- Bupati Dedi Irawan dan Kapolres Pesisir Barat Perkuat Sinergi
- Pemprov Lampung Launching Website Peduli TB dan Bentuk Kopi TB 2026
- Polsek Talang Padang Identifikasi Temuan Mayat Pria 66 Tahun di Gisting Bawah
- Gubernur Mirza Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Hilirisasi Potensi Desa
- Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional
- Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal
- Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani
- Bupati Resmikan Demplot Mangrove 2 Hektare di Muara Gading Mas
- Komisi IV DPR RI Kunjungi TN Way Kambas, Dorong Penguatan Konservasi dan Pencegahan Karhutla
- KPK RI Perkuat Pengawasan Pencegahan Korupsi di Kota Metro
Gubernur Mirza Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Hilirisasi Potensi Desa


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal mengungkapkan pentingnya implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah
Putih (KDMP) sebagai instrumen utama dalam pemerataan ekonomi serta hilirisasi
potensi lokal pedesaan. Hal tersebut disampaikan Gubernur pada Seminar Nasional
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digelar di Gedung Semergou
Lantai 4, Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Jum'at (4/9/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur
menyoroti ketimpangan struktur peredaran modal yang selama ini terjadi di
pedesaan, di mana 70 persen arus perputaran uang terserap ke wilayah perkotaan.
Padahal, 70 persen populasi di Lampung berada di desa dengan potensi komoditas
pangan yang sangat besar secara nasional, mulai dari singkong, jagung, hingga
padi.
Baca Lainnya :
- Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional0
- Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal0
- Sekdaprov Marindo Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas0
- Kepala Kemenag Ajak Masyarakat Manfaatkan Gerai Kementerian Agama di MPP Bandar Lampung0
- Kemenag Bandar Lampung Tuntaskan Pembinaan 780 Guru PAI Penerima Sertifikasi0
"Dulu di desa koperasi ini
pengertiannya hanya tukang simpan pinjam, minjam duit di koperasi, bunganya
besar. Padahal fungsinya jauh lebih itu. Koperasi adalah salah satu alat ungkit
bagaimana kemakmuran-kemakmuran yang ada di Provinsi Lampung ini hadir di
desa-desa," ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Gubernur memaparkan, guna
merealisasikan kemandirian tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung telah
menyiapkan program 500 Desa Maju yang berfokus pada hilirisasi komoditas dan
ditargetkan rampung pada 2027 dengan operator terintegrasi di bawah KDMP. Saat
ini, capaian pembentukan dan pengelolaan KDMP di Lampung mencatatkan performa
gemilang di tingkat nasional.
"Provinsi Lampung kita nomor
empat secara nasional dan nomor satu di luar Jawa," tegas Gubernur.
Langkah konkret jangka pendek yang
diinstruksikan Gubernur adalah penanganan tata kelola gabah lokal. Guna
menghentikan praktik larinya pasokan gabah Lampung ke Pulau Jawa yang berdampak
pada lonjakan harga beras di daerah, KDMP ditargetkan mulai menyerap gabah
petani secara langsung.
"Insya Allah dalam minggu
depan kami sudah targetkan, yang panen ada KDMP-nya, KDMP-nya akan menyerap
gabah-gabah sehingga tidak keluar lagi ke Jawa. Kita memutus mata rantai,"
tegasnya.
Di akhir, Gubernur mengingatkan
pesan Presiden RI mengenai pentingnya kepemimpinan berorientasi statecraft atau
seni mengelola kekayaan daerah. Ia meminta para kepala desa di Lampung memiliki
kapasitas manajerial yang matang dalam mengonversi sumber daya desa menjadi
kesejahteraan nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, dalam
sambutannya saat membuka seminar, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah
Tertinggal (Mendes PDT) H. Yandri Susanto menegaskan bahwa pembentukan KDMP
merupakan pengejawantahan dari Asta Cita ke-6 Presiden RI Prabowo Subianto
untuk mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan pemerataan ekonomi dari bawah.
"Intinya, kami ingin Koperasi
Kelurahan Merah Putih ini kita kawal sama-sama. Ini adalah program idola Bapak
Presiden Prabowo dalam rangka menyukseskan Asta Cita ke-6 Bapak Presiden, yaitu
membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus
pemberantasan kemiskinan," ujar Menteri Desa Yandri Susanto.
Yandri mengutip pandangan Proklamator
Mohammad Hatta mengenai kekuatan ekonomi desa sebagai fondasi bangsa.
"Maka inilah mungkin yang dicita-citakan
Bung Hatta, Indonesia tidak akan bercahaya terang dengan satu obor besar di
Monas, Jakarta, tapi Indonesia akan makmur dan sejahtera dengan lilin-lilin
kecil yang ada di desa-desa. Nah, lilinnya itu insyaallah Koperasi Desa dan
Koperasi Kelurahan Merah Putih," ucapnya.
Mendes PDT juga meluruskan berbagai
disinformasi yang beredar luas di media sosial terkait keberadaan koperasi
desa. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah berniat mematikan usaha
masyarakat kecil.
"Maka kalau ada isu sekarang
katanya Menteri Desa, Menko Pangan menutup warung, itu hoaks, bapak, ibu.
Karena Menteri Desa dan Menko Pangan tidak pernah bicara akan menutup warung-warung
di desa. Justru kita ingin semua bangkit. Itu pesan Bapak Presiden
Prabowo," ujar Menteri Desa.
"Kita ini bukan superman, tapi kita
superteam, termasuk dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan," tegas Yandri
sembari merinci bahwa saat ini pemerintah tengah memfinalisasi lebih dari
30.000 gerai dan gudang KDMP di seluruh Indonesia. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]











3.jpg)