- Korupsi Dana Desa, Mantan Kepala Desa Bangunan Ditahan Kejari Lampung Selatan
- Muzani Sentil Harga Kopi hingga Dorong Inpres Jalan Desa di Tanggamus
- Tanpa Data, Semua Jadi Sia-sia, Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 di Tanggamus
- Pemprov Lampung Ajak Stakeholder Bersinergi Sukseskan Porwanas XV 2027
- Ikuti Asistensi KemenPANRB, Lampung Dorong Optimalisasi RB, SAKIP, dan Zona Integritas
- Pemprov Lampung Optimalkan Kualitas Layanan Publik
- Sekda Pesisir Barat Terima Kunjungan Kemenkum, Perkuat Pembinaan Hukum Daerah
- Pemkab Pesisir Barat Gelar Rapat Pembahasan Pembangunan Jalan Bumi Ratu Sumber Agung
- Tiga ASN Purna Bhakti, Bupati Parosil Apresiasi Dedikasi Puluhan Tahun
- Wabup Mad Hasnurin: Tujuan dan Harapan untuk Sinergi dan Pelayanan Publik Lebih Baik
Tanpa Data, Semua Jadi Sia-sia, Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 di Tanggamus


TANGGAMUS – Wakil Bupati Tanggamus, Agus
Suranto, memimpin langsung penandatanganan Komitmen Bersama Evaluasi
Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan
Talang Padang, Rabu, 29 April 2026.
Momen ini bukan sekadar seremoni. Bersamaan
dengan itu, juga dicanangkan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 sebagai
langkah konkret memperkuat budaya data hingga ke tingkat pekon.
Baca Lainnya :
- 136 ASN Tanggamus Resmi Diambil Sumpah, Bupati: Ini Bukan Sekadar Formalitas0
- Inflasi Turun Tajam, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Masih jadi Pemicu Kenaikan Harga0
- Bupati Tanggamus Sampaikan Amanat Hari Otonomi Daerah 20260
- Bupati Tanggamus Raih National Governance Awards 20260
- Polres Tanggamus Gelar Patroli Gabungan di Perairan Teluk Semaka0
Kegiatan yang digelar secara hybrid sejak pukul
08.30 WIB ini turut dihadiri Kepala BPS Tanggamus Niken Hariyanti, Kepala Dinas
Kominfo Suhartono, Kepala Bapperida Doni Sengaji Berisang, serta Kepala Dinas
PMD Arpin.
Dalam tata kelola data daerah, Dinas Kominfo
berperan sebagai wali data, sementara Bapperida sebagai koordinator data,
memastikan seluruh proses pengelolaan data berjalan terarah, terintegrasi, dan
sesuai prinsip Satu Data Indonesia.
Program
Gagal Bukan Karena Anggaran, Tapi Data
Dalam sambutannya, Wabup Agus Suranto
menegaskan persoalan klasik pembangunan bukan terletak pada minimnya anggaran,
melainkan kualitas data.
“Banyak program pemerintah gagal tepat sasaran,
bukan karena kekurangan anggaran, tetapi karena data yang digunakan tidak
akurat, tidak mutakhir, dan tidak terintegrasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pekon tidak boleh
lagi hanya menjadi objek pendataan.
“Pekon hari ini tidak bisa lagi hanya menjadi
objek pendataan, tetapi harus menjadi subjek yang mampu mengelola datanya
sendiri,” lanjutnya.
Lebih jauh, Agus menyoroti pentingnya
kolaborasi lintas OPD. “Saya berharap seluruh perangkat daerah tidak lagi
bekerja sendiri-sendiri dalam pengelolaan data. Ego sektoral harus dikurangi.
Data harus menjadi bahasa bersama dalam pengambilan kebijakan,” harapnya.
5 Komitmen Kunci: Dari Data Akurat hingga Satu
Data Indonesia. Penandatanganan Komitmen Bersama EPSS 2026 memuat lima poin
utama:
- Meningkatkan kualitas statistik sektoral secara
berkelanjutan
- Memperkuat tata kelola data yang akurat dan
terpadu
- Mendorong kolaborasi antar perangkat daerah
- Mendukung pelaksanaan EPSS 2026 secara optimal
- Mewujudkan Satu Data Indonesia di Tanggamus
Komitmen ini menjadi fondasi dalam setiap
proses perencanaan hingga evaluasi pembangunan berbasis data.
Kepala
BPS: Desa Cantik Bukan Sekadar Seremonial
Kepala BPS Tanggamus, Niken Hariyanti,
menegaskan bahwa program Desa Cantik adalah transformasi nyata, bukan kegiatan
simbolis.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi
langkah nyata untuk membangun budaya statistik yang baik hingga ke tingkat
pekon,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesalahan data akan
berdampak langsung pada arah kebijakan.
“Ketika data tidak akurat atau tidak terkelola
dengan baik, maka risiko kesalahan sasaran program pembangunan menjadi semakin
besar,” jelasnya.
Sejak 2022, program Desa Cantik telah berjalan
di Tanggamus, dan pada 2026 kembali ditetapkan tiga pekon sebagai lokus
pembinaan.
2
OPD Jadi Fokus, 3 Pekon Siap Dibina
Dalam pelaksanaan EPSS 2026, dua OPD ditetapkan
sebagai lokus pembinaan, yakni: Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan
Hortikultura, Dinas Kesehatan.
Sementara itu, tiga pekon dipilih untuk program
Desa Cantik sebagai penguatan statistik di level desa. [MFH/Din/rils]











3.jpg)