- BPS Pesawaran Beri Pelatihan 486 Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026
- Azwar Hadi Hadiri Ground Breaking Jembatan Garuda
- Bupati Ela Siti Nuryamah Audiensi dengan LPS
- Pemkab Lamteng Perkuat Komitmen Pengendalian Inflasi Sinergi Antar Daerah
- Plt. Bupati Buka Pelatihan Sensus Ekonomi 2026 dan Canangkan Program Desa Cantik
- Mighrul Lappung Bersatau (MLB) Lampura Tingkatkan Peran Aktif Organisasi
- Bupati Lampung Utara Lepas Kontingen Pesparawi
- Wabup Mad Hasnurin Kunjungi Tujuh Kecamatan se-Hari, Tekankan Disiplin ASN
- Bupati Parosil Ajak Masyarakat Kunjungi Kebun Raya Liwa
- Pemkab Pesibar Apresiasi Suksesnya GCK CUP II 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi
BPS Pesawaran Beri Pelatihan 486 Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026

PESAWARAN, MFH,-- Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Pesawaran mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
(SE2026) melalui pelatihan bagi 486 petugas lapangan yang akan bertugas
melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyukseskan agenda statistik nasional
yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali guna memotret perkembangan dan
struktur perekonomian Indonesia secara akurat, lengkap, dan berkelanjutan.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang dengan metode pembelajaran daring
melalui Massive Open Online Course (MOOC) dan pelatihan tatap muka. Untuk
gelombang pertama, pelatihan daring berlangsung pada 31 Mei hingga 2 Juni 2026,
dilanjutkan pelatihan luring pada 3–6 Juni 2026. Sementara gelombang kedua
dilaksanakan secara daring pada 7–9 Juni 2026 dan dilanjutkan pelatihan tatap
muka pada 10–13 Juni 2026 yang dipusatkan di Kota Bandar Lampung.
Dalam pelatihan tersebut, Statistisi Madya BPS Kabupaten Pesawaran, Maya Narang
Ali, S.ST., M.Si., yang bertindak sebagai narasumber menyampaikan apresiasi
kepada seluruh petugas lapangan yang telah lolos proses seleksi dan siap
mengemban tugas penting dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya,
keberhasilan sensus sangat ditentukan oleh kualitas kerja petugas di lapangan
sebagai ujung tombak pengumpulan data.
“Para petugas lapangan merupakan pilar utama
sekaligus pahlawan data yang akan membantu negara menghadirkan gambaran kondisi
ekonomi yang akurat. Data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar dalam
perumusan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun
daerah,” ujarnya.
Maya menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menghadapi tantangan
yang berbeda dibandingkan sensus sebelumnya. Perkembangan teknologi digital
telah melahirkan berbagai model usaha baru yang semakin dinamis dan tidak
selalu memiliki lokasi usaha tetap sebagaimana sektor usaha konvensional.
Menurutnya, petugas perlu memahami perubahan tersebut agar seluruh aktivitas
ekonomi dapat terdata secara menyeluruh, termasuk usaha-usaha yang berkembang
di sektor digital dan ekonomi kreatif.
“Industri konten digital seperti YouTuber, influencer, content creator, vlogger
hingga afiliator merupakan bagian dari industri kreatif yang berkembang sangat
pesat. Pastikan usaha-usaha seperti ini tidak terlewat saat melakukan pendataan
di rumah tangga maupun lingkungan usaha,” tegasnya.
Selain penguasaan konsep dan metodologi pendataan, para petugas juga diminta
untuk membangun komunikasi yang baik dengan aparat pemerintah setempat, tokoh
masyarakat, serta para pelaku usaha. Pendekatan yang humanis dan persuasif
dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberikan
informasi yang dibutuhkan selama proses sensus berlangsung.
BPS Kabupaten Pesawaran juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan
informasi kepada petugas resmi yang bertugas di lapangan. Seluruh data yang
dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan
statistik.
“Sampaikan kepada masyarakat bahwa data yang diberikan tidak ada kaitannya
dengan perpajakan maupun penarikan retribusi. Data yang dikumpulkan murni untuk
keperluan statistik dan dilindungi kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16
Tahun 1997 tentang Statistik,” jelas Maya.
Melalui pelatihan intensif ini, BPS Kabupaten Pesawaran berharap seluruh
petugas memiliki pemahaman yang seragam terhadap konsep, definisi, dan prosedur
pendataan Sensus Ekonomi 2026. Dengan demikian, proses pengumpulan data di
lapangan dapat berjalan optimal dan menghasilkan data ekonomi yang berkualitas,
akurat, serta mampu menggambarkan kondisi riil perekonomian Kabupaten Pesawaran
sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran di masa
mendatang. [MFH/Diskominfotiksan Pesawaran]











3.jpg)