- Bupati Saleh Asnawi Tegaskan Zona Integritas Harus Berdampak Nyata, Sekda Bacakan Pakta Integritas
- Gubernur Lampung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat, Mitigasi Diperkuat hingga Desa
- Bupati Nanda Perkuat Kemitraan Kakao Pesawaran
- Bupati Buka Pembinaan dan Konsolidasi FKUB Kecamatan se-Kabupaten Pringsewu
- Wabup Pringsewu Harapkan HIMPAUDI Berperan Aktif Tingkatkan Kompetensi Pendidik PAUD
- Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari - Sukoharjo IV
- Sekda Lampung Timur Lantik 90 ASN, Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dan Inovasi Daerah
- Wakil Wali Kota Metro Tekankan Integritas Digital Keamanan Data dan Akurasi Kebijakan
- Perkuat Sinergi, Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pisah Sambut Kapolda Lampung
- Jelang MTQ Tingkat Lampung, Bupati Dedi Irawan Pacu Semangat Kafilah Pesisir Barat
DLH Provinsi Lampung Gencarkan Pembinaan Adiwiyata
SMAN 1 Ambarawa Pringsewu Siap Menuju Adiwiyata Mandiri

PRINGSEWU, MFH,-- Komitmen Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur dr. Jihan Nurlela dalam mewujudkan
visi Lampung Lestari terus diimplementasikan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup
(DLH) Provinsi Lampung, pembinaan Sekolah Berbudaya Lingkungan atau Adiwiyata
terus digencarkan hingga ke pelosok kabupaten.
Mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Lampung, Riski Sofian, Kepala Bidang
Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Wawan Sah, bersama Tim Pembina Adiwiyata Provinsi Lampung
melakukan kunjungan pembinaan dan pendampingan intensif di SMA Negeri 1
Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Senin (19/10/2026).
Kunjungan tersebut disambut antusias oleh
Kepala Sekolah Jahara Siregar,M.Pd dewan guru, dan pengurus Kader Adiwiyata SMA
N 1 Ambarawa. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pencapaian
target 160 Sekolah Adiwiyata di Provinsi Lampung hingga tahun 2030.
Baca Lainnya :
- Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Bela Negara0
- Bupati Pringsewu Buka Kegiatan Bimtek Pendampingan0
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Gebyar HIMPAUDI 20260
- Calon Kapekon se-Pringsewu Komitmen Sukseskan Pemilihan Kakon Serentak 20260
- Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administrator0
“Atas arahan Bapak Gubernur Mirza dan Ibu Wagub
Jihan, Adiwiyata adalah investasi karakter. Kita ingin mencetak generasi
Lampung yang cerdas secara akademik, tapi juga bertanggung jawab terhadap
lingkungan,” tegas Wawan Sah di hadapan para siswa/siswi.
Apa
Saja yang Dinilai di Sekolah Adiwiyata?
Wawan menjelaskan, sesuai dengan Permen LHK No.
5 Tahun 2025 dan Kepmen LH/BPLH No. 1316 Tahun 2026, penilaian Adiwiyata tidak
hanya soal kebersihan sekolah. Ada 4 Aspek Utama yang menjadi indikator baku:
Perencanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya
Lingkungan (GPBLHS)
Apakah sekolah punya rencana aksi, kurikulum
terintegrasi lingkungan, dan anggaran yang berpihak pada gerakan lingkungan.
Pelaksanaan
GPBLHS
Ini intinya. Meliputi 3 gerakan:
Konservasi Energi & Air: Hemat listrik,
hemat air, pemanfaatan air hujan.
Pengelolaan Sampah: Gerakan 3R (Reduce, Reuse,
Recycle), Bank Sampah Sekolah, Kompos, dan Zero Sampah Plastik Sekali Pakai.
Penanaman dan Pemeliharaan Pohon: Kebun
sekolah, pembibitan, apotek hidup, dan keanekaragaman hayati.
Perilaku
Berbudaya Lingkungan
Apakah warga sekolah (guru, siswa, penjaga,
kantin) benar-benar berperilaku ramah lingkungan dalam keseharian, bukan hanya
saat dinilai.
Publikasi
dan Kemitraan
Sekolah mampu mempublikasikan karya
lingkungannya dan menjalin kemitraan dengan DLH, masyarakat, dan dunia usaha di
sekitar sekolah.
“Semua indikator itu wajib tercatat dan
ter-upload di Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) KLHK. Tidak bisa manual lagi,”
tambah Wawan.
Program Adiwiyata yang dicanangkan Kementerian
Lingkungan Hidup / BPLH RI memiliki tujuan besar:
Menciptakan Sekolah yang Nyaman: Sekolah yang
bersih, asri, rindang, dan sehat untuk kegiatan belajar mengajar.
Membentuk Karakter Peduli Lingkungan:
Menanamkan nilai kepedulian sejak dini agar menjadi budaya hidup, bukan sekadar
kewajiban.
Efisiensi
dan Ketahanan: Sekolah mampu menghemat energi, mengurangi sampah, dan beradaptasi
terhadap perubahan iklim.
Menjadi Pusat Edukasi Masyarakat: Sekolah
Adiwiyata diharapkan menjadi percontohan bagi masyarakat sekitar untuk
menerapkan pola hidup berkelanjutan.
Di akhir pembinaan, Wawan Sah menitipkan pesan
moral yang kuat kepada ratusan siswa SMA N 1 Ambarawa yang hadir.
“Anak-anakku sekalian, menjaga kelestarian
lingkungan tidak harus menunggu menjadi pejabat. Mulailah dari hal paling kecil
yang ada di tas kalian. Bawa tumbler, jangan beli air kemasan plastik. Bawa
kotak bekal, kurangi sampah kantin. Pilah sampah. Matikan lampu kelas jika
sudah selesai. Tanam satu pohon, rawat hingga besar.”
“Jika kalian lakukan itu hari ini, kalian
sedang menyelamatkan Lampung 20 tahun ke depan. Karena masa depan Lampung ada
di tangan kalian,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan Bank Sampah,
kebun pembibitan siswa, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal
sekolah.
Pihak SMA N 1 Ambarawa menyatakan siap untuk
naik peringkat menuju Adiwiyata Provinsi dan Nasional pada penilaian tahun 2027
mendatang. [MFH/PemprovLampung]










