- Lantik 47 Kepala Sekolah, Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan
- Pemprov Perkuat Pengembangan Kawasan Industri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- Gubernur Lampung dan Bupati Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao, Bidik Peluang Pasar Global
- Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Bela Negara
- Bupati Pringsewu Buka Kegiatan Bimtek Pendampingan
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Gebyar HIMPAUDI 2026
- Kota Metro Buka Peluang bagi Pengusaha dan Sponsor, Bongsu Run Targetkan 500 Peserta
- Pengurus FPPI Kota Metro Periode 2026-2031 Dilantik
- Tangani Sengketa Pertanahan Bupati Koordinasi dengan Kanwil BPN Lampung
- Bupati Dedi Irawan Jajaki Kerja Sama Kuliah Terjangkau
Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Bela Negara

PRINGSEWU, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Pringsewu mengadakan Sosialisasi Bela Negara, yang diikuti 22 anggota
Paskibraka dan 21 perwakilan pelajar SLTA se-Kabupaten Pringsewu. Sosialisasi
Bela Negara bertema 'Menjadi Generasi Emas Indonesia Sebagai Bentuk Bela Negara
Untuk Terwujudnya Indonesia Maju' dengan narasumber Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas,
Perwira Penghubung Kodim 0424/TGM Mayor Infanteri Agus Supriyadi, serta Kepala
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pringsewu Catur Agus Dewanto,
digelar di Aula Utama Kantor Pemkab Pringsewu, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan
untuk mewujudkan SDM Pringsewu yang unggul dan menyongsong Indonesia Emas 2045,
diperlukan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga
memiliki ketangguhan karakter dan keterampilan inti. Kehadiran para peserta
sosialisasi Bela Negara ini juga,menjadi bukti bahwa generasi muda saat ini
adalah generasi pejuang yang pantang menyerah.
"Pemkab Pringsewu saat ini terus bergerak
dan berinovasi untuk menjawab berbagai tantangan yang ada. Bagi kami di
pemerintahan, bekerja keras menyelesaikan persoalan masyarakat juga merupakan
salah satu bentuk bela negara. Sejumlah inovasi itu diantaranya adalah Mocaf
sebagai program hilirisasi pangan lokal yang mengolah singkong lokal menjadi
produk tepung bernilai tinggi," ujarnya.
Baca Lainnya :
- Bupati Pringsewu Buka Kegiatan Bimtek Pendampingan0
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Gebyar HIMPAUDI 20260
- Calon Kapekon se-Pringsewu Komitmen Sukseskan Pemilihan Kakon Serentak 20260
- Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administrator0
- Masyarakat Gadingrejo Sambut Antusias Gerakan Serentak Penetrasi Pasar0
Inovasi lainnya yaitu skema pembiayaan lampu
jalan melalui program Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Corporate
Farming atau pertanian terkonsolidasi, yaitu lahan petani yang dikelola bersama
secara modern agar hasilnya lebih baik, kemudian program pemagangan ke Jepang
bagi para pemuda Pringsewu, serta apkikasi Si Prima, sebuah dasbord layanan
Pemkab Pringsewu sebagai bagian dari transformasi digital layanan publik. Namun
pembangunan itu tidak hanya melulu soal jalan, pertanian, atau teknologi,
tetapi ada satu hal yang menjadi fondasi dari semuanya.
"Fondasi itu adalah
keluarga, sebagai unit terkecil di masyarakat. Keluarga adalah kelompok inti
dari sebuah bangsa, dimana ketika keluarga kuat, maka daerahpun akan ikut maju
dan sejahtera. Untuk memperkuat ketahanan keluarga, Pemkab Pringsewu memiliki
berbagai program, yaitu Kelas Orangtua, buku Khutbah Ketahanan Keluarga,
pemilahan sampah melalui Bank Sampah, kebun pekarangan untuk mencegah stunting,
dan jam literasi 68. Semua inovasi ini menunjukkan bahwa setiap inisiatif yang
kita lakukan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa adalah juga wujud dari
bela negara," ucapnya. [MFH/Diskominfo]











