- Polsek Limau Ungkap Dugaan Penadahan Motor Hasil Curian dan Tangkap Satu Tersangka
- Wagub Jihan Dorong Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Infrastruktur Lampung
- Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur Diresmikan
- Mendagri Dorong Forkopimda Sumatera Solid Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Daerah
- Lampung Raih Apresiasi Terbaik II Akses Penduduk terhadap Pelayanan Pendidikan Regional Sumatera
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ragam Atraksi, dari Kuliner hingga Lampung Tapis Carnaval
- Festival Krakatau XXXV jadi Momentum Lampung Perkuat Daya Saing Pariwisata Nasional
- Polsek Pugung Polres Tanggamus Tangkap DPO Kasus Curat di Kolam Ikan
- Pemkab Pesisir Barat Matangkan Kompetisi Surfing 2026
- Pemkab Lambar Gelar Lomba Olahraga Ceria
Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kesehatan untuk Tekan TBC


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung
Jihan Nurlela kembali menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam
mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC). Penegasan tersebut disampaikan
saat menerima audiensi Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Lampung di
ruang kerjanya, Jumat (24/4/2026).
Menurut Wagub Jihan, pertemuan ini menjadi
bagian dari langkah strategis menindaklanjuti arahan pemerintah pusat,
khususnya setelah kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI. Ia menilai, posisi
Lampung sebagai wilayah prioritas nasional menuntut adanya percepatan dan
penguatan program eliminasi TBC secara menyeluruh.
Baca Lainnya :
- Pelantikan Pengurus PDBI Lampung, Momentum Cetak Atlet Berprestasi dan Generasi Disiplin0
- Kunjungan DPR RI jadi Momentum Percepat Hilirisasi 0
- Sinergi Pemprov–BKKBN, Warga Lampung Didorong Lebih Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas0
- Dari Drumband hingga E-Sport, LSO 2026 Satukan Bakat Terbaik Pelajar Lampung0
- Polwan Polda Lampung Wujudkan Semangat Kartini melalui Pengabdian dan Prestasi0
Ia mengungkapkan optimisme bahwa Lampung mampu
menjadi contoh keberhasilan penanganan TBC. Pengalaman dalam mengendalikan
pandemi COVID-19 telah membentuk pola
kerja kolaboratif yang solid antara pemerintah dan tenaga kesehatan.
“Kita sudah memiliki pengalaman dalam penanganan
krisis kesehatan secara terstruktur dan masif. Pendekatan itu akan kita
adaptasi untuk mempercepat eliminasi TBC di Lampung,” ujarnya.
Meski tren kesembuhan TBC terus membaik, Wagub
menekankan pentingnya penguatan sistem deteksi dini yang terintegrasi dengan
penanganan hingga tuntas. Ia menyebut, tantangan utama saat ini adalah
memastikan setiap kasus teridentifikasi sejak awal dan mendapat pengobatan yang
optimal.
Untuk itu, Pemprov Lampung akan mengoptimalkan
peran seluruh lini layanan kesehatan, mulai dari Puskesmas, Posyandu, hingga
kader kesehatan di tingkat desa.
Sebagai bagian dari transformasi digital,
pemerintah daerah juga tengah menyiapkan integrasi program TBC ke dalam
aplikasi “Lampung In”.
Platform ini diharapkan mampu menghadirkan
sistem pemantauan data pasien secara real-time, sehingga intervensi dapat
dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dalam mendukung langkah tersebut, Dinas
Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung diminta untuk menjalin
koordinasi intensif dengan PDPI, khususnya dalam penguatan sistem pertukaran
data (bridging).
“Intervensi kebijakan harus ditopang dengan
data yang kuat agar setiap langkah yang diambil benar-benar berdampak pada
peningkatan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Dari sisi capaian, indikator Standar Pelayanan
Minimal (SPM) bidang kesehatan di Lampung menunjukkan perkembangan positif.
Pada 2024, capaian mencapai 103 persen dan meningkat menjadi 131 persen pada
2025. Hingga triwulan pertama 2026, realisasi telah menyentuh 19 persen.
Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan
TBC sensitif obat juga mengalami peningkatan, dari 95 persen pada 2024 menjadi
98 persen di tahun 2025. Pada triwulan pertama 2026, capaian pengobatan
tercatat sebesar 81 persen.
Dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah,
tenaga medis, dan masyarakat, Pemprov Lampung optimistis upaya eliminasi TBC
dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat secara menyeluruh. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)