- Pemkab Dukung Upaya Pencegahan Narkotika Melalui Sinergi Lintas Sektor
- Wakil Bupati Pringsewu Minta Orang Tua Apresiasi Setiap Usaha Anak
- Bupati Parosil Apresiasi Tren Penurunan Kemiskinan di Lampung Barat
- Bupati Parosil Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan
- Percepat Deteksi TBC, Pemkab Optimalkan Skrining Berbasis Masyarakat
- Bupati Pesisir Barat Lantik Tim Pembina Posyandu
- Elemen Masyarakat Soroti AUTJ hingga Fungsi Pengawasan Dewan
- DLH Provinsi Lampung Kawal Ketat Proyek PSEL Lampung Raya
- Pemprov Dorong Seni jadi Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa
- KMP Batu Mandi Terbakar, Seluruh Penumpang Berhasil Diselamatkan
Bupati Parosil Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat
Parosil Mabsus menegaskan literasi adalah kunci untuk mengentaskan kemiskinan.
Hal itu disampaikan saat membuka Festival Literasi 2026 di pelataran Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan, Selasa, (20/10).
Parosil menyebut literasi bukan sekadar
aktivitas membaca buku, melainkan fondasi yang mengubah persoalan menjadi
harapan.”Literasi itu membuka wawasan, membuka cakrawala, jendela dunia. Semua
muaranya itu literasi. Kalau produktif, dia bisa menyelesaikan semua
persoalan,” tegas Parosil.
Menurutnya, kecerdasan dari literasi akan menjadi
jalan keluar dari kemiskinan. Karena itu ia meminta program literasi tidak
dibebankan ke satu perangkat daerah saja, melainkan dikerjakan secara
kolaboratif.
Baca Lainnya :
- Bupati Parosil Kunjungi Rumah Warga Ludes Terbakar di Sumber Jaya0
- Wabup Mad Hasnurin Harap Gedung Baru BNI jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Warga0
- Pisah Sambut di Mapolda Lampung, Bupati Lampung Barat Titip Harapan Keamanan0
- Program Seragam Gratis Lambar Raih Validasi, Bupati Parosil Kantongi Nilai A0
- Bupati dan Wabup Lambar Sambangi Keluarga Korban Kebakaran di Pekon Balak0
“Membaca itu melahirkan kreativitas. Hari ini
kita bicara hilirisasi, merubah bentuk dan merubah rasa,” katanya.
Ia juga meminta pegiat literasi menjaga agar
gerakan ini tetap eksis. Baginya, literasi adalah investasi harapan dan masa
depan Lampung Barat.
Festival tahun ini berbeda. Di tengah maraknya
pinjaman online dan investasi bodong, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat
menggandeng OJK Provinsi Lampung mendirikan pojok literasi keuangan.
Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku
Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Lampung, Ety
Elyati, mengatakan pihaknya hadir lewat Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau
Gencarkan. Fokusnya adalah mengajarkan masyarakat prinsip 2L, yakni Legal dan
Logis.
“Legal artinya memastikan produk keuangan
terdaftar dan diawasi OJK. Logis artinya tidak tergiur keuntungan yang tidak
masuk akal. Harapannya masyarakat bisa Kenali, Cegah, dan Lapor jika menemukan
aktivitas keuangan ilegal, investasi bodong, maupun pinjaman online ilegal,”
ujar Ety.
Sebelumnya, kepala Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Lampung Barat, Dahlin, mengatakan festival 2026 yang didukung
Perpustakaan Nasional ini dirancang agar masyarakat mudah mengakses informasi.
Kerja sama dengan OJK
menjadi krusial karena digitalisasi membuat informasi keuangan sangat cepat
menyebar, namun juga rawan penipuan. “Tujuannya supaya keuangan masyarakat bisa
terkelola dan terhindar dari penipuan,” tutup Dahlin. [MFH/Diskominfo]











