernur Mirza Dorong Pembudidaya Ikan Lampung Makin Sejahtera0
- KMP Batu Mandi Terbakar, Seluruh Penumpang Berhasil Diselamatkan0
Di waktu lain, ia berganti seragam khas Banser,
berdiri tegak di garis terdepan menjaga kelancaran dan keamanan kegiatan
keagamaan mulai dari peringatan hari besar Islam hingga pengajian akbar tingkat
desa, kecamatan, maupun kabupaten.
"Saya hanya berusaha menjadi orang biasa
yang ingin berguna. Semoga langkah kecil ini bisa menginspirasi anak muda lain,
bahwa kita bisa berbakti di mana saja, sesuai kemampuan yang Allah titipkan
kepada kita," Ucap Ajiudin, Jum'at 23/10/2026
Pengabdiannya tak berhenti di tugas rutin. Di
bidang sosial, Ajiudin juga kerap menyempatkan diri mengantar-jemput warga yang
hendak berobat menggunakan mobil siaga desa. Tak hanya itu, ia juga sigap
membantu transportasi jamaah pengajian NU agar bisa berkumpul menuntut ilmu.
"Seragam aparatur desa dan seragam Banser
sama saja di hati saya: sama-sama simbol tanggung jawab. Kalau warga butuh
diantar berobat, kalau jamaah butuh bantuan, saya berusaha hadir sebisa saya.
Pengabdian itu tidak kenal waktu, tidak kenal lelah. Selama saya mampu, saya
akan terus melayani." Tambah Ajiudin
Dedikasi yang tak kenal lelah ini menjadikan
Ajiudin contoh nyata, pengabdian tidak harus memilih satu jalan saja. Semangat
melayani negara di jabatan, berbakti agama di organisasi, dan peduli sesama di
kehidupan sehari-hari, adalah bukti jiwa pengabdian yang luar biasa dan patut
ditiru.
"Sebagai Sekretaris
Desa, tugas saya adalah melayani warga sebaik-baiknya. Sebagai anggota Banser,
tugas saya adalah menjaga ketertiban dan keamanan kegiatan keagamaan sebagai
bentuk cinta kepada ajaran Nabi. Keduanya adalah jalan yang
sama berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain." Pungkasnya.
[MFH/Sri]











