- Bupati dan Kapolres Tinjau Kesiapan TPS Jelang Pencoblosan Pilkakon
- MUI Pesawaran Edukasi Masyarakat Tentang Bahaya Judi Online dan Narkoba
- Pimpin Apel Siaga Pilkakon Serentak, Bupati Pringsewu Tekankan 3 Hal Penting
- Bupati Dampingi Reses Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Kotaku di Pajar Bulan
- Wabup Mad Hasnurin Lantik 72 Pejabat Administrator, Pengawas dan Fungsional di Lambar
- Bentuk Forum Lalu Lintas, Pemkab Pesisir Barat Bidik Transportasi Aman dan Tertib
- Sertifikasi Guru PPPK Belum Terbayar, Disdik Sebut Paling Cepat November 2026
- Kabag SDM Polres Tanggamus jadi Pembina Upacara di SMK Muhammadiyah Gisting
- Polres dan Petugas Gabungan Razia Hiburan Malam di Kota Agung
- Bupati Pringsewu Lepas Pendistribusian Logistik Pemilihan Kapekon Serentak
MUI Pesawaran Edukasi Masyarakat Tentang Bahaya Judi Online dan Narkoba

PESAWARAN, MFH,-- Sebagai upaya meningkatkan
kesadaran masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman sosial di era
digital, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesawaran menggelar
sarasehan dan sosialisasi bahaya patologi sosial, khususnya judi online dan
penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Modern Darul Ikram, Kecamatan Kedondong,
Senin (26/10/2026), ini menyasar wilayah Kedondong, Way Khilau, dan Way Ratai.
Kegiatan tersebut melibatkan tokoh masyarakat,
tokoh pendidikan, serta para guru yang diharapkan menjadi bagian penting dalam
upaya pencegahan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber
turut memberikan materi sesuai bidang masing-masing, yakni Koordinator Wilayah
Pesawaran Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Lampung Hengki Wijaya,
perwakilan Kejaksaan Negeri Pesawaran Ardi Herliansyah, S.H., M.H.,
serta Kepala Dinas Kominfotiksan Kabupaten Pesawaran yang
diwakili Kepala Bidang PPIP, Ihsan Taufiq, S.I.Kom., M.P.A.
Baca Lainnya :
- Desa Sungai Langka Dicanangkan Sebagai Desa Tapis0
- Pemkab Dukung Upaya Pencegahan Narkotika Melalui Sinergi Lintas Sektor0
- Wagub Jihan Nurlela Minta Percepatan Penanggulangan TBC di Lampung0
- PAC ABPEDNAS Pesawaran Dilantik, Perkuat Pengawasan dan Pembangunan Desa0
- Bupati Nanda Perkuat Kemitraan Kakao Pesawaran0
Melalui sarasehan ini, peserta dibekali
pemahaman mengenai dampak judi online dan narkoba sekaligus didorong untuk
memperkuat edukasi serta pendampingan kepada generasi muda agar tidak terjerumus
dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
Pimpinan Pondok Modern Darul Ikram Kedondong,
KH. Ikrami Saputra, S.H., M.Hum., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap sarasehan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan memperkuat
kolaborasi dalam menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks seiring
perkembangan teknologi.
Menurutnya, kemudahan akses informasi di era
digital perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi dan membentengi
diri dari pengaruh negatif. Karena itu, ia menegaskan kesiapan Pondok Modern
Darul Ikram untuk berpartisipasi aktif dalam upaya membekali generasi muda
dengan nilai-nilai positif.
“Sekarang kita berada di dunia tanpa batas.
Berbagai informasi dapat diakses hanya dalam hitungan detik, termasuk hal-hal
yang bersifat negatif. Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini kita memperoleh
pengetahuan baru tentang cara menghadapi bahaya judi online, narkoba, dan
sejenisnya, sehingga bisa menjadi bekal positif bagi kita semua,” ujarnya.
Ketua MUI Kabupaten Pesawaran, KH. A. Rusdi
Ubaidillah Abror, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari
berbagai keluhan masyarakat mengenai dampak judi online dan penyalahgunaan
narkoba yang turut memengaruhi kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.
Ia menjelaskan, persoalan pinjaman online juga
menjadi perhatian karena dalam sejumlah kasus dapat berkaitan dengan dampak
aktivitas judi online maupun penyalahgunaan narkoba. Meski demikian, pembahasan
dalam kegiatan ini lebih difokuskan pada bahaya judi online dan narkoba,
mengingat layanan pinjaman online memiliki karakteristik yang beragam dan perlu
dipahami secara tepat.
“Banyak persoalan di tengah masyarakat yang
perlu menjadi perhatian kita bersama. Dampak judi online dan narkoba tidak
hanya merugikan individu, tetapi juga dapat merusak keharmonisan rumah tangga
dan hubungan antara anak dengan orang tua. Karena itu, kita tergerak untuk
melakukan upaya pencegahan di seluruh wilayah Kabupaten Pesawaran,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, pembinaan karakter dan
penguatan nilai-nilai kebaikan perlu dimulai sejak usia pelajar. Upaya tersebut
membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari keluarga, tenaga pendidik,
tokoh masyarakat, hingga jajaran MUI di tingkat kecamatan dan kabupaten.
Dalam penyampaiannya, Kepala Bidang PPIP
Kominfotiksan Kabupaten Pesawaran, Ihsan Taufiq menjelaskan bahwa penanganan
persoalan di ruang digital memerlukan pemahaman mengenai pembagian kewenangan
antarlembaga. Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Kominfotiksan tidak
memiliki kewenangan teknis untuk memutus server judi online maupun secara
langsung melakukan penindakan terhadap seluruh situs ilegal dan konten
bermasalah di internet.
Ia menyampaikan bahwa salah satu peran penting
pemerintah daerah adalah meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu
mengenali, menyaring, dan menghindari berbagai risiko di ruang digital.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal Aduan Konten melalui aduankonten.id
untuk melaporkan konten yang diduga melanggar ketentuan, termasuk informasi
bohong atau hoaks, sesuai mekanisme yang berlaku.
Dirinya menuturkan, perkembangan teknologi
telah mengubah berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari transaksi, pekerjaan,
hingga proses pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan oleh
pihak-pihak yang melakukan kejahatan melalui ruang digital, termasuk dalam
praktik judi online dan berbagai modus penipuan yang berkaitan dengan pinjaman
online.
“Perkembangan teknologi membawa banyak
kemudahan, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan baru.
Pihak-pihak yang melakukan kejahatan akan terus mencari cara untuk beradaptasi
dengan perkembangan teknologi informasi. Karena itu, para ulama, tenaga
pendidik, masyarakat, dan aparat penegak hukum juga perlu memperkuat
pengetahuan serta kerja sama untuk menghadapi kejahatan di ruang digital,”
jelasnya.
Ia berharap edukasi literasi digital dapat
berjalan beriringan dengan pembinaan moral dan penguatan karakter, sehingga
masyarakat, terutama generasi muda, tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi
secara produktif, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap berbagai pengaruh
negatif di internet.
Kegiatan sarasehan dan
sosialisasi tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui
kegiatan ini, diharapkan dapat terbangun sinergi berkelanjutan antara unsur
keagamaan, pendidikan, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam mencegah judi
online, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai persoalan sosial yang mengancam
generasi muda. [MFH/Diskominfotiksan]










