- Polsek Limau Ungkap Dugaan Penadahan Motor Hasil Curian dan Tangkap Satu Tersangka
- Wagub Jihan Dorong Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Infrastruktur Lampung
- Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur Diresmikan
- Mendagri Dorong Forkopimda Sumatera Solid Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Daerah
- Lampung Raih Apresiasi Terbaik II Akses Penduduk terhadap Pelayanan Pendidikan Regional Sumatera
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ragam Atraksi, dari Kuliner hingga Lampung Tapis Carnaval
- Festival Krakatau XXXV jadi Momentum Lampung Perkuat Daya Saing Pariwisata Nasional
- Polsek Pugung Polres Tanggamus Tangkap DPO Kasus Curat di Kolam Ikan
- Pemkab Pesisir Barat Matangkan Kompetisi Surfing 2026
- Pemkab Lambar Gelar Lomba Olahraga Ceria
Harga Bahan Pangan Berfluktuasi, Rakor Inflasi Tekankan Peran Aktif Pemda

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Asisten Administrasi
Umum, Sulpakar, mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, di
Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (27/4/2026).
Saat memimpin Rakor, Sekjen Kemendagri Tomsi
Tohir menyoroti jajaran Pemerintah Daerah yang dinilai pasif dalam upaya
pengendalian inflasi di wilayah masing-masing.
Tomsi memaparkan masih adanya 321 Pemerintah
Daerah yang tercatat belum melakukan satu pun upaya konkret untuk menekan laju
inflasi. Ia menegaskan bahwa kehadiran kepala daerah dalam rapat koordinasi
mingguan tidak akan memberikan dampak jika tidak diikuti dengan aksi nyata di
lapangan.
Baca Lainnya :
- Putra-Putri Terbaik Lampung Ikuti Tahapan Seleksi Paskibraka 2026 0
- Gubernur Mirza Bersama Wagub Jihan Lepas Keberangkatan Calhaj Kloter 7 Asal Bandar Lampung0
- KAFE Unila Resmikan Lampung Policy Forum, Dorong Kebijakan Daerah Berbasis Riset0
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kesehatan untuk Tekan TBC0
- Pelantikan Pengurus PDBI Lampung, Momentum Cetak Atlet Berprestasi dan Generasi Disiplin0
"Saya minta supaya melihat dan
merasa, jangan hanya hadir-hadir di rapat inflasi tetapi setelah itu tidak
turun ke pasar, tidak berbuat sama sekali," tegas Tomsi.
Kemendagri kembali mengingatkan Pemda untuk
mengimplementasikan enam langkah konkret pengendalian inflasi, yaitu :
- Penyelenggaraan Operasi Pasar
Murah.
- Sidak ke pasar dan distributor agar
tidak ada penimbunan barang.
- Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk
kelancaran pasokan.
- Gerakan menanam pangan mandiri.
- Realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT)
untuk pengendalian inflasi.
- Dukungan biaya transportasi dari
APBD.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa
BPS, Ateng Hartono, memaparkan bahwa inflasi year-to-date hingga Maret 2026
mencapai 0,94%. Angka ini menunjukkan tren yang lebih tinggi dibandingkan
periode yang sama pada tiga tahun sebelumnya.
"Kondisi sekarang itu
posisinya 0,94%. Ini memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2023
sampai dengan tahun 2025. Maka tentunya ini mari bersama kita memperhatikan
komoditi apa saja yang nanti perlu untuk kita cermati terutama pada level di
Kabupaten Kota," ujar Ateng Hartono saat memberikan paparan.
BPS mencatat sejumlah komoditas
pangan mengalami fluktuasi harga yang signifikan di berbagai daerah. Bawang
merah menjadi komoditas dengan sebaran kenaikan harga terluas, mencakup 227
kabupaten/kota. Disusul oleh minyak goreng di 224 daerah dan gula pasir di 185
daerah.
Secara khusus, Ateng menyoroti
pergerakan harga beras yang terus menunjukkan tren kenaikan jumlah daerah
terdampak dalam empat bulan terakhir.
"Beras ini selama empat bulan mengalami
jumlah kabupaten kota yang mengalami peningkatan IPH-nya itu terus mengalami
peningkatan. Sekarang jumlahnya 109 (daerah). Sebagai gambaran pada bulan
Januari yang lalu hanya 72 kabupaten kota," jelasnya.
Selain pangan, emas perhiasan dan
daging ayam ras juga tercatat sebagai penyumbang andil inflasi terbesar sejak
awal tahun kalender. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)