- Nobar Piala Dunia 2026 di Lampung Disiapkan jadi Penggerak Ekonomi dan Kebersamaan Masyarakat
- Lampung Matangkan Penyesuaian Batas Wilayah, Siapkan Pusat Pemerintahan Masa Depan
- Bandar Lampung Dinilai jadi Wajah Kemajuan Lampung
- Lampung Siap jadi Pionir Nasional Pengelolaan Sampah Terintegrasi dan Energi Bersih
- Sekda Lambar Minta Jajaran Kuasai Pemetaan TKD 2027 agar Pembangunan Tepat Sasaran
- Wabup Pimpin Rakor Gerakan Sadar ZIS, ASN Diminta Tingkatkan Kepedulian Sosial
- Penutupan HUT ke-80 Lampung Tengah Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan
- Meriahkan HUT ke-80 Lampung Tengah, TP PKK Kecamatan Gelar Lomba Make Up
- Nama Bupati Tanggamus Terus Dikaitkan, Kuasa Hukum: Jangan Hakimi Tanpa Dasar Hukum
- Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung Perkuat Konektivitas Transportasi
Lampung Siap jadi Pionir Nasional Pengelolaan Sampah Terintegrasi dan Energi Bersih

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Provinsi Lampung resmi
menjadi pilot project nasional dalam pengembangan ekosistem ekonomi hijau
melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah dan energi terbarukan.
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PT. Nusantara Plastik Energi, Muhammad Dani SM Rabbani, di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (17/6/2026).
Langkah kolaboratif ini menjadi strategi
konkret Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah
terintegrasi sekaligus memacu pertumbuhan industri berbasis energi bersih.
Melalui kemitraan ini, Lampung akan mengadopsi standar pengelolaan sampah yang
telah teruji di Eropa selama lebih dari 30 tahun guna menciptakan model
pengelolaan sampah nasional yang berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung Perkuat Konektivitas Transportasi 0
- Pemprov Dorong TVRI jadi Etalase Kemajuan Desa dan Media Publik Tepercaya di Era Digital0
- Gubernur Lampung Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 20260
- Bondo Nekad di Atas Kanvas: Petualangan Bambang Suroboyo Menangkap Jiwa Bencana0
- Pemprov Lampung Sambut Rapimnas IPPNU0
Fokus utama kerja sama ini mencakup
pengembangan berbagai sektor strategis, antara lain :
- Pembangunan fasilitas waste-to-energy yang
mampu mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi;
- Produksi bahan bakar biomassa (biomass fuel);
- Pemanfaatan energi terbarukan melalui
pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga air skala
kecil (micro hydro).
Pada tahap awal, investasi sebesar 25 juta Euro
disiapkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah plastik berkapasitas
15.000 ton per tahun yang akan menyerap 40 tenaga kerja lokal. Teknologi
modular yang diterapkan memungkinkan fasilitas ini untuk terus berkembang
hingga mencapai kapasitas pengolahan 200.000 ton sampah per tahun.
Produk turunan dari proses ini nantinya tidak
hanya menjawab persoalan volume sampah, tetapi juga menghasilkan komoditas
bernilai tambah seperti minyak pirolisis, Refuse Derived Fuel (RDF), hingga
potensi pendapatan tambahan melalui skema kredit karbon.
Pemilihan Lampung sebagai lokasi proyek
percontohan didasarkan pada posisi strategis dan kesiapan dukungan pemerintah
daerah dalam transformasi menuju kawasan industri hijau. Upaya ini ditegaskan
sebagai akselerasi nyata Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat ketahanan
energi daerah sekaligus mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan
berdaya saing global. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)