- Lantik 47 Kepala Sekolah, Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan
- Pemprov Perkuat Pengembangan Kawasan Industri, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- Gubernur Lampung dan Bupati Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao, Bidik Peluang Pasar Global
- Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Bela Negara
- Bupati Pringsewu Buka Kegiatan Bimtek Pendampingan
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Gebyar HIMPAUDI 2026
- Kota Metro Buka Peluang bagi Pengusaha dan Sponsor, Bongsu Run Targetkan 500 Peserta
- Pengurus FPPI Kota Metro Periode 2026-2031 Dilantik
- Tangani Sengketa Pertanahan Bupati Koordinasi dengan Kanwil BPN Lampung
- Bupati Dedi Irawan Jajaki Kerja Sama Kuliah Terjangkau
Pengurus FPPI Kota Metro Periode 2026-2031 Dilantik
Helmy Zain Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

METRO, MFH,-- Penguatan peran perempuan menjadi
salah satu elemen penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif,
meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mempersiapkan sumber daya manusia
yang unggul di era digital. Komitmen tersebut mengemuka dalam pelantikan Dewan
Pengurus Cabang (DPC) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Metro
masa bakti 2026–2031 yang dirangkaikan dengan seminar di Aula Pemerintah Kota
Metro, Rabu (14/10/2026).
Wali Kota Metro yang diwakili Asisten I
Sekretaris Daerah Kota Metro, Helmy Zain, menyampaikan bahwa perempuan memiliki
posisi strategis dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun dalam
kehidupan sosial, pemerintahan, dan kebangsaan. Karena itu, pemberdayaan
perempuan perlu diwujudkan melalui langkah berkelanjutan yang memperluas akses
pendidikan, meningkatkan keterampilan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan
membuka kesempatan berpartisipasi secara setara dalam pembangunan.
“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya
mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus FPPI Kota Metro yang baru dilantik.
Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan
semangat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kota Metro,” ujar Helmy.
Baca Lainnya :
- Ketua PMI Lampung Lantik Pengurus PMI Kota Metro Masa Bakti 2026-20310
- Pemkot Metro dan Kantor Pertanahan Teken Kerja Sama0
- Bank Lampung Salurkan CSR untuk Kota Metro0
- Pemkot Metro Tata Shopping Center, Perkuat Keselamatan dan Optimalisasi Aset Daerah0
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro Buka Femina Run Anniversary 20260
Ia berharap FPPI dapat mengambil peran aktif
sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi,
mengembangkan potensi perempuan, serta menghadirkan program pemberdayaan yang
menjawab kebutuhan masyarakat.
Helmy juga menekankan pentingnya menjadikan
seminar tersebut sebagai ruang pertukaran gagasan yang mampu melahirkan solusi
konkret terhadap berbagai tantangan yang dihadapi perempuan. Dengan kolaborasi
yang kuat, perempuan Kota Metro diharapkan semakin mandiri, berdaya saing, dan
mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Sementara itu, Ketua DPC FPPI Kota Metro masa
bakti 2026–2031, Hj. Ani Sumarni, menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan
sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk
menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Mengusung semangat “Perempuan Hebat Bersatu dan
Bergerak Membangun Kota Metro melalui Kolaborasi dan Pemberdayaan”, Ani
menekankan bahwa kekuatan perempuan terletak pada kemampuan untuk mengambil
peran, membangun solidaritas, dan menggerakkan potensi bersama.
“Perempuan hebat bukan hanya perempuan yang
berbicara tentang perubahan, tetapi perempuan yang mampu menjadi bagian dari
perubahan. Bukan hanya berjalan sendiri, melainkan mampu mengajak, merangkul,
dan menggerakkan perempuan lainnya untuk bangkit bersama,” ungkapnya.
Ia menyatakan, FPPI Kota Metro berkomitmen
membangun organisasi yang berorientasi pada kerja nyata, menghadirkan solusi,
dan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi. Untuk mewujudkan komitmen tersebut,
FPPI membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi
perangkat daerah (OPD), organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, serta
seluruh elemen masyarakat.
Program kerja FPPI akan diarahkan pada
peningkatan kapasitas perempuan, penguatan ekonomi keluarga, kepedulian sosial,
dan berbagai kegiatan pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi
masyarakat.
Ketua Umum DPP FPPI, Prof. Dr. Hj. Marlinda
Irwanti Purnomo, S.E., M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan
organisasi perempuan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang
dilaksanakan, tetapi dari dampak dan perubahan yang dihasilkan.
Marlinda menjelaskan, FPPI merupakan organisasi
nonpartisan yang berdiri pada 17 Agustus 2009 dan menyatukan perempuan dari
berbagai latar belakang untuk memperjuangkan pemberdayaan perempuan Indonesia.
Untuk itu, keberagaman harus menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi, bukan
alasan untuk membangun sekat antarkelompok.
Ia juga mendorong pengurus FPPI Kota Metro
menyusun program kerja berdasarkan kebutuhan masyarakat di 22 kelurahan,
disertai sasaran yang jelas, indikator kinerja yang terukur melalui Key
Performance Indicators (KPI), serta evaluasi berkala.
“Program pemberdayaan harus dekat dengan
kebutuhan masyarakat, bukan sekadar program yang terlihat besar. Kita perlu
menentukan sasaran, mengukur keberhasilan, dan memastikan manfaatnya
benar-benar dirasakan. Organisasi perempuan harus menjadi mitra pemerintah
sekaligus kekuatan yang membantu menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegas
Marlinda.
Sebagai langkah konkret, ia menyarankan
pembentukan proyek percontohan atau pilot project di kelurahan terpilih,
seperti pengembangan kelurahan literasi, peningkatan kecakapan digital,
pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.
Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi
juga perlu diperkuat agar program pemberdayaan disusun berdasarkan penelitian
dan pemetaan kebutuhan masyarakat sehingga intervensi organisasi dapat lebih
tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan.
Selain penguatan program, Marlinda menyoroti
pentingnya penguasaan teknologi di tengah perkembangan kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI) dan transformasi digital. “Perempuan harus menjadi
penggerak di era teknologi, bukan sekadar pengguna. Tidak boleh ada lagi
anggapan bahwa perempuan tidak mampu menguasai teknologi. Kita harus terus
belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan memanfaatkan teknologi untuk membuka
peluang yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran perempuan
dalam membangun ketahanan keluarga dan mempersiapkan generasi masa depan,
peningkatan kualitas perempuan harus dimulai dari penguatan pengetahuan,
pendidikan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang,
Marlinda mengajak FPPI Kota Metro berkontribusi dalam mendukung terwujudnya
Indonesia Emas 2045 melalui program pendidikan, peningkatan keterampilan,
perluasan akses teknologi, dan penguatan kesempatan bagi perempuan untuk
berkembang.
“Pelantikan pengurus DPC FPPI Kota Metro
periode 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pemberdayaan
perempuan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan, “tegasnya.
Sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah
daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu
memperluas akses perempuan terhadap pendidikan, keterampilan, peluang ekonomi,
serta ruang partisipasi dalam pembangunan.
“Pada akhirnya, keberhasilan FPPI tidak hanya
ditentukan oleh keberadaan organisasi maupun agenda kegiatannya, tetapi oleh
kemampuannya mengubah potensi menjadi kekuatan, aspirasi menjadi tindakan, dan
program menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,”tuturnya.
Melalui komitmen tersebut, FPPI Kota Metro
diharapkan dapat menjadi mitra pembangunan yang aktif dalam mewujudkan
perempuan yang mandiri, berpengetahuan, berdaya saing, serta berkontribusi bagi
kemajuan Kota Metro. [MFH/Diskominfo]











