- Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani
- Bupati Resmikan Demplot Mangrove 2 Hektare di Muara Gading Mas
- Komisi IV DPR RI Kunjungi TN Way Kambas, Dorong Penguatan Konservasi dan Pencegahan Karhutla
- KPK RI Perkuat Pengawasan Pencegahan Korupsi di Kota Metro
- BPK Evaluasi Tata Kelola RSUD Ahmad Yani Metro
- Pemkab Lampung Tengah Tegaskan Kesiapan Dukung Pemeriksaan BPK RI
- Ketua Umum IKWT Lampung Tengah Pimpin Rakor
- Plt. Ketua TP PKK Hadiri Gerak Pangan TPID, Dukung Pengendalian Inflasi di Lampung Tengah
- Sekdaprov Marindo Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas
- Kepala Kemenag Ajak Masyarakat Manfaatkan Gerai Kementerian Agama di MPP Bandar Lampung
Bupati Resmikan Demplot Mangrove 2 Hektare di Muara Gading Mas
Jadi Benteng Hadapi Abrasi dan Banjir Rob

LABUHAN MARINGGAI, MFH,-- Upaya Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur dalam menanggulangi abrasi sekaligus memulihkan ekosistem
pesisir terus diperkuat. Salah satunya melalui pembangunan demplot mangrove
seluas 2 hektare di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan
Maringgai.
Demplot mangrove tersebut secara resmi
diresmikan oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, Kamis (3/9/2026).
Peresmian ditandai dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis bersama
sejumlah pihak yang terlibat dalam program pelestarian kawasan pesisir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran
pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, civitas akademika Universitas Nahdlatul
Ulama (UNU) Lampung, serta perwakilan sektor swasta, di antaranya PHE OSES
Pertamina dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Baca Lainnya :
- Komisi IV DPR RI Kunjungi TN Way Kambas, Dorong Penguatan Konservasi dan Pencegahan Karhutla0
- Bupati Lampung Timur Lantik Lima Kepala Desa PAW0
- Setelah 27 Tahun, Aset Tanah Pemkab Lamtim Berhasil Diselamatkan dan Mulai Disertifikasi0
- Gubernur Dorong Pendamping PKH Pastikan Keluarga Miskin Mendapat Perlindungan Sosial0
- Pemprov Lampung dan TNI-Polri Perkuat Mitigasi TNWK, Lindungi Gajah dan Warga0
Bupati Ela mengatakan, keberadaan demplot
mangrove tidak hanya ditujukan untuk menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga
menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam memberikan perlindungan
terhadap masyarakat dari ancaman abrasi dan banjir rob yang selama ini kerap
terjadi di wilayah Labuhan Maringgai.
“Kita akan jadikan kawasan mangrove ini sebagai
pelindung, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering
terjadi. Selain itu, komunitas-komunitas mangrove harus dihidupkan kembali.
Kami akan bina ekosistem mangrove dan tata kelola sampahnya secara
terintegrasi,” ujar Bupati Ela.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kawasan
pesisir membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah,
masyarakat, komunitas lingkungan, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.
Karena itu, Bupati mengapresiasi dukungan
berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan demplot mangrove
tersebut.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya upaya
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saja, tetapi ada peran serta dari PHE OSES
Pertamina dan PT Permodalan Nasional Madani. Terima kasih atas kontribusi nyata
dalam melestarikan hutan bakau demi menjaga ekosistem pesisir di Labuhan
Maringgai,” tuturnya.
Selain penguatan kawasan mangrove, Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mengatasi
persoalan sampah yang menjadi salah satu tantangan di wilayah pesisir.
Bupati Ela mengungkapkan, pemerintah daerah
tengah menyiapkan pembangunan industri pengolahan sampah berbasis teknologi
Refuse Derived Fuel (RDF). Konsep tersebut akan mengintegrasikan proses
pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum diolah menjadi produk yang
memiliki nilai manfaat.
“Nanti akan dibangun industri persampahan
bernama RDF khusus untuk tata kelola sampah. Sampah organik dan anorganik akan
dipilah sebelum diproses menjadi sesuatu yang bermanfaat. Konsep yang sudah berhasil
di Sukadana ini akan segera kami aplikasikan di Labuhan Maringgai,” jelasnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu membangun
sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah sekaligus mendukung terciptanya
kawasan pesisir yang bersih dan sehat. Dengan demikian, upaya konservasi
mangrove tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari penataan lingkungan
secara menyeluruh.
Komitmen kolaborasi juga disampaikan Assistant
Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung
langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam menjaga kelestarian
lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami siap
berkolaborasi erat dengan pemerintah setempat untuk mewujudkan pelestarian
lingkungan pesisir pantai Lampung Timur,” ungkap Lesa.
Keberadaan demplot mangrove seluas 2 hektare
tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kembali ekosistem pesisir di
Muara Gading Mas. Tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi
dan banjir rob, kawasan ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi dan
pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara
pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, dan sektor swasta, kawasan
pesisir Labuhan Maringgai diharapkan semakin hijau, bersih, tertata, serta
mampu memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya.
[MFH/Komdigi Lampung Timur]










3.jpg)