- Bupati Saleh Asnawi Tegaskan Zona Integritas Harus Berdampak Nyata, Sekda Bacakan Pakta Integritas
- Gubernur Lampung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat, Mitigasi Diperkuat hingga Desa
- Bupati Nanda Perkuat Kemitraan Kakao Pesawaran
- Bupati Buka Pembinaan dan Konsolidasi FKUB Kecamatan se-Kabupaten Pringsewu
- Wabup Pringsewu Harapkan HIMPAUDI Berperan Aktif Tingkatkan Kompetensi Pendidik PAUD
- Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari - Sukoharjo IV
- Sekda Lampung Timur Lantik 90 ASN, Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dan Inovasi Daerah
- Wakil Wali Kota Metro Tekankan Integritas Digital Keamanan Data dan Akurasi Kebijakan
- Perkuat Sinergi, Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pisah Sambut Kapolda Lampung
- Jelang MTQ Tingkat Lampung, Bupati Dedi Irawan Pacu Semangat Kafilah Pesisir Barat
Wagub Jihan Pantau Perkembangan Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung
Jihan Nurlela meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta
memastikan kesiapan personel dan peralatan pendukung pemadaman, khususnya di
kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), di Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC),
Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan, Minggu (18/10/2026).
Penanganan karhutla di kawasan TNWK saat ini
didukung 350 personel gabungan, termasuk 200 personel tambahan dari unsur TNI.
Dukungan peralatan juga diperkuat dengan bantuan 15 unit nozzle dari Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menunjang upaya pemadaman oleh tim
darat.
Penguatan penanganan dari darat menjadi penting
karena operasi pemadaman melalui udara atau water bombing masih menghadapi
kendala kondisi vegetasi TNWK yang memiliki tajuk pepohonan rapat. Kondisi
tersebut menghambat air mencapai permukaan lahan gambut secara optimal,
sehingga pemadaman langsung oleh personel di lapangan tetap menjadi bagian
penting dalam penanganan karhutla.
Baca Lainnya :
- Sosialisasi Empat Pilar di Desa Bumirestu Dinilai Hanya Formalitas 0
- Jamnas XIV American Jeep di Lamsel, 850 Peserta Jelajahi Destinasi Pesisir dan Buka Peluang Ekonomi 0
- Bersama Puskemas Tanjung Bintang BAZNAS Lamsel Gelar Khitanan Gratis0
- Rangkaian Shobat BAZNAS Lamsel Salurkan Bantuan ke Pelaku UMKM Hingga Kaum Duafa0
- Ketua TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Serdang0
Tim gabungan terus bekerja keras melakukan
pemadaman melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran di
kawasan TNWK. Upaya ini dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan
kondisi medan dan cuaca yang menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Jihan meminta BPBD Provinsi Lampung mendata
seluruh personel dan peralatan yang siap digunakan di setiap kabupaten/kota.
Pendataan ini diperlukan untuk mengetahui kapasitas penanganan karhutla secara
menyeluruh dan memastikan dukungan dapat dikerahkan sesuai kebutuhan, tidak
hanya terfokus pada kawasan TNWK.
Ia juga mengarahkan pemetaan kemampuan
penanganan berdasarkan skala kebakaran, mulai dari kecil, sedang, hingga besar.
Dengan pemetaan tersebut, kebutuhan personel, peralatan, dan dukungan operasional
dapat disesuaikan dengan tingkat kebakaran serta kondisi masing-masing wilayah.
Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
di Lampung selama periode 11–18 Oktober 2026 mencatat sembilan sortie
penerbangan dalam delapan hari kegiatan. Operasi ini menggunakan satu pesawat
Cessna Caravan 208B EX yang berpangkalan di Bandara Radin Inten II.
Dalam pelaksanaannya, OMC menggunakan 3.000
kilogram natrium klorida (NaCl) dan 4.800 kilogram dry ice. Penyemaian NaCl
pada 11–13 Oktober berhasil memicu hujan, tetapi pergerakan angin menyebabkan
hujan turun di Kota Metro dan Kecamatan Natar, bukan di kawasan TNWK yang
menjadi sasaran utama.
Pemantauan titik api juga terus dilakukan di
sejumlah wilayah Lampung. Hasil evaluasi menunjukkan titik api dengan tingkat
kepercayaan tinggi turun dari 11 titik menjadi nihil. Meski demikian, titik api
dengan tingkat kepercayaan sedang masih terpantau sehingga kewaspadaan dan
pemantauan di lapangan tetap diperlukan.
Jihan turut meminta agar informasi mengenai
titik api dan polusi asap yang beredar di media sosial segera diverifikasi
melalui pengecekan kondisi terkini di lapangan. Langkah ini penting untuk
memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan mencegah
kesalahpahaman akibat foto atau kabar lama yang kembali beredar.
Pemprov Lampung terus
mendorong penanganan karhutla melalui kesiapan personel dan peralatan,
pemantauan titik api, serta koordinasi lintas instansi. Upaya tersebut
dilakukan untuk memperkuat pemadaman, mencegah meluasnya kebakaran, dan
melindungi kawasan hutan serta masyarakat dari dampak karhutla. [MFH/Pemprov
Lampung]











