- Korupsi Dana Desa, Mantan Kepala Desa Bangunan Ditahan Kejari Lampung Selatan
- Muzani Sentil Harga Kopi hingga Dorong Inpres Jalan Desa di Tanggamus
- Tanpa Data, Semua Jadi Sia-sia, Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 di Tanggamus
- Pemprov Lampung Ajak Stakeholder Bersinergi Sukseskan Porwanas XV 2027
- Ikuti Asistensi KemenPANRB, Lampung Dorong Optimalisasi RB, SAKIP, dan Zona Integritas
- Pemprov Lampung Optimalkan Kualitas Layanan Publik
- Sekda Pesisir Barat Terima Kunjungan Kemenkum, Perkuat Pembinaan Hukum Daerah
- Pemkab Pesisir Barat Gelar Rapat Pembahasan Pembangunan Jalan Bumi Ratu Sumber Agung
- Tiga ASN Purna Bhakti, Bupati Parosil Apresiasi Dedikasi Puluhan Tahun
- Wabup Mad Hasnurin: Tujuan dan Harapan untuk Sinergi dan Pelayanan Publik Lebih Baik
Muzani Sentil Harga Kopi hingga Dorong Inpres Jalan Desa di Tanggamus

TANGGAMUS, MFH,-- Bupati Tanggamus, Moh. Saleh
Asnawi, menghadiri Sosialisasi Daerah Pemilihan (Dapil) MPR RI yang digelar
Ahmad Muzani di Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus,
Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan ini merupakan agenda resmi anggota MPR
RI dari Dapil Lampung I (A-82) Fraksi Partai Gerindra yang dihadiri sejumlah
pejabat daerah, tokoh politik, serta masyarakat setempat.
Turut hadir di antaranya Ketua DPRD Provinsi
Lampung Ahmad Giri Akbar dan Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali,
serta jajaran DPRD dan pengurus Partai Gerindra.
Baca Lainnya :
- Tanpa Data, Semua Jadi Sia-sia, Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 di Tanggamus0
- 136 ASN Tanggamus Resmi Diambil Sumpah, Bupati: Ini Bukan Sekadar Formalitas0
- Inflasi Turun Tajam, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Masih jadi Pemicu Kenaikan Harga0
- Bupati Tanggamus Sampaikan Amanat Hari Otonomi Daerah 20260
- Bupati Tanggamus Raih National Governance Awards 20260
Dalam sambutannya, Muzani menekankan pentingnya
masyarakat memahami peran dan tugas MPR sebagai lembaga tinggi negara.
“MPR memiliki tugas menjaga konstitusi dan
memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat. Ini penting
dipahami oleh seluruh elemen bangsa,” ujar Muzani.
Tak hanya membahas kebangsaan, Muzani juga
menyinggung kondisi ekonomi masyarakat, khususnya petani kopi di Lampung yang
dinilai mulai mengalami peningkatan kesejahteraan.
“Dulu kopi kualitas super harganya Rp25 ribu,
sekarang sudah di atas Rp50 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp60 ribu. Ini kopi
robusta Lampung yang kita banggakan,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah pusat untuk
memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan daerah, khususnya infrastruktur
desa di Kabupaten Tanggamus.
“MPR mendorong program Inpres Jalan Daerah
untuk Tanggamus,” tegasnya.
Selain itu, Muzani menyampaikan optimismenya
terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Tanggamus di bawah kepemimpinan Bupati
Moh. Saleh Asnawi dalam membangun daerah.
“Pemerintah Kabupaten Tanggamus saya lihat
optimis dalam membangun daerahnya. Namun masyarakat juga perlu bersabar, karena
membangun kabupaten tidak seperti membalikkan telapak tangan,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung berbagai kebijakan
pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang
disebutnya mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama petani.
“Dulu petani sulit mendapatkan pupuk subsidi,
harga gabah rendah, dan infrastruktur banyak yang rusak. Sekarang pemerintah
fokus memastikan pupuk mudah didapat, cepat, dan terjangkau agar petani bisa
lebih sejahtera,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga
persatuan sebagai kunci pembangunan daerah.
“Jika kita rukun dan bersatu, anak-anak bisa
sekolah dengan baik, masyarakat bisa bekerja dengan tenang, dan pemerintah
dapat membangun secara maksimal,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Tanggamus, Moh. Saleh
Asnawi, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut dan menilainya sebagai
momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Sosialisasi Empat Pilar ini bukan sekadar
kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus
menjaga persatuan dalam bingkai NKRI,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat kebhinekaan
harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
“Perbedaan suku, agama, dan budaya bukan untuk
memecah, melainkan menjadi modal besar dalam menciptakan keharmonisan dan
kemajuan daerah,” tambahnya.
Acara kemudian ditutup dengan sesi dialog serta
penyerapan aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, sektor
pertanian, dan penguatan ekonomi desa. [MFH/Din/rils]











3.jpg)