- Kerja Sama Internasional, Peluang Investasi Untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
- Bupati Hadiri Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD
- Bupati Pringsewu Dampingi Tim Kemendagri RI Tinjau Sentra Mocaf
- Peletakan Batu Pertama Jembatan Armco, Harapan Baru Masyarakat Trimurjo dan Bumiratu Nuban
- Plt. Bupati Laksanakan Persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Puseh Rama Dewa
- Sekda Lambar Ingatkan Jamaah, Muharram jadikan Momentum Evaluasi Diri Bukan Seremoni
- Pemkab Gelar Ekspose Pendahuluan Kajian Pengukuran Tingkat Kepuasan Masyarakat Tahun 2026
- Pemkab Ikuti Peluncuran Nasional E-Learning ASN Berintegritas oleh KPK dan LAN RI
- Nobar Piala Dunia 2026 di Lampung Disiapkan jadi Penggerak Ekonomi dan Kebersamaan Masyarakat
- Lampung Matangkan Penyesuaian Batas Wilayah, Siapkan Pusat Pemerintahan Masa Depan
Kerja Sama Internasional, Peluang Investasi Untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

PESAWARAN, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Pesawaran menerima kunjungan investor asal Kroasia yang melakukan peninjauan
potensi pengembangan fasilitas pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten
Pesawaran. Kunjungan tersebut berlangsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (17/6/2026).
Peninjauan dilakukan oleh Wakil Bupati
Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H., bersama jajaran dan Dinas Lingkungan
Hidup Provinsi Lampung. Turut hadir Direktur Utama PT Nusantara Plastik Energi
M. Dani, Perwakilan Kantor Staf Presiden, serta dua investor asal Kroasia, Mr.
Vinko dan Mrs. Ida Pandur, yang merupakan bagian dari kerja sama investasi
internasional bersama perusahaan mitra.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara
langsung potensi ketersediaan bahan baku serta kesiapan daerah dalam mendukung
pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang mampu menghasilkan berbagai produk
bernilai ekonomi, seperti Refuse Derived Fuel (RDF), plastic oil
(minyak pirolisis), dan produk turunan lainnya.
Baca Lainnya :
- DWP Pesawaran Bekali Anggota Keterampilan Membuat Kombucha dan Kerajinan Beludru0
- Ketika Pendakian Menjadi Ruang Belajar Merawat Alam0
- BPS Pesawaran Beri Pelatihan 486 Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 20260
- Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, GNTI Gelar Panen Raya Jagung di Pesawaran0
- Penyaluran Bantuan ATENSI Kemensos RI Di Pesawaran Jangkau Lansia dan Anak0
Direktur Utama PT Nusantara Plastik Energi M.
Dani menjelaskan bahwa Kabupaten Pesawaran dinilai memiliki kapasitas
timbulan sampah yang sangat potensial untuk mendukung keberlangsungan investasi
tersebut.
"Hari ini kami membawa investor dari
Kroasia yang berkolaborasi dengan perusahaan dari Swiss untuk melihat potensi
pengembangan pengolahan sampah di Kabupaten Pesawaran. Selain menghasilkan
produk bernilai ekonomi, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan
kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan teknologi pengelolaan
sampah. Dari hasil peninjauan awal, kapasitas yang dimiliki Pesawaran dinilai
sudah mencukupi, bahkan lebih dari cukup untuk mendukung kebutuhan
proyek," paparnya.
Sementara itu, investor asal Kroasia, Ida
Pandur, menyampaikan bahwa Provinsi Lampung dipilih sebagai lokasi pertama
untuk pelaksanaan studi kelayakan dan pengembangan proyek tersebut di
Indonesia.
Menurutnya, apabila proyek ini berhasil
direalisasikan, Lampung akan menjadi daerah percontohan sekaligus pionir
pengembangan fasilitas pengelolaan sampah modern yang nantinya dapat
direplikasi di beberapa provinsi lain di Indonesia.
Selain itu, Investasi ini tidak hanya
berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga mendorong terciptanya ekonomi
sirkular melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dan bahan baku
industri.
Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali
menyambut baik program ini. Ia mengatakan bahwa berdasarkan hasil peninjauan,
kebutuhan lahan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah diperkirakan
mencapai 10 hingga 15 hektare.
Karena luas TPA Taman Sari saat ini hanya
sekitar satu hektare, Pemerintah Kabupaten Pesawaran tengah menyiapkan
alternatif lokasi yang dinilai lebih representatif di Kecamatan Tegineneng.
"Kami bersama investor dan tim pendamping
telah melihat salah satu calon lokasi di Kecamatan Tegineneng. Dari sisi
kebutuhan lahan, lokasi tersebut dinilai lebih memungkinkan untuk pengembangan
fasilitas pengolahan sampah skala besar," kata Wabup.
Wabup menjelaskan, kebutuhan bahan baku yang
diperlukan untuk operasional fasilitas tersebut mencapai sekitar 15 ribu ton
sampah plastik per tahun atau setara dengan sekitar 41 ton per hari. Sementara
itu, volume sampah yang masuk ke TPA Taman Sari mencapai sekitar 97 ton per
hari dengan komposisi sampah plastik berkisar 30 hingga 40 persen.
"Artinya, secara potensi kita hampir dapat
memenuhi kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan. Ini menjadi peluang besar bagi
Kabupaten Pesawaran untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih
modern, profesional, dan berkelanjutan," ujarnya.
Antonius berharap rencana investasi tersebut
dapat segera memasuki tahap berikutnya sehingga mampu memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat, baik dari aspek lingkungan, ekonomi, maupun penciptaan
lapangan kerja baru.
"Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini dapat berjalan dengan baik dan terealisasi. Jika terwujud, tentu akan menjadi langkah besar dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus memberikan nilai tambah bagi Kabupaten Pesawaran," pungkasnya. [MFH/Diskominfotiksan Pesawaran]











3.jpg)