- Bupati Saleh Asnawi Tegaskan Zona Integritas Harus Berdampak Nyata, Sekda Bacakan Pakta Integritas
- Gubernur Lampung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat, Mitigasi Diperkuat hingga Desa
- Bupati Nanda Perkuat Kemitraan Kakao Pesawaran
- Bupati Buka Pembinaan dan Konsolidasi FKUB Kecamatan se-Kabupaten Pringsewu
- Wabup Pringsewu Harapkan HIMPAUDI Berperan Aktif Tingkatkan Kompetensi Pendidik PAUD
- Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari - Sukoharjo IV
- Sekda Lampung Timur Lantik 90 ASN, Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dan Inovasi Daerah
- Wakil Wali Kota Metro Tekankan Integritas Digital Keamanan Data dan Akurasi Kebijakan
- Perkuat Sinergi, Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pisah Sambut Kapolda Lampung
- Jelang MTQ Tingkat Lampung, Bupati Dedi Irawan Pacu Semangat Kafilah Pesisir Barat
850 Peserta, 360 Jeep, Satu Misi: Angkat Pariwisata Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Suara deru mesin
dan deretan kendaraan American Jeep mewarnai Kabupaten Lampung Selatan. Ratusan
pecinta Jeep dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam rangkaian
Jambore Nasional (Jamnas) XIV Persatuan Penggemar American Jeep Indonesia
(PPAJI) Tahun 2026.
Tak sekadar menjadi ajang silaturahmi komunitas
otomotif, kehadiran sekitar 850 peserta dengan 360 unit kendaraan tersebut
menjadi momentum bagi Lampung Selatan untuk memperkenalkan potensi pariwisata
sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM).
Jamnas XIV PPAJI resmi dibuka oleh Sekretaris
Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mewakili Bupati Lampung Selatan
Radityo Egi Pratama, di Grand Elty Krakatoa, Kalianda, Sabtu (17/10/2026).
Baca Lainnya :
- Wagub Jihan Pantau Perkembangan Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca 0
- Sosialisasi Empat Pilar di Desa Bumirestu Dinilai Hanya Formalitas 0
- Jamnas XIV American Jeep di Lamsel, 850 Peserta Jelajahi Destinasi Pesisir dan Buka Peluang Ekonomi 0
- Bersama Puskemas Tanjung Bintang BAZNAS Lamsel Gelar Khitanan Gratis0
- Rangkaian Shobat BAZNAS Lamsel Salurkan Bantuan ke Pelaku UMKM Hingga Kaum Duafa0
Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober
2026 itu diikuti 35 klub dari berbagai wilayah Indonesia. Dari total kendaraan
yang berpartisipasi, sebanyak 280 unit berasal dari luar daerah.
Menariknya, jambore berskala nasional tersebut
juga diikuti peserta asal Belanda yang kini telah menjadi warga negara
Indonesia dan berdomisili di Nusa Tenggara Barat.
Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah
menjadikan Jamnas XIV PPAJI bukan hanya pertemuan komunitas otomotif, tetapi
juga menjadi ruang promosi pariwisata Lampung Selatan.
Sejumlah agenda bahkan dirancang untuk membawa
peserta menikmati langsung lanskap pesisir dan destinasi wisata yang dimiliki
daerah berjuluk Bumi Khagom Mufakat tersebut.
Salah satu agenda utama adalah Karnaval Jeep
Wisata. Ratusan kendaraan akan menyusuri jalur wisata mulai dari Grand Elty
Krakatoa, kemudian melintasi kawasan pesisir Rajabasa menuju destinasi wisata
Minang Rua, sebelum berakhir di Harbour City, kawasan Menara Siger, Bakauheni.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,
perjalanan tersebut menjadi semacam etalase bergerak yang memperlihatkan
kekayaan alam dan destinasi wisata daerah kepada peserta dari berbagai penjuru
Indonesia.
“Rute ini bukan sekadar perjalanan konvoi
kendaraan. Lebih dari itu, perjalanan ini merupakan etalase wisata yang
memperlihatkan keindahan dan kekayaan potensi Kabupaten Lampung Selatan,” kata
Supriyanto.
Menurutnya, pengalaman peserta selama
menjelajahi Lampung Selatan diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian jambore berakhir.
Dokumentasi berupa foto, video, maupun unggahan
media sosial yang dibagikan para peserta berpotensi memperluas promosi
destinasi Lampung Selatan secara organik kepada masyarakat di berbagai daerah.
Dengan pola promosi tersebut, dampak Jamnas
diharapkan dapat berlangsung lebih panjang. Peserta yang pulang ke daerah
masing-masing dapat menjadi bagian dari penyebaran informasi mengenai destinasi
wisata Lampung Selatan.
Pada saat yang sama, meningkatnya aktivitas
wisatawan berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha lokal.
Mulai dari UMKM kuliner, usaha cendera mata,
jasa transportasi, hingga berbagai usaha yang melayani kebutuhan wisatawan
dapat memperoleh peluang ekonomi dari meningkatnya kunjungan.
Ketua WLC Koordinator Wilayah Lampung Selatan
sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Nivolin, mengatakan Jamnas XIV PPAJI membawa
dua misi sekaligus, yakni mempererat silaturahmi sesama penggemar American Jeep
serta ikut mempromosikan pariwisata dan mendukung UMKM lokal.
Berbagai kegiatan otomotif disiapkan untuk
memeriahkan jambore. Peserta dapat mengikuti kontes Jeep, lomba jalan lambat,
lomba dorong mobil, hingga aktivitas berkendara dengan konsep off-road ringan.
“Selain itu, bagi para peserta yang ingin
menikmati kegiatan berkendara dengan konsep off-road, kita juga sediakan,
tipis-tipis saja,” ujar Nivolin.
Konsep tersebut membuat Jamnas tidak hanya
menjadi agenda komunitas, tetapi juga pengalaman wisata yang memadukan
otomotif, petualangan, dan eksplorasi destinasi.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (Pengda)
PPAJI Provinsi Lampung, M. Jonas, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten
Lampung Selatan serta kolaborasi dengan Willys Lampung Community (WLC) dalam
penyelenggaraan kegiatan.
Menurutnya, semangat utama Jamnas bukan
semata-mata mengejar kemeriahan acara, melainkan membangun persaudaraan di
antara para penggemar otomotif dari berbagai daerah.
“Yang utama bukan hanya kemeriahan acara,
tetapi silaturahmi sesama penggemar otomotif. Kegiatan ini terselenggara berkat
kerja sama kita semua,” ujarnya.
Pembukaan Jamnas XIV PPAJI turut dihadiri Ketua
Umum PPAJI Letnan Jenderal TNI (Purn) Mulyo Aji, Ketua Umum Willys Lampung
Community Henry Kurniawan Yuza, Ketua
Harian WLC, M Andri Maulianto, ST, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum,
dan Politik Kabupaten Lampung Selatan Anasrullah, serta sejumlah kepala
perangkat daerah terkait.
Ratusan Jeep yang bergerak dari satu destinasi
ke destinasi lainnya secara tidak langsung membawa cerita tentang Lampung
Selatan.
Bentang pesisir Rajabasa, kawasan Minang Rua
hingga ikon Menara Siger menjadi bagian dari perjalanan yang dinikmati langsung
oleh peserta.
Di sinilah Jamnas XIV PPAJI memiliki nilai
strategis bagi pariwisata daerah. Sebuah kegiatan komunitas dapat berkembang
menjadi sarana promosi ketika pengalaman peserta kemudian dibagikan melalui
berbagai kanal media sosial.
Potensi tersebut semakin besar karena peserta
datang dari berbagai wilayah Indonesia. Jejaring komunitas yang terbentuk dapat
menjadi saluran promosi yang terus bergerak bahkan setelah kegiatan berakhir.
Bagi pelaku UMKM, kehadiran ratusan wisatawan
dalam waktu bersamaan juga menjadi kesempatan memperkenalkan produk lokal
sekaligus membangun pasar baru.
Pada akhirnya, kemeriahan Jamnas bukan hanya
diukur dari jumlah Jeep yang memenuhi jalur wisata atau ramainya agenda
komunitas.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu
meninggalkan dampak yang lebih panjang: destinasi semakin dikenal, wisatawan
semakin tertarik datang, dan roda ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata
ikut bergerak.
Lampung Selatan pun
mendapatkan momentum untuk menunjukkan diri bukan hanya sebagai tempat
persinggahan, tetapi sebagai salah satu tujuan wisata yang layak dijelajahi di
Pulau Sumatera. [MFH/**]










