- HUT Perdana FARRILA Berlangsung Semarak dan Meriah
- Rapat Lanjutan Atasi Kelangkaan Solar Nelayan Tanggamus
- Konferensi IGTKI Palas: Suyanti Raih Suara Terbanyak, Resmi jadi Ketua Baru
- Kejari Lamsel Tetapkan Mantan Kepala Desa Bangunan Tersangka Korupsi DD
- Isu Pungli, Kalapas Lampung Selatan Bantah Publik Desak Penyelidikan Independen
- Sekolah Rakyat Kota Baru Disiapkan jadi Pusat Pendidikan Terpadu Lampung
- Korupsi Dana Desa, Mantan Kepala Desa Bangunan Ditahan Kejari Lampung Selatan
- Muzani Sentil Harga Kopi hingga Dorong Inpres Jalan Desa di Tanggamus
- Tanpa Data, Semua Jadi Sia-sia, Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 di Tanggamus
- Pemprov Lampung Ajak Stakeholder Bersinergi Sukseskan Porwanas XV 2027
Rapat Lanjutan Atasi Kelangkaan Solar Nelayan Tanggamus
Skema BBM Subsidi Disepakati Lebih Terarah

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas persoalan kelangkaan
solar bagi nelayan, setelah sebelumnya Dinas Perikanan telah memanggil
perwakilan kelompok nelayan untuk menyerap langsung aspirasi di lapangan.
Rapat kali ini dipimpin oleh Asisten II
Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya, dan melibatkan berbagai pihak lintas sektor,
mulai dari Polres Tanggamus, pengelola SPBU, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)
Provinsi Lampung,Polairud hingga Dinas Koperindag di kantornya, Kamis, 30 April
2026.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari
rapat sebelumnya yang secara khusus membahas keluhan nelayan terkait sulitnya
mendapatkan BBM subsidi, terutama solar untuk kebutuhan melaut.
Baca Lainnya :
- Muzani Sentil Harga Kopi hingga Dorong Inpres Jalan Desa di Tanggamus0
- Tanpa Data, Semua Jadi Sia-sia, Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 di Tanggamus0
- 136 ASN Tanggamus Resmi Diambil Sumpah, Bupati: Ini Bukan Sekadar Formalitas0
- Inflasi Turun Tajam, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Masih jadi Pemicu Kenaikan Harga0
- Bupati Tanggamus Sampaikan Amanat Hari Otonomi Daerah 20260
Distribusi
BBM Subsidi Lebih Terarah
Hendra Wijaya menjelaskan, hasil rapat
menyepakati bahwa penyaluran BBM subsidi akan diperkuat melalui sistem
rekomendasi resmi dari dinas terkait, seperti perikanan, pertanian, dan
perkebunan.
“BBM subsidi tetap melalui rekomendasi dinas
terkait, baik pertalite maupun solar. Tujuannya agar nelayan dan petani bisa
lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam skema tersebut, SPBU Kota Agung akan
menjadi salah satu pusat pelayanan utama, sekaligus menopang kebutuhan SPBN di
kawasan pelabuhan yang memiliki konsumsi solar sekitar 3.000 liter per hari
sementara kebutuhan Nelayan Kota Agung mencapai 7.000 liter per hari.
Sistem
Barcode dan Pengawasan Diperketat
Untuk memperkuat pengawasan, distribusi BBM
subsidi ke depan akan menggunakan dokumen resmi berbasis barcode yang
dikeluarkan oleh instansi berwenang. Setiap kelompok nelayan akan memiliki
surat rekomendasi lengkap dengan identitas digital dan tanda tangan kepala
dinas.
“Sudah ada empat lembar dokumen dengan barcode
dan tanda tangan resmi. Ini untuk memastikan distribusi lebih tertib,” kata
Hendra.
Libatkan
Aparat dan Pertamina
Rapat juga menegaskan keterlibatan PT Pertamina
Patra Niaga dalam hal ini dihadiri Area Manager Lampung Alwan serta aparat
penegak hukum (APH) dari Polres Tanggamus dalam pengawasan distribusi BBM
subsidi. Seluruh stakeholder sepakat untuk memperketat pengawasan guna mencegah
penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah membuka peluang
penyesuaian kuota berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, khususnya bagi
nelayan kecil di bawah 5 GT.
Evaluasi
Rutin Dua Kali Setahun
Sebagai bentuk pengawasan berkelanjutan, sistem
penyaluran BBM subsidi di Kabupaten Tanggamus akan dievaluasi dua kali dalam
setahun untuk memastikan efektivitas dan pemerataan distribusi.
“Harapannya nelayan kita bisa cepat mendapatkan
BBM, segera melaut, dan aktivitas ekonomi kembali lancar,” tutup Hendra.
[MFH/Din/rils]











3.jpg)