- Perkuat Pembangunan SDM, Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang
- Pamerkan Kriya Lampung di Kriyanusa 2026, Batin Wulan Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
- Bukan Sekadar Akses, Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Martabat Kaum Tuli
- Warga Sragi Jadi Korban Love Scam di Peras Rp290 Juta, Pelaku di Tangkap di Brebes
- Polsek Pematang Sawa Pastikan Karhutla di Tampang Tua Telah Padam
- Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung
- APIK Dorong Transformasi Kakao Lampung Timur Berbasis Petani dan Kolaborasi
- Pertama di Indonesia, Lamtim Resmi Integrasikan MRC ke MPP
Mukhlis Basri Desak Kementerian PUPR Perbaiki Jalan Rusak dan Atasi Banjir

Lampung Barat, MFH,-- Dalam forum
tersebut, ia menyoroti berbagai permasalahan infrastruktur, terutama terkait
jalan rusak, abrasi pantai, dan bencana banjir.
Mukhlis mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
untuk segera menyetujui perubahan status jalan Liwa (Lampung Barat)–OKU Selatan
(Sumsel) dari jalan provinsi menjadi jalan nasional.
“Jalan tersebut menghubungkan
Lampung dengan Sumatera Selatan dan kondisinya rusak parah. Karena merupakan
penghubung antardaerah, kami harap statusnya ditingkatkan menjadi jalan
nasional sekaligus segera diperbaiki,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Parosil Mabsus Kukuhkan Satgas PPA Lambar0
- Cara Repsol Honda Jaga Kepercayaan Diri Marquez0
- Kalahkan Federer, Djokovic Juara Wimbledon0
- Meski Akui Sudah Sulit Menang, Rossi Belum Mau Menyerah0
- Peta Wisata Bandung, Mulai dari Lembang - Ciwidey0
Tak hanya itu, Mukhlis juga menyoroti kondisi jalan lintas barat yang
menghubungkan Krui (Pesisir Barat) dengan Provinsi Bengkulu. Menurutnya, abrasi
pantai telah menggerus hampir setengah badan jalan.
“Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, jalan ini
terancam putus dan dapat membahayakan pemukiman warga. Kami mendesak
Kementerian PUPR untuk melakukan penanganan tahun ini juga,” tegasnya.
Politisi yang dikenal dekat
dengan rakyat itu juga menyampaikan keluhan delapan kepala daerah di Dapil
Lampung I. Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat para kepala daerah
kesulitan mewujudkan janji politik mereka, khususnya terkait pembangunan
infrastruktur jalan.
“APBD seluruh kabupaten di Dapil Lampung I sangat terbatas. Karena itu,
kami mendorong Kementerian PUPR untuk membantu melalui program Inpres Jalan
Daerah (IJD), guna mewujudkan jalan mulus sebagai bentuk realisasi janji
politik,” ungkapnya.
Selain soal jalan, Mukhlis juga
menyoroti persoalan banjir di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu yang mengganggu
pola tanam padi masyarakat. Hal ini, kata dia, berdampak langsung pada
ketahanan pangan.
“Masalah banjir di dua kabupaten ini harus
menjadi perhatian. Jika masyarakat tidak bisa menanam karena lahan terendam,
tentu akan memengaruhi ketahanan pangan nasional,” tandasnya. [MFH/**]











