- Bupati Hadiri Musda XI Golkar Lambar, Tekankan Soliditas dan Dukung Gerakan Lampung Menanam
- Peringati Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Pemprov Dorong Digitalisasi dan Kemandirian Fiskal
- Wabup Pringsewu Umi Laila Hadiri Dharma Santih Hari Raya Suci Nyepi 2026
- Bupati Pringsewu Tutup Lomba Merpati Kolong Bupati Cup 2026
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30
- Ketum Perwosi Lamteng Ikuti Car Free Day di Tugu Canang
- Bupati Turut Menghadiri Harlah PMIl Lampung Utara
- Pemkab Lambar Tegaskan Komitmen Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
- Harga Bahan Pangan Berfluktuasi, Rakor Inflasi Tekankan Peran Aktif Pemda
- Bupati Tanggamus Sampaikan Amanat Hari Otonomi Daerah 2026
Bupati Tanggamus Sampaikan Amanat Hari Otonomi Daerah 2026
Soroti Kemandirian dan Efisiensi Anggaran

TANGGAMUS, MFH,-- Upacara peringatan Hari
Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus
berlangsung khidmat di Lapangan Pemkab Tanggamus, Senin, 27 April 2026, pagi.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Asisten
III Setdakab Jon Novri mewakili Bupati Tanggamus Moh Saleh Asnawi.
Dalam amanat yang dibacakan, Bupati menegaskan
bahwa otonomi daerah harus menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah
daerah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Lainnya :
- Bupati Tanggamus Raih National Governance Awards 20260
- Polres Tanggamus Gelar Patroli Gabungan di Perairan Teluk Semaka0
- Tanggamus Genjot Capaian UCJ 2026, Ribuan Pekerja Rentan sudah Terlindungi0
- BPOM Siap Bangun Kantor di Tanggamus Wabup: Kami Siapkan Lahan Lebih dari yang Diminta0
- TMMD Ke-128 Dimulai, Program Kodim 0424/Tanggamus Dorong Akses dan Harapan Warga0
“Otonomi daerah adalah instrumen dalam
mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,” tegasnya.
Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita
Wujudkan Asta Cita”, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah
pusat dan daerah. Ia menyebut, tanpa koordinasi yang kuat, target pembangunan
nasional sulit tercapai secara optimal.
Dalam pidatonya, ia juga memaparkan sejumlah
langkah strategis yang menjadi kunci keberhasilan otonomi daerah, mulai dari
integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil,
hingga penguatan kemandirian fiskal daerah.
Salah satu sorotan utama adalah masih tingginya
ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat.
“Kemandirian fiskal merupakan pilar utama
pembangunan daerah. Namun hingga kini, banyak daerah masih bergantung pada dana
pusat, sehingga ruang gerak pembangunan menjadi terbatas,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya
kolaborasi antar daerah dalam menyelesaikan persoalan lintas wilayah seperti
transportasi, lingkungan, hingga pengelolaan sampah.
Di sektor pelayanan dasar, Bupati mengakui
masih adanya kesenjangan akses dan kualitas layanan, khususnya di bidang
pendidikan, kesehatan, air bersih, dan perlindungan sosial.
Tak hanya itu, dalam menghadapi tantangan
global, pemerintah daerah diminta fokus pada sejumlah isu strategis seperti
ketahanan pangan, energi, pengelolaan air, hingga penguatan ekonomi dan
kewirausahaan.
Bupati juga menekankan pentingnya reformasi
birokrasi yang berorientasi pada hasil serta pemanfaatan teknologi digital
untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Birokrasi tidak boleh hanya berorientasi pada
penyerapan anggaran, tetapi harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi
masyarakat,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, Bupati mengingatkan seluruh
jajaran pemerintah daerah untuk tetap mengedepankan prinsip efisiensi anggaran
dalam setiap kegiatan.
“Seluruh kegiatan harus dilaksanakan secara
sederhana, tidak berlebihan, serta memastikan setiap anggaran memberikan
manfaat langsung bagi masyarakat,” pesannya.
Upacara tersebut diikuti oleh Asisten Bupati,
Staf Ahli, para kepala OPD, serta seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah
Kabupaten Tanggamus.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini
diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi pusat dan daerah demi mewujudkan
pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Indonesia. [MFH/Din/ril]











3.jpg)