- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
Pemerintah Apresiasi Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian dan Pertumbuhan Ekonomi

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung penuh
investasi di sektor properti dan perumahan.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Gala
Dinner HUT Realestat Indonesia (REI) ke-54 yang berlangsung meriah di Graha
Wangsa, Kamis malam (7/5/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza
menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah agenda
nasional REI. Ia menilai kehadiran para pengusaha properti dari seluruh Indonesia
merupakan momentum strategis di tengah tren positif pertumbuhan ekonomi
Lampung.
Baca Lainnya :
- Ratusan Peserta HUT REI Kunjungi Dekranasda Lampung0
- Pemprov Lampung Sambut HUT REI ke-54, Momentum Perkuat Investasi Properti0
- Ribuan Desa Terima Bantuan, Pemprov Lampung Dorong Pertumbuhan Ekonomi dari Desa0
- Pemprov Lampung Dorong Nilai Tambah, Ribuan Ton Tapioka Diekspor ke Tiongkok0
- BPS Lampung: Pengangguran Turun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat pada Februari 20260
“Provinsi
Lampung hari ini menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua di
Sumatera. Pertumbuhan ekonomi yang tertinggi selama 10 tahun terakhir di
Lampung. Hampir di Lampung ini 5 tahun berturut-turut tidak pernah tumbuh di
atas rata-rata nasional,” ujar Gubernur.
Pencapaian ekonomi ini, menurut
Gubernur, merupakan buah dari program strategis Pemerintah Pusat yang
difokuskan pada sektor pangan, energi, dan pemberdayaan masyarakat kecil.
Dampak positif ini turut dirasakan pada sektor perumahan rakyat, di mana
Lampung mendapatkan kuota renovasi rumah sebanyak 10.000 unit tahun ini atas
kebijakan Presiden RI melalui kementerian terkait.
Gubernur Mirza, yang memiliki latar
belakang sebagai pengusaha perumahan subsidi, memahami betul tantangan yang
dihadapi para pengembang. Oleh karena itu, ia memberikan garansi kemudahan
akses bagi anggota REI yang ingin menanamkan modalnya di Provinsi Lampung.
“Ke
depan Provinsi Lampung akan sangat mendukung investasi terutama dari
teman-teman REI, akan memudahkan segala proses administrasi dan lain-lain. Saya
yakin dengan kolaborasi yang baik antara Pemprov Lampung dengan anggota REI
akan menjadi dorongan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung ke
depan,” tegasnya.
Acara Gala Dinner ini merupakan
puncak dari rangkaian HUT REI ke-54 yang meliputi kegiatan sosial tanam pohon,
forum bisnis, hingga konvoi odong-odong keliling kota. Di akhir sambutannya,
Gubernur mengajak seluruh peserta untuk membawa kabar baik mengenai potensi
pariwisata dan keramahan Provinsi Lampung ke daerah asal masing-masing.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia
Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan
I-2026 mencapai 5,58 persen. Angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam
satu dekade terakhir bagi Provinsi Lampung.
Amalia mengungkapkan bahwa
pertumbuhan Lampung berada di posisi kedua tertinggi di seluruh wilayah
Sumatera, hanya terpaut sedikit di bawah Kepulauan Riau. Ia memuji kepemimpinan
di tingkat daerah yang mampu mengoptimalkan sektor agraris.
"Sejak 2015 di Provinsi
Lampung ini belum pernah tumbuh 5,58 persen. Pertama kali dalam sepuluh tahun
terakhir bahwa Lampung bisa menembus pertumbuhan yang relatif tinggi,"
ujar Amalia.
Amalia kemudian menjelaskan bahwa
keberhasilan ini tak lepas dari leadership dan strategi kebijakan hilirisasi
pertanian.
"Suatu ekonomi ini bisa tumbuh tinggi
karena leadership dari seorang kepala daerahnya yang bisa memanfaatkan potensi
daerahnya yang berbasis pertanian. Pak Gubernur ini bisa mendorong melalui
produktivitas sekaligus juga membangun hilirisasi dari industri hasil
pertanian," tambahnya.
Secara nasional, ekonomi Indonesia
juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,61 persen pada Triwulan
I-2026. Amalia menekankan bahwa sektor perumahan dan konstruksi memegang peran
vital sebagai pengungkit ekonomi nasional. Data PDB mencatat sektor konstruksi
tumbuh di atas 5 persen, sementara investasi tumbuh sebesar 5,59 persen.
Kepala BPS meyakini bahwa program
nasional 3 juta rumah yang sedang digalakkan pemerintah akan menjadi motor
penggerak ekonomi yang luar biasa.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, memberikan apresiasi
tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang tercatat sebagai
tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Sebagai bentuk dukungan nyata, Menteri PKP
mengumumkan penambahan kuota bantuan bedah rumah untuk masyarakat Lampung.
"Bapak Gubernur yang saya
hormati, tadi sudah dikoreksi oleh Ibu Kepala BPS, Lampung pertumbuhannya nomor
dua ya se-Sumatera. Karena itu barusan saya cek masih ada sisa kuota, saya
tambahkan dari 9500 jadi 11.000 bedah rumah buat Lampung," tegas Maruarar.
Menteri PKP menjelaskan bahwa
keputusan menaikkan kuota sebanyak 1.500 unit tersebut didasari oleh kesiapan
tim Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur dan masih
banyaknya masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Ia meminta Pemerintah
Provinsi Lampung segera mengirimkan tim ke Jakarta guna memproses teknis
pelaksanaan tambahan kuota tersebut.
Maruarar Sirait juga memaparkan target besar
pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam sektor perumahan, di antaranya
rencana pembangunan 10 kota baru di seluruh Indonesia serta memastikan
kebijakan gratis biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta
Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
berjalan efektif dari Sabang sampai Merauke.
Menteri PKP selanjutnya menekankan tiga pilar
utama dalam pembentukan setiap regulasi perumahan: harus bermanfaat bagi
negara, bagi rakyat, dan memberikan kenyamanan bagi dunia usaha. Ia pun
mengajak seluruh anggota REI untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme
sebagai pengembang yang bertanggung jawab.
"Negara sangat membutuhkan
pengusaha yang kuat, berkualitas, dan bertanggung jawab. Saya ingin nama REI
dijaga, pastikan anggota REI benar-benar menjadi pengembang yang bertanggung
jawab terhadap konsumennya," pungkasnya. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]











3.jpg)