Dinsos Tanggamus Sikapi Anak Putus Sekolah di Tanjung Jati
Rendi diberi Waktu Satu Minggu Tentukan Masa Depan

By redaksi 21 Mei 2026, 15:20:59 WIB Pendidikan
Dinsos Tanggamus Sikapi Anak Putus Sekolah di Tanjung Jati

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Sosial bersama Dinas Pendidikan dan aparatur Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, bergerak cepat menindaklanjuti laporan terkait dua anak putus sekolah dari keluarga Ibu Erna alias Janah, Rabu, 20 Mei 2026.

Kunjungan lapangan dilakukan langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencari solusi terbaik agar anak-anak tersebut masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa anak pertama, Rena, sudah tidak memiliki keinginan untuk kembali bersekolah. Sebelumnya, Rena sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SMP di salah satu pondok pesantren di Pulau Jawa, namun tidak menyelesaikan pendidikannya.

Baca Lainnya :

Sementara sang adik, Rendi, diketahui sempat melanjutkan pendidikan ke salah satu pondok pesantren di wilayah Gisting usai lulus dari SD Negeri Tanjung Jati. Bahkan seluruh fasilitas pendidikan diberikan secara gratis. Namun selama lima bulan berada di pondok, Rendi tercatat sudah lima kali meninggalkan pondok tanpa izin.

“Saudara Rendi sebenarnya masih ingin sekolah, tapi tidak mau lagi kembali ke pondok. Dia maunya sekolah umum,” ujar Hardasyah usai pertemuan.

Menurut Hardasyah, berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan oleh Kepala Pekon Tanjung Jati maupun pihak keluarga untuk membantu pendidikan Rendi. Bahkan ada yang siap menanggung biaya sekolahnya. Namun hingga kini Rendi tetap menolak kembali ke pondok pesantren.

Di sisi lain, sang ibu mengaku khawatir apabila anaknya kembali sekolah jauh dari rumah. Bukan hanya faktor ekonomi, tetapi juga pengalaman sebelumnya yang membuat dirinya takut Rendi kembali kabur dari tempat pendidikan.

“Bukan sekadar faktor ekonomi, tetapi naluri seorang ibu. Beliau khawatir kejadian sebelumnya kembali terulang,” jelasnya.

Hasil musyawarah bersama akhirnya memutuskan untuk memberikan waktu selama satu minggu kepada Rendi guna memastikan keseriusannya untuk kembali bersekolah. Apabila benar-benar siap, maka Dinas Pendidikan akan membantu mencarikan sekolah umum yang sesuai.

Selain itu, Dinas Sosial juga memastikan keluarga Ibu Erna tetap mendapatkan bantuan sosial pemerintah, mulai dari bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, BLT Dana Desa hingga BPNT. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga tersebut.

“Insya Allah satu minggu lagi kami akan kembali datang untuk memastikan keputusan dan kesiapan ananda Rendi,” pungkas Hardasyah. [MFH/Din/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment